Langsung ke konten utama

mengenal mual dan muntah pada kehamilan

Banyak orang mengatakan bahwa mual dan muntah yang dialami wanita di awal kehamilan adalah biasa. Tidak semua wanita hamil mengalami rasa mual dan muntah atau morning sickness ini. Beberapa teman saya bahkan seperti orang yang tidak hamil, tidak mual, tidak muntah dan tidak lemah ataupun lesu. Biasa saja, bahkan nafsu makan cenderung meningkat. Kalau orang jawa bilangnya ngebo.
Sebagian wanita hamil mengalami mual dan muntah di trimester pertama dan berangsur menghilang ketika memasuki kehamilan trimester kedua. Dari beberapa artikel yang saya baca, penyebab mual dan munta diduga adalah naiknya hormon HCG dalam tubuh ibu di awal kehamilan. Ketika memasuki trimester kedua hormon ini akan menurun seiring berfungsinya placenta.

Usia kehamilan saya sekarang memasuki 12 minggu, dan serangan mual dan muntah masih terus saya rasakan. Saya teringat ketika masa hamil ikhsan. Di trimester pertama, saya mengalami mual dan muntah hebat. Saya muntah sampai 10 kali dalam 24 jam. Saya mengalami dehidrasi. Oleh mas, saya segera dibawa ke klinik dan langsung mendapat bantuan infus selama 3 hari. Ternyata yang saya alami kala itu adalah hiperemesis gravidarum. Serangan ini bisa berulang pada kehamilan yang berikutnya. Dan pada kenyataannya sekarang saya mengalami keadaan yang sama juga. Mual serta muntah yang datang dengan tiba-tiba dan membuat saya tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari dan berakhir pada dehidrasi. Jika wanita hamil mengalami ini, jelas memerlukan pertolongan medis untuk mengurangi risiko terjadinya dehidrasi dan kekurangan gizi pada janin.

jika saya tanyakan penyebabnya kepada dokter, mereka juga tidak tahu pasti penyebabnya, namun salah satunya adalah faktor psikologis ibu hamil. Ibu hamil yang mempunyai riwayat sakit maag pun, menjadi andil terjadinya mual dan muntah yang hebat pada kehamilan. Hiperemesis gravidarum mempunyai 3 tingkatan dengan tanda dan gejala yang berbeda;
tingkat 1: mual terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum. Ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun, lidah mengering, tensi turun, nadi kecil dan lemah serta mata cekung.
tingkat 2: keadaan umum tampak lebih lemah dan apatis,  muntah terus, nadi lemah, tensi turun, suhu meningkat dan kesadaran menurun.
tingkat 3: keadaan umum semakin lemah, muntah semakin parah, nadi lemah, kesadaran menurun dan kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks.

kalau saya kayaknya masuk tingkatan1. Berdasar pengalaman saya, hal-hal yang bisa dilakukan ketika serangan mual hebat datang adalah:
1. sabar dan pasrah
karena ketika mual datang, tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali berbaring di tempat tidur dan mengerang menahan rasa mual yang seakan memutar-mutar seluruh isi perut. Ketika sudah berlangsung 30 menit, maka saya akan muntah sampai seluruh isi perut keluar. Setelah muntah pun, perut bukannya lega tetapi rasa mual semakin terasa. Kalau sudah begini, obat anti mual dari dokter sama sekali tidak ada reaksinya. Dan saya memilih tidak meminumnya karena malah akan memicu muntah lagi. Saya hanya bisa sabar "menikmati" serangan mual sampai dia berkenan hilang beberapa jam kemudian.

2. Dzikir
Ketika serangan mual datang. termyata dengan berdzikir dapat mempercepat rasa mual itu pergi.

3. memaksa untuk tetap makan
saya tetap mencoba memaksa diri saya untuk makan. Apa pun itu. Walaupun setelah makan, 5 menit kemudian makanan itu akan keluar lagi dari perut saya dan saya akan merasa lemas dengan rasa mual yang menjadi-jadi.
Saya mencoba men-sugesti diri saya bahwa rasa mual akan semakin menjadi-jadi jika keadaan perut saya kosong. Saya hanya punya 2 pilihan: mual atau mual banget. Pilihan yang ga enak, tapi saya memilih mual yang artinya saya tetap harus makan. ;(

4. kondisi pisikologis dan dukungan suami
ternyata faktor psikologis sangat mempengaruhi. Ketika seorang ibu hamil mempunyai beban pikiran yang berat tentang apa pun, maka keadaan mual dan muntah akan semakin parah. Saya mencoba berpikir positif bahwa ini adalah bagian dari proses kehamilan yang menyenangkan dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kandungan.
Dukungan suami juga sangat meringankan rasa mual. Rasa mual saya akan berkurang ketika mas ada di dekat saya dan mengelus-elus perut saya untuk mengurangi rasa mual. Saya merasa tidak sendiri ketika serangan mual dan muntah datang.

Doh, serasa curhat dewh, tapi semoga bermanfaat bagi teman-teman yang mengalami keadaan seperti saya. ;)

Komentar

Lidya Fitrian mengatakan…
suami punya peran paling penting dalam kehamilan ya mbak
Syaifullah sip mengatakan…
aaaaah,,, jadi penasaran rasanya jadi cewek hamil :D
Enak gak? Sakit gak? Seneng gak? Hmmmmm
Elsa mengatakan…
sebegitunya yaa perjuangan Ibu
trimester pertama yang sungguh berat.

Ayo semangat Mbak...
makan yang banyak, melawan mual. hehehehe
Baby Dija mengatakan…
Assalamualaikum Mama Entik....
semoga Mama Entik sehat terus ya
Outbound Malang mengatakan…
waa, selamat2.. *kayaknya telat bgt. hehe
gpp dah, better late than never, right?
sepertinya sudah ga sabar menanti ini..
saya doakan lancar ya mba..
salam hangat dari malang
ditunggu kunjungan baliknya ya mba
happy blogging :)
marsudiyanto mengatakan…
Semoga makin kesini makin lancar dan sehat selalu...
Honey mengatakan…
waduh saya belum punya pengalaman nih di bidang hamil-hamil begini :)
Nia mengatakan…
kalo aku termasuk kategori hamil ngebo mbak...dua2nya begitu....Alhamdulillah banget...makan apa aja ngga masalah.....

duuh mbak ternyata mual muntahnya smpe sebegitunya yach mbak...ya ampunn ngga kebayang hrs mengalamai hal itu selama beberapa bulan...bener2 hamil yg penuh dgn perjuangan.....smoga di trimeseter kedua ngga mengalamai itu lg ya mbak...biar bs makan enak dan bayinya sehat.....aamiin
Gaphe mengatakan…
kalau lagunya chrisye badai pasti berlalu.. kalo khusus ini : mual dan muntah pasti berlalu.. memang itu fase yang kudu dilalui sama bumil kali ya...

minum emesis aja, ssusu anti muntah.. siapa tau mengurangi mual.. atau banyakin makan permen fishermanfriend
puteriamirillis mengatakan…
wah mbak entik lagi hamil lagi yaaa...barokallah ya mbak...
isma mengatakan…
wah, aku telat nih ... barusan juga membatin lihat foto bertiga di atas itu, ihsan sudah gede sudah pas dapet adik. eeh, ada postingan soal mual ... selamat ya jeng, sehat terus dan sabar sampai melahirkan nanti ... amin.
Kids Party mengatakan…
nice post :)
Hamil memang selalu sarat dengan pengalaman aneka rupa, setiap bumil pasti punya cerita unik dan berbeda. hehehe :*
Ada tips nie, jika bunda lagi hamil coba deh selalu mengkonsumsi daftar makanan sehat untuk ibu hamil muda supaya bunda mudah menjalani masa kehamilannya dan tentunya anak dapat lahir dengan sehat dan cerdas.

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.