Langsung ke konten utama

si kakak yang caper...

sekarang mau cerita tentang ikhsan. Sejak adiknya lahir, ikhsan mulai menampakkan tanda-tanda cemburu sama ikhfan. Duh, tingkahnya aneh-aneh dewh. Pada awalnya kalau bicara, volume suara ikhsan sangat keras sehingga seringkali ikhfan yang lagi bobok nyenyak terbangun dan nangis. Otomatis saya langsung berlari dan mendekati ikhfan. Nah, selanjutnya si kakak mulai beraksi marah-marah ga jelas penyebabnya.  Saya sih ngerti, mungkin ikhsan lagi caper alias cari perhatian dan belum siap kalau perhatian orang-orang di rumah terbagi dengan adiknya.

Dulu ketika saya mulai hamil, saya sudah sering ngasih tahu ikhsan kalau dia bakal punya adik bayi, bakalan ada temen main kalau di rumah. Adik harus disayang karena adik pasti sayang kakak. Waktu itu kayaknya dia "ngeh" banget dengan penjelasan saya. Ikhsan juga selalu mengelus2 perut saya dan mengajak bicara adik di perut. Sering juga coba mijit kaki saya sering nyut2an kala hamil tua.
Saya pikir it's enough to prepare ikhsan to be a "kakak". Ternyata oh ternyata itu belum cukup. Masih butuh proses panjang bagi ikhsan untuk menerima kehadiran adiknya tanpa rasa iri dan cemburu.

akhir-akhir ini, ikhsan seringkali uring-uringan tanpa sebab yang jelas. Dia ga mau kalau adiknya mandi duluan. Harus ikhsan yang pertama baru ikhfan. Kalau keduluan, bakalan ada huru-hara. Ikhsan akan nangis dan mukul-mukul mbak-nya, menyalahkan kok adik duluan yang disiapkan air mandinya. Dia juga akan marah kalau semua orang "ngudang" dan berada di sekitar adiknya. Ikhsan tetap ingin ada banyak orang yang menemani dia mainan di rumah.
Sebenarnya kalau mas ada di rumah, permasalahan ini sedikit teratasi karena mas bakalan nemenin ikhsan main dan saya bisa megang ikhfan. Lha permasalahannya kalau mas tugas luar kota dan saya harus meng-handel semuanya. Ikhsan ga mau kalau tidak ada yang menunggui dia mainan. Harus ada yang nemenin. Padahal dulu sebelum adiknya lahir, ikhsan sudah enjoy mainan sendiri. Sekarang itu tidak berlaku lagi hiks..hiks...

saya juga sering dengar cerita dari teman dan tetangga tentang kejadian seperti ini. Ada juga cerita yang ekstrim dari tetangga saya kalau si kakak gigit jari kaki adik bayinya sampai berdarah-darah gara-gara si ibu ngeloni si bayi. huh.., untung ikhsan ga sampai segitu. Banyak dewh cerita yang kadang bikin si ibu uring-uringan.

Tapi saya yakin, dengan berlalunya waktu ikhsan akan belajar menerima kehadiran adiknya. Dan saya juga bisa belajar bagaimana membagi perhatian saya dengan adil pada ikhsan dan ikhfan, karena saya sayang mereka. Luv you sons...
si kakak yang lagi caper

Komentar

Lidya Fitrian mengatakan…
mudah-mudahan capernya Ikhsan tidak berlebihan ya mbak, Ikhsan sayang adiknya kan ya
meilya dwiyanti mengatakan…
hehehe cemburu itu mbak, lucu ya... mudah mudahan cepet ilang deg cemburunya..

salam kenal ya mbaak...
Keke Naima mengatakan…
keke juga pernah masuk fase caper kok mbak.. hrs diingetin terus biar gak berlebihan
entik mengatakan…
@mba lidya: semoga saja mba..

@meilya: amien, salam kenal balik ya.

@mba mira: ternyata semua anak yang punya adik bakalan melewati fase cemburu sama adiknya ya??
fitri3boys mengatakan…
Fai juga begitu jeng, nti kapan2 aku mau share juga di blog...

fitri3boys mengatakan…
Fai juga gitu jeng...jadi pengen tulis juga di blog buat sharingan ya
Orin mengatakan…
heuheu...kadang emang begitu ya bu, lama2 jg pasti Ikhsan bisa 'akur' sm dek Ikhfan^^
Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan…
hehe... memang begitu pada umumnya, yang penting orangtua tetap menunjukkan rasa kasih sayang kepada semua anaknya, selamat ya, Mbak, semoga anak-anak tumbuh dan berkembang dengan sehat.
BunDit mengatakan…
Sibling rivalry memang sering terjadi pada anak yang barusan punya adik ya. Semoga Ikhsan bisa terus diberi pengertian dan jealous nya ke adik berangsur berkurang ya :-)
astin mengatakan…
plek ki' dulu di awal2 kelahiran azkia...bahkan pernah sampe adeknya ditutupin guling segala :D..tapi saat adeknya beranjak gede, mulai bisa ketawa2 kalo dia nggodain, dia mulai sayang kok sama azkia...
Elsa mengatakan…
waktu kakak ketiganya Dija baru lahir, Kakak Keduanya juga mengalami hal yang hampir sama.

Sang Ibu tidak boleh menyusui kakak ketiganya Dija. Kalo menyusui, kakak kedua ini tidak segan segan menarik adiknya itu agar menjauh dari sang ibu.

jadinya... ya untuk sementara dipisah dulu. si kakak kedua diungsikan ke rumah kakek neneknya seminggu atau dua minggu... trus balik lagi... trus ngungsi lagi... trus balik lagi....

hehhee bingung deh

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…