Langsung ke konten utama

panggilan buat ikhsan

Dulu ketika saya hamil untuk pertama kalinya, saya pengen banget dipanggil "mama" kalau anak saya lahir. Setelah rembugan dan tarik ulur sama mas, akhirnya kami sepakat dengan panggilan sekarang "ibu dan bapak". Kata mas, panggilan itu lebih menyentuh di hati. Apalagi kami adalah turunan orang jawa asli, yang notabene, kalau memanggil orang tua kami juga dengan panggilan "ibu dan bapak".
Dan ternyata sekarang kalau denger ikhsan manggil-manggil saya dengan, "Ibu.. ibu..." hati saya merasa lebih tersentuh bener ;)

Nah, sekarang ketika saya hamil untuk kedua kalinya, urusan panggilan, jadi perdebatan seru juga. Kali ini panggilan buat Ikhsan. Kalau di jawa, panggilan untuk kakak laki-laki biasanya "mas" dan panggilan untuk kakak perempuan adalah "mbak". Kami sering melontarkan pertanyaan buat ikhsan, 
"besok kalau adik lahir, ikhsan pengen dipanggil gimana?"
"aku pengennya dipanggil kakak ikhsan," jawab ikhsan mantaf.
"enggak dipanggil mas saja?" saya coba memberi saran.
"nanti kalau aku dipanggil "mas", ndak bingung. Ibu manggil bapak kan "mas". Nanti ibu bingung kalau manggil, mas ikhsan atau mas sigit??" jelas ikhsan dengan mimik serius.
Jawaban iksan membuat kami berdua tertawa geli.

Dan alhasil mulai sekarang ikhsan maunya dipanggil "kakak ikhsan".., bukan dik ikhsan dan bukan mas ikhsan. Kalau salah manggil, dia ga bakal jawab dan langsung berkata keras, "kakak ikhsan," katanya membenarkan hehe...

ini dia si kakak ikhsan

Komentar

dey mengatakan…
ehem, ada kk ikhsan ..

Pertama kali punya ade sepupu dari ibunya yg org Jawa, Fauzan di panggil Mas dan ngga protes krn masih kecil. Nah, pas ada ade sepupu dari bapaknya yg org sunda, dia udah ngerti, maunya di panggil Aa.
Akhirnya sampe skr deh, semua manggilnya Aa .. hehe

Anak2 itu memang punya keinginan sendiri ya ..
Nia mengatakan…
wakakaka...bener juga ikhsan pinter nech...kalo dua2nya dipanggil mas nanti kalo dipanggil dua2nya yg nengok hihihi....
Orin mengatakan…
Aaahhh...so swiiiit...

hai kakak ikhsan *menyapa dg senyum manis* :D
entik mengatakan…
@mba dey: iya, keinginannya beda-beda

@mba nia: alasan itulah yang bikin geli mba..

@jeng orin: "hai tante oyin.."
Sriyono Semarang mengatakan…
senengnya yang punya anak lucu dan pinter...
#ngeloyor nyari emaknya dulu... :D
HP Yitno mengatakan…
Anaknya pinter ya sob. Betul juga tuh kata si anak. Sang istri biasa manggil suaminya dengan mas. Nanti salah panggil lagi. Salam ya buat kakak ikhsan. ^_^
Keke Naima mengatakan…
menyapa kakak ikhsan dulu.. udah tidur pastinya ya.. :)
Lidya Fitrian mengatakan…
aku juga bingung mbak kalau pascal dipanggil mas nanti dipikir panggil suamiku :)
isma mengatakan…
ikhsan pinter deh, bisa bikin alasan yang masuk akal untuk panggilan kakak. baguuus!
Diana Indah mengatakan…
Udh siap jd kakak ya, kak Ihsan :p
Selamat dehhh

Sama nih, kak Rafi udh pgn jg dipanggil 'abang' , secara dr persepupuan dia sll dipanggil 'dek'
astin mengatakan…
toss ah sama ikhsan...
ki' juga maunya dipanggil kakak...lebih keren katanya :D
Baby Dija mengatakan…
ok deh, sekarang dija pnggilnya Kakak Ikhsan juga yaaa

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…