Langsung ke konten utama

jagoan kecil kedua kami...


 ikhfan- 5 hari

Alhamdulillah tanggal 1 ramadhan 1433 H (jumat, 20 juli 2012), anak kedua kami lahir. Senang dan haru rasanya setelah perjuangan panjang kehamilan saya yang tidak mudah. Menunggu hampir 5 tahun setelah kelahiran ikhsan dan kehamilan yang disertai mual muntah hebat ditambah bedrest 2 kali di RS karena placenta previa, memberi kelegaan dan kebahagiaan yang tak terkira bagi kami sekeluarga. Jagoan kecil kedua ini kami beri nama: IKHFAN GITA ARDHANA.

Pengalaman melahirkan ikhsan terulang lagi pada kelahiran ikhfan. Setelah bukaan komplit, saya tetap harus menjalani sesar, hiks..hiks. Penyebabnya karena kepala bayi tidak mau masuk panggul. Jadi walaupun mengejan sekuat apa pun, tetap saja si bayi tidak bisa dilahirkan melalui partus spontan.

Sebenarnya kami dan dokter sudah berencana melahirkan secara sesar pada 2 hari sebelum HPL. Perkiraan dokter, karena berat badan bayi cukup besar (sampai HPL kemungkinan beratnya 3,6 kg), dan riwayat kehamilan yang terdahulu, kepala bayi tidak masuk panggul ditambah saya mengalami placenta previa letak rendah, jadi untuk meminimalkan risiko pendarahan saya dan mas sepakat untuk sesar saja. Dokter menjadwalkan sesar untuk saya tanggal 22 Juli 2012 sedangkan HPL tanggal 26 Juli. Tapi apalah daya pada tanggal 20 Juli 2012, saya mengalami kontraksi. Dan ketika dibawa ke RS, saya sudah bukaan 3. Selang dua jam kemudian bukaan saya sudah komplit dan saya mencoba melahirkan normal dengan risiko pendarahan.  Namun akhirnya karena tidak ada kemajuan kepala bayi yang tidak juga masuk panggul, akhirnya mas meminta dokter untuk sesar. Kami juga tidak mau mengambil risiko pendarahan jika memaksa melahirkan normal.

Alhamdulillah pada hari jumat pagi jam 3.45 tanggal 20 Juli 2012, si kecil ikhfan lahir dan menangis. Lega rasanya... akhirnya saya tetap jadi yang tercantik di rumah ;)
Mohon doa teman-teman, semoga ikhfan menjadi anak yang sholih, sehat, cerdas dan berbakti pada orang tua. Amien..
father & 2nd son

Nb: maaf, belum bisa banyak BW, maklum masih repot ngurusin bayi ;)

Komentar

dey mengatakan…
akhirnya, ada juga penampakan ade Ikfan .. lucunya ...
Honey mengatakan…
selamat ya bundaaaa :)
marsudiyanto mengatakan…
Selamat Selamat Selamat....
Akhirnya punya jagoan seperti saya...
Ada beberapa blogger yang juga punya dua jagoan yaitu Bu Imelda, Mbak Susindra dan Mbak Lydia Fitrian
Nophi mengatakan…
wahh selamat ya mbak.. senangnya..
ratna mengatakan…
amin..amin, moga jadi anak sholih....repotnya ntar tak bantuin :)
Keke Naima mengatakan…
selamat ya mbak.. semoga jd putra yang sholeh :)
Lidya Fitrian mengatakan…
Allhamdulillah sudah lahirnya,selamat mbak
minimazee mengatakan…
hi adek ikhfan.. selamat datang.. jadi anak sholeh ya.. maaf belum sempet nengok... :)
Orin mengatakan…
ibuuuu....selamat ya, ikut berbahagia atas kelahiran dede Ikhfan, semoga jd anak yg sholeh seperti kakaknya ;)

deuu..yg tetep tercantik di rumah heuheu
Fitri3boys mengatakan…
pengen tau wajah dedenya ikhsan sekarang deh
Elsa mengatakan…
alhamdulillaaah its a boy yaaa
senengnya kakak ikhsan...

semoga ikhfan jadi anak yang bisa menjaga mamanya kelak..
BunDit mengatakan…
Waa adiknya Ikhsan sudah lahir, maafffff baru mampir. Semoga ikhfan menjadi anak yg sholeh. Amin :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…