Senin, 12 Maret 2012

perjuangan mendapatkan ikhsan

Berhubung lagi hamil, jadi seneng juga kalau disuruh nulis tentang sesuatu yang berbau kehamilan dan kelahiran bayi. Dan kok ya, kebetulan ada giveaway tentang kehamilan yang diadain sama mama Sedja. jadi ikutan aja.
Saya mau tulis tentang cerita seputar kehamilan ikhsan dulu. Kehamilan ikhsan sudah lama kami tunggu. Hampir 1,5 tahun. Biasanya kalau pasangan muda sudah menikah lebih dari 1 tahun, pasti akan banyak pertanyaan seputar, "kok belum hamil? dah diperiksain belum? " dan aneka macem saran tentang cara cepat hamil. Saya sebenarnya tidak begitu risau ketika menginjak tahun kedua pernikahan belum hamil juga. Tapi, karena mulai banyak pertanyaan-pertanyaan seputar saya dan kehamilan, akhirnya saya dan mas meriksain diri juga ke dokter obsgyn. Hasilnya kondisi kami baik semua, hanya tunggu waktu saja, kata dokter waktu itu.

Mungkin benar kata dokter waktu itu, ketika akhirnya saya dinyatakan hamil di akhir tahun 2006 lalu.Wah, seneng banget ketika mendapati dua garis merah di tespack. Akhirnya saya hamil juga, tanpa treatment khusus dari dokter. Setelah itu, kami periksa ke bidan dekat rumah dan dari pemeriksaan bidan, saya memang positif hamil, dengan usia kandunga sekitar 6 minggu. Waktu itu saya ga tahu kalau jadi ibu hamil itu biasa terserang rasa mual dan muntah. Jadi ga ada bayangan bakal ngalamin masa-masa ga enak karena mual dan muntah.

Selang 3 hari setelah periksa ke bidan, saya mulai diserang rasa mual dan muntah. Pokoknya mual dan muntah hebat karena saya bisa muntah sampai 10 kali dalam sehari. Setiap kali makan, selang 10 menit saya akan muntah. Begitu terus setiap hari. Saya sampai tidak bisa beranjak dari tempat tidur saking lemasnya. Di hari ke 5, saya benar-benar mengalami dehidrasi. Saya sudah tidak kuat menggerakka tangan karena tidak ada tenaga. Akhirnya saya dibawa ke klinik bidan praktek. Setelah diperiksa, tekanan darah saya dan Hb darah rendah. Bidan menyarankan saya untuk diinfus untuk mengurangi dehidrasi yang saya alami.

Waktu itu, mas langsung mengiyakan saran bidan untuk menginfus saya. Tapi yang bikin ketawa adalah pertanyaan mas selanjutnya pada bidan, " diinfusnya berapa jam bu bidan?"
"Lho, bapak ini gimana? kok berapa jam? ya, maksudnya ibu harus opname disini sampai kondisinya pulih kembali!" jawab bidannya yang bingung dengan pertanyaan mas itu.
"ooo... gitu ya?" jawab mas dengan nada lugu.

Akhirnya saya harus menghabiskan waktu bedrest selama 3 hari di klinik. Bosan juga, karena walau kata bidan saya sudah diberi obat anti mual lewat infus, tapi saya tetap saja mual. Setelah 3 hari kondisi tekanan darah dan Hb sudah normal, jadi saya diperbolehkan pulang.

Ga ngira juga kalau saya bakala ngalami mual dan muntah sepanjang masa kehamilan yang 9 bulan itu. Saya tetap mual dan muntah walau sudah minum obat anti mual dari dokter. Doh, ga enak banget dewh pokoknya. apalagi bos dikantor kurang pengertian dengan kondisi saya. Saya tetap diberi beban kerjaan yang lumayan banyak plus sindiran kalau saya datang agak siang ke kantor.

memasuki trimester kedua, mual dan muntah sudah berkurang banyak. Dalam 1 minggu, saya hanya muntah 1 kali saja. Tapi mualnya tetep rajin datang ;(
Tapi lumayan, saya sudah bisa beraktivitas normal dan belanja kebutuhan bayi. Nah, memasuki usia kehamilan 8 bulan, tiba-tiba setelah sholat dhuhur, perut saya kontraksi. Sakit sekali. Sepertinya bayi dalam perut saya meloncat-loncat. Saya sampai kesulitan untuk bernafas. Saya coba untuk tiduran, tapi kontraksinya tidak berhenti sama sekali. Tidak ada jedanya. Saya sampai kepikiran, apakah ini sudah waktunya saya melahirkan? tapi HPL-nya masih 1 bulan lagi.

Dengan rasa was-was, akhirnya jam 4 sore mas membawa saya ke RS. Langsung bertemu dengan dokter obsgyn dan di-USG. Wah, dokternya kelihatan panik juga melihat kondisi saya, karena alat USG yang ditempelkan di perut saya, ikutan terpental karena gerakan bayi saya.
"wah, ini yang kontraksi bukan rahimnya tapi ini gerakan bayinya yang sangat hebat," kata dokter.
"Opname ya? kita observasi dulu, karena ini belum waktunya lahir. Tidak ada kontraksi rahim dan tidak ada bukaan," jelas dokter.
Saya menurut. Selang infus langsung dipasang di tangan saya. Saya juga diberi beberapa suntikan. Selang 2 jam, rasa sakit saya sudah berkurang karena kontraksi dalam perut juga sudah agak mereda.
Lagi-lagi saya harus bedrest di RS. Saya tidak boleh banyak bergerak.

Memasuki hari ke3 saya benar-benar sudah merasakan sehat dan ingin pulang saja rasanya. dan dokter pun mengijinkan. Ketika saya tanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada bayi dalam perut saya kemarin, dokter memberi penjelasan bahwa bayi saya kekurangan glukosa jadi dia bergerak hebat. Padahal BB bayi waktu itu sudah 2,3 kg. Kok bisa kekurangan glukosa ya? nah usut-diusut, saya memang mengurangi konsumsi nasi selama 2 minggu terakhir karena BB saya naik sudah mendekati 20kg. Ternyata pengurangan glukosa secara drastis juga sangat berpengaruh pada janin.
Oleh dokter, saya dilarang mengurangi karbohidrat karena berisiko. Saya menurut saja.

Akhirnya saya mengambil cuti lebih cepat 2 minggu. Jadi 1 bulan sebelum HPL, saya sudah cuti. Takut kecapekan saja. Akhirnya tanggal 30 Juni 2005, lahirlah bayi mungil dari perut saya melalui operasi secar dengan berat 3,8 kg dan panjang 50 cm.
Upaya melahirkan normal sudah saya tempuh. Karena kepala bayi belum masuk panggul, walau saya bertahan sampai pembukaan komplit, kepala bayi tetap tidak mau turun dan keluar. Akhirnya saya menyerah untuk disecar karena mengalami pendarahan.

perjuangan proses kehamilan dan melahirkan yang melelahkan terbayar sudah ketika melihat bayi mungil keluar dari perut saya. Sungguh kebahagian tak terkira melihat anak pertama kami terlahir sehat dan selamat. Kami memberinya nama Ikhsan Gita Pramesthi.

ikhsan gita pramesthi

postingan ini diikutkan dalam giveaway awal maret 2012 mama sedja

9 komentar:

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

perjuangan ya mbak dimasa kehamilan tapi semua bisa hilang setelah ikhsan lahir. semoga kehamilan yg kedua ini lancar ya

monda mengatakan...

Ikhsan , berat lahirnya gede ya..., syukurlah, lahir sehat ya...

semoga kehamilan yang sekarang bundanya sehat dan lancar semuanya ya

entik mengatakan...

@mba lidya & mba monda: amien, semoga kehamilan yang sekarang lebih sehat dan lancar sampai lairan nanti ;)

Mama Sedja mengatakan...

terima kasih atas partisipasinya.
sudah dicatat sebagai peserta ^_^

dey mengatakan...

sukses kontesnya mbak ..

selalu terharu membaca cerita2 tentang kehamilan ..

entik mengatakan...

@mba dey: sama mba, saya juga selalu haru biru kalao denger atau baca cerita tentang kehamilan/kelahiran dari teman.

Anggorowati mengatakan...

klo sudah besar nanti baca cerita ini ikhsan pasti bakaln makin sayang sm ibunya... sungguh perjuangan seorang ibu itu luar biasa... smoga kehamilan kedua ini lancar ya,jeng...aamiin

Elsa mengatakan...

ck ck ck...
perjuangannya berat banget yaa

sherina mengatakan...

perjuangan yang sangat berat sama dengan berjihad...