Langsung ke konten utama

kesedihan yang menghampiri kami

awal bulan juli ini adalah bulan yang berasa haru biru bagi saya sekeluarga. Kami ditinggal selama-lamanya oleh mbah kakung-nya ikhsan dari pihak mas dalam usia 76 tahun. Rasa sedih masih menyelimuti kami sekeluaraga terlebih mas. Karena mas tidak sempat menunggui mbah kakung di saat-saat terkhirnya sampai akhirnya dimakamkan. Mas masih tugas di aceh dan sangat susah mendapatkan tiket pesawat pulang ke djogja.

Mbah kakung mulai sakit sejak 2 minggu yang lalu (akhir bulan juni 2012). Sempat masuk RSI Hidayatullah selama 10 hari karena infeksi paru-paru. Kemudian dokter memperbolehkan pulang. selama 4 hari di rumah, kondisinya tidak ada perubahan dan cenderung menurun. Sampai akhirnya dibawa kembali ke rumah sakit dan opname lagi. Waktu itu posisi mas ada di aceh, sehingga tidak tahu kondisi terakhir mbah kakung. Saya dan saudara-saudara yang lain tidak menceritakan secara detil kondisi mbah kakung, karena takut menganggu konsentrasi mas yang lagi tugas di sana.
Selama di rumah sakit, mbah kakung selalu menanyakan keberadaan mas. Seperti kangen dan ingin bertemu. Tapi akhirnya tidak kesampaian juga. Saya yang dalam keadaan hamil tua begini, juga tidak kuat menunggu mbah kakung di rumahsakit.

Setelah sehari semalam, ternyata kondisi mbah kakung semakin menurun. Dan akhirnya di sore hari tanggal 3 juli 2012, Allah memanggil mbah kakung. Dan hanya ditemani oleh mbah putri. Kaget dan sedih tentu saja, itu perasaan yang menghinggapi kami semua. Derai air mata tak kuasa terbendung karena rasanya saya dan mas belum bisa "ngrumat" dan berbakti kepada mbah kakung.

kabar meninggalnya mbah kakung diterima mas jam 4 sore, dan sudah tidak ada penerbangan dari aceh ke jogja. akhirnya mas mendapat tiket ke djogja keesokan harinya dan sampai jogja jam 4 sore. Jenazah mbah kakung sudah dimakamkan. Saya melihat kesedihan dan penyesalan terpancar dari wajah mas. Tapi mau bagaimana lagi. Hanya doa yang terlantun semoga mbah kakung khusnul khotimah, diampuni segala dosanya dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah. Amien....

Ini foto-foto yang sempat terekam saat mbah kakung masih sehat...

mbah kakung - ida- saya ketika belum hamil


mbah kakung-ida (keponakan saya)- ikhsan

Komentar

Lidya Fitrian mengatakan…
Innalillahi wa innailaihi roziun. turut berduka cita yambak atas kepergian mbak kakung
dey mengatakan…
Ikut berduka cita ya mbak, semoga Mbah Kakung di mudahkan jalan menuju surga-Nya. Amin
omietha mengatakan…
Semoga Almarhum Bpk P Sigit, khusnul khotimah, dan mendapat tempat terbaik disisi Allah. Amin...
Fitri3boys mengatakan…
Turut berduka cita ya...moga bisa ikhlas dan tabah menerima kepergian mbah kakung ...
yustha tt mengatakan…
nderek belasungkawa, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Pak Sigit dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan (terutama untuk Pak Sigit yang tidak bisa mengantar kepergiannya. Terus berdoa ya Pak :) )
Keke Naima mengatakan…
semoga amal ibadah almarhum di terima & di berikan tempat yg terbaik di sisi Nya ya.. Amin..
Orin mengatakan…
Innalillahi...
turut berduka cita ibu...semoga mbah kung sudah berada di tempat terbaik di sana ya bu, Aamiin...
birthday party mengatakan…
nice post :)
Elsa mengatakan…
semoga mendapat tempat terbaik di sana...
aaamiiiin

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…