Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

corobikang

Minggu yang lalu saya kepengen banget makan corobikang. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang diberi gula dan santan trus dimasukkan cetakan. Nah, saya pengennya makan corobikang yang di jalan solo. Sejak saya kecil, ibu saya sering banget beli coro di sana. Entah sudah berapa generasi si ibu penjualnya. Sebenarnya di djogja sudah banyak yang jual corobikang ini, ada yang didepan mirota kampus, toko progo dan lain-lain. Tapi kalau disana corobikangnya gede-gede dan tidak garing.

mbantu ibu masak

Buat saya, acara masak di rumah bisa jadi acara yang menyenangkan kalao ada yang mbantuin. Kalau biasanya yang mbantuin saya masak adalah si mbak, tapi beberapa hari yang lalu yang mbantuin saya masak adalah si kakak ikhsan.
Waktu itu saya masak sayur lodeh kacang panjang buat sarapan, itu sesuai request-nya mas. Sebenarnya kalau masak pake santan di hari kerja agak ribet karena lama nyiapin bumbu dan ubo rampe-nya. Berhubung mas kepengen dan badan saya mendukung untuk masak, jadi saya iya-kan aja buat masak tuh sayur.
Jam 5.30 pagi saya udah memulai aksi di dapur ditemeni mas. Lha mas kalau disuruh mbantu masak paling seringnya mbantu nungguin sambil main gitar atau nemenin saya ngobrol aja plus icip-icip masakan kalau dah matang.  Nah, lagi tengah-tengahnya masak, ikhsan bangun. Dan langsung menuju dapur. Dan dengan sukarela mbantuin saya masak. Bedanya dengan mas, kalau ikhsan mau ikutan ngaduk sayuran yang masih ada di atas kompor. Ngaduknya juga hati-hati dan ga sampai tumpah.

my sisters

saya adalah anak ke3 dari 4 bersaudara. Saya punya 2 kakak perempuan dan 1 adik laki-laki. Berhubung dalam keluarga kami, anak perempuannya adalah kami bertiga, jadi kami dekat sejak kecil. Maklum umur kami juga cuma terpaut 2 tahunan saja. Jadi benar-benar sebaya.

Ibu saya sejak kecil sering memakaikan baju kembaran buat kami bertiga. Jadi dulu kalau pas lebaran, pasti kami seperti anak kembar tiga hehe... Pernah juga kami ga mau pakai baju kembaran ketika usia kami menjelang SMP. Rasanya malu dewh.., karena sering diolok-olok teman pake baju kembar. Eh, tapi sekarang keadaannya berbalik. Setelah kami dewasa dan menikah, kami sering janjian pakai baju kembaran. Kakak saya yang pertama (mba ratna) yang sering kena tugas beli kain batiknya karena dia tinggal di solo, jadi deket kalau mau ke pasar klewer atau mbeteng buat beli kain batik.  Trus kain batik dibagiin ke saya dan kakak nomer 2 (mba ma)  buat dijait sesuai dengan selera masing-masing.

perjuangan mendapatkan ikhsan

Berhubung lagi hamil, jadi seneng juga kalau disuruh nulis tentang sesuatu yang berbau kehamilan dan kelahiran bayi. Dan kok ya, kebetulan ada giveaway tentang kehamilan yang diadain sama mama Sedja. jadi ikutan aja. Saya mau tulis tentang cerita seputar kehamilan ikhsan dulu. Kehamilan ikhsan sudah lama kami tunggu. Hampir 1,5 tahun. Biasanya kalau pasangan muda sudah menikah lebih dari 1 tahun, pasti akan banyak pertanyaan seputar, "kok belum hamil? dah diperiksain belum? " dan aneka macem saran tentang cara cepat hamil. Saya sebenarnya tidak begitu risau ketika menginjak tahun kedua pernikahan belum hamil juga. Tapi, karena mulai banyak pertanyaan-pertanyaan seputar saya dan kehamilan, akhirnya saya dan mas meriksain diri juga ke dokter obsgyn. Hasilnya kondisi kami baik semua, hanya tunggu waktu saja, kata dokter waktu itu.

kangen masak

Sudah hampir 5 bulan ini, ruangan yang paling saya takuti adalah dapur. Lha gimana enggak? tiap kali saya mencium aroma masakan dari dapur, kontan langsung memicu rasa mual dan ujung-ujungnya muntah. Karena saya ga pengen mual dan muntah, otomatis saya jarang banget masuk dapur. Urusan di dapur saya pasarahin sama si mba. Parahnya, si mba ini belum pinter masak, paling pol cuma bisa masak sayur sop atau goreng telur buat ikhsan saja.
Nah, untuk memenuhi kebutuhan makan, akhirnya tiap harinya saya memilih untuk beli masakan yang sudah matang. Awalnya sih, bisa menikmati masakan itu. Tapi akhir-akhir ini, kami dilanda rasa bosan juga dengan menu sayuran yang kami beli. Padahal saya punya beberapa warung makan yang punya jenis masakan yang beda-beda.Tapi tetep aja bosen. Sampai beberapa waktu yang lalu mas sempat melontarkan kata-kata yang bikin saya trenyuh. "Mas kangen masakannya jeng. Mbok masak lagi to..."