Langsung ke konten utama

saat perpisahaan

Kemarin sore adalah saat terakhir bagi kami bertemu dengan mba wal asisten saya. Mba wal akan pulang ke magelang dan melangsungkan pernikahaannya, seperti yang saya ceritakan di sini. Sebenarnya kami sudah sangat cocok dengan keberadaan mba wal, termasuk ikhsan, sudah kayak kakak-adik saja. Saya juga ga bisa berbuat apa-apa untuk menunda kepergian mba wal. Hanya bisa mendoakan semoga pernikahan lancar dan jadi keluarga sakinah.

Hari rabu sore tanggal 12 Oktober, saya dan mas sepakat untuk mengantarkan mba wal pulang sampai ke rumahnya di lereng gunung merbabu, magelang. Kami berangkat setelah sholat ashar. Perkiraan perjalanan dari jogja memakan waktu 1,5-2 jam kalau lancar. Setelah memasuki daerah blondo, jalanan agak tersendat karena ada pengerjaan aspal jalan. Hampir 1//2 jam kami terjebak macet disana. Alhasil sampai rumah mba wal sudah masuk maghrib.
 
Perjalanan naek ke daerah kopeng dan masuk ke pelosok desa-nya bikin mrinding juga, karena di kiri-kanan jalan adalah jurang plus ditambah jalan yang berbatu dan tidak diaspal. Suhu udara dingin langsung menyergap kami. Ikhsan langsung bilang,"adem buk, kayak es.."
Saya cuma tersenyum sambil memeluk tubuh ikhsan yang kecil. Lha saya kelupaan ga bawa jaket buat ikhsan.

Tujuan kami adalah kelurahan kaponan kecamatan pakis magelang. Kami menuju rumah budhe-nya mba wal karena kami sekalian mau jemput mba baru, calon pengganti mba wal. Jadi nanti di sana bapaknya mba wal jemput mba wal disana.
Calon mba baru ini adalah kakak sepupu mba wal. Sebenarnya saya sudah ikhlas dan pasrah ketika mba wal memberitahu saya hendak menikah. Kalaupun kepepet ga dapat ganti asisten, saya juga sudah siap. Bakal agak repot tapi kayaknya masih bisa teratasi karena ikhsan sekolah sampai jam 12 siang. Jadi bisa dititpin ke eyang setelah pulang sekolah. Alhamdulillah, ternyata Allah memberi kemudahan bagi kami, Mba wal, menawarkan kakak sepupunya untuk menggantikannya. Dan mba nur-namanya, bersedia ikut kami.

Ikhsan pun tanpa berat hati melambaikan tangan melepas kepergian mba wal. Kami semua berterimaksih atas bantuan mba wal selama kurun 1,2 tahun ini. Saya sangat terbantu dengan kehadirannya. Beberapa tugas rumah tangga dapat saya delegasikan. Saya tetep bisa ngantor dan semuanya bisa berjalan lancar.
Dan ikhsan tidak butuh waktu lama untuk berkenalan dengan mba nur.
Semoga saja mba nur bisa betah ikut kami. :)

kenangan terakhir bareng mba wal

Komentar

dey mengatakan…
amin, mudah2an mbak nur betah & ikhsan juga seneng di temenin mbak nur.
vera mengatakan…
mudah2an penggantinya lebih baik ya.....duuh kangen ama ikhsan dah lama gak BW
Lidya Fitrian mengatakan…
semoga mbak Wal langgeng dengan pernikahannya dan mbak nur juga betah ya
Orin mengatakan…
Wahhh...mba Wal besok2 main ke rumah Ikhsan udah bawa anak sendiri bu he he.

Semoga mba Nur jg betah nanti ;)
Anonim mengatakan…
semoga :) sekedar info, kalo sempat cobalah mampir di rumah dannis :)
Bundit mengatakan…
Amiiin, mudah2 an mbak Nur sayang sama Ikhsan dan betah ya jeng. Insya Allah kita semua dikasih jalan oleh Allah soal ART ya jeng, utamanya ibu2 pekerja spt kita. Ain :-)
Nia mengatakan…
wah asyik yach udah langsung dapat mbak baru...smoga betah dan ikhsan cocok sama Mbak Nur....
entik mengatakan…
@mba dey: amien semoga mba nur betah

@vera: iya, dikau ngilang kemana ver? hehe..

@mba Lidya: amien, semoga pernikahan mba wal bisa jadi keluarga yang SAMARA
entik mengatakan…
@jeng orin: mungkin juga ya. Anak kecil yang bakal punya anak ;)

@Bundit: iya, je asisten tuh ambil peranan penting untuk membantu kerjaan di rumah. Apalagi buat ibu-ibu bekerja

@mba Nia: saya bener2 bersyukur bisa langsung dapat pengganti. Karena ga semua orang dapat kemudahan kayak saya
bangauputih mengatakan…
semoga mba Nurnya sama baiknya dengan mba Walnya :)
dan terpenting, bisa membantu mba sesuai harapan.

salam
Tarry Kitty mengatakan…
Ga mudah ya mbak cari asisten yg bener2 bs dipercaya?
Smoga mba nur bs melaksanakan tgsnya dgn baik :)
Zulfadhli's Family mengatakan…
Dear.

kisah sedih yang sama dengan adik gw yang di tinggal assitennnya ba'da ramadhan kemaren dan Ipat juga minta izin resign and merried di kampungnya..... banyak sekali cerita seperti ini..... dan sangat repot buat cari ganti yang baruuu.... hhiiii...


regards.
... Ayah Double Zee ...
Bintang mengatakan…
Waaa...enak yah cepet dapet gantinya....Moga Mbak Nur betah di rumah ikhsan yahh..
dhenok habibie mengatakan…
mbak wal nya masih muda yaa mbak.. hmm, semoga mbak Nur bisa menjadi pengganti mbak wal.. dan Ikhsan pun langsung klop dengan mbak barunya.. :)
Elsa mengatakan…
semoga Mbak Nur bisa melebihi Mbak Wal ya

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan. Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega. Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba. Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sud