Langsung ke konten utama

mbantu ibu masak

Buat saya, acara masak di rumah bisa jadi acara yang menyenangkan kalao ada yang mbantuin. Kalau biasanya yang mbantuin saya masak adalah si mbak, tapi beberapa hari yang lalu yang mbantuin saya masak adalah si kakak ikhsan.

Waktu itu saya masak sayur lodeh kacang panjang buat sarapan, itu sesuai request-nya mas. Sebenarnya kalau masak pake santan di hari kerja agak ribet karena lama nyiapin bumbu dan ubo rampe-nya. Berhubung mas kepengen dan badan saya mendukung untuk masak, jadi saya iya-kan aja buat masak tuh sayur.

Jam 5.30 pagi saya udah memulai aksi di dapur ditemeni mas. Lha mas kalau disuruh mbantu masak paling seringnya mbantu nungguin sambil main gitar atau nemenin saya ngobrol aja plus icip-icip masakan kalau dah matang. 
Nah, lagi tengah-tengahnya masak, ikhsan bangun. Dan langsung menuju dapur. Dan dengan sukarela mbantuin saya masak. Bedanya dengan mas, kalau ikhsan mau ikutan ngaduk sayuran yang masih ada di atas kompor. Ngaduknya juga hati-hati dan ga sampai tumpah.


Ikhsan juga dah bisa goreng telur. Mbalik-mbalik telur di atas wajan juga dah bisa. Kalau saya bikin kukies, dia dah bisa ikutan nimbang bahan, megangin mixer sampai mencetak adonan untuk dimasukin oven.

Ah, moga-moga besok kalau dah gede bisa pinter masak, jadi bisa nggantiin tugas saya masak di dapur hehe...
Walau anak cowok, tapi tetep bisa ngerjain kerjaan perempuan. Dan semoga besok ikhsan bisa lebih menghargai perempuan terutama ibunya ;)
Amien ya kak ikhsan...

mbantu ibu masak

Komentar

Anonim mengatakan…
ikhsan pintar skali ya bantuin ibu masak
Anonim mengatakan…
baru bljr pake touch screen nih kok malahan anonymus ya,ibunya 3boys mampir nih dah lama gak kemari.
Keke Naima mengatakan…
kl yg bantuin anak sendiri jadinya fun cooking ya mbak :)
marsudiyanto mengatakan…
Wah, sayur lodeh kacangnya keliatan enak Mbak.
Apalagi kalau kacang panjangnya masih muda, rasanya manis...
Kalau istri saya masak sayur seperti itu, saya suka nggado sayurnya
Seger...
entik mengatakan…
@ke2nai: iya jadi fun cooking, soalnya jarang2 dibantuin masak sama anak

@pak mars: Ah, kok ya sama dengan suami saya pak mars..
Elsa mengatakan…
setujuuu
meskipun cowok, memang sebaiknya tetep belajar masak.
soalnya penting banget tuh
siapa tahu, kelak Ikhsan sekolah di Rusia, atau di Jerman...
kalo gak bisa masak sendiri, pasti tersiksa karena kangen masakan indonesia kan?
Baby Dija mengatakan…
Dija belom bisa masak Mama Entik...
nanti minta diajarin Mama Entik aja ya
soalnya Tante Elsa gak bisa masak tuh
Fitri3boys mengatakan…
ikhsan pinter bgt sih bantuin ibu masak

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…