Langsung ke konten utama

ikhfan dari ASIX ke MPASI

tidak terasa ikhfan dan saya sudah melewati waktu 6 bulan bersama. Masa-masa pemberian asi eksklusif untuk ikhfan berakhir sudah. Ada rasa haru, bahagia dan puas bercampur jadi satu. Alhamdulillah akhirnya kami berdua bisa melewatinya dengan sukses dan lancar. 

Sekarang kalau mengintip stok ASIP di freezer tetap sama seperti saat awal saya memberi asix untuk ikhfan. Stok saya tetap 20an botol. Lega dewh kalao liat freezer penuh dengan botol-botol ASIP. Ga khawatir rasanya kalau saya harus ninggal ikhfan ke kantor atau keluar. Yang bikin deg-degan kalau listrik di rumah mati sampai lebih dari 2 jam. Deg-degan kalau ASIP-nya pada cair, saya bakalan nangis bombay kalau cair semua ;) hehe....

Memasuki masa MPASI, saya tetap memerah asi di kantor pada jam-jam yang sama seperti saat masa asix. menurut saya, dengan tetap memerah asi, akan menjaga produksi asi stabil alias banyak. Alhamdulillah saya tetap bisa mendapatkan 100-120ml setiap kali memerah. Kalau di kantor, saya memerah asi 2 kali karena pas jam istirahat saya bisa pulang ke rumah untuk kasih asi ke ikhfan. Kebetulan jarak rumah dan kantor cuma sekitar 1,5km saja.



Saya benar-benar menikmati masa ASIX ikhfan. Memerah asi dan nyetok ASIP jadi rutinitas sehari-hari, yang kalau terlewatkan rasanya bikin galau hehe...
Saya juga sudah bisa curi-curi waktu dikantor buat merah asi. Kalau kebetulan pas ada rapat dan pas dengan waktu saya memerah asi, saya tetap "ngilang" selama 15 menit. Yang penting bisa dapat 1 botol ASIP buat oleh-oleh ikhfan di rumah. Teman-teman kantor kebanyakan jadi maklum juga dengan rutinitas saya yang satu itu. Yah, walaupun ada beberapa teman yang sesekali meledek atao mengolok-olok saya. Ah, cuekin saja...

Ternyata masa-masa itu rasanya cepat berlalu. Ikhfan sudah 6 bulan dan mulai memasuki masa MPASI. Saya jadi teringat masa-masa bikin MPASI buat ikhsan. Dulu saya sangat-sangat rajin bikin kliping resep-resep MPASI baik dari internet atau dari tabloid. Nah, ternyata kliping-kliping saya itu sekarang berguna. Saya kembali membongkar-bongkar rak buku dan menemukan beberapa buku kliping saya tentang MPASI dan perkembangan bayi-balita.

Saya menemukan resep aneka puree dan bubur bayi. Hmmm...., mulai deh berkreasi bikin MPASI. Mix and match bahan buat bikin MPASI.
Untuk awalnya saya memilih memperkenalkan buah kepada ikhfan. Puree apel, pepaya, alpukat dan pisang jadi pilihan saya. Selama 1 minggu saya memberikan puree apel dan pepaya. Sehari sekali dan tertanya BAB-nya lancar. Selanjutnya 2 kali sehari dan 3 kali sehari. Kekentalan puree-nya juga saya sesuaikan.

Saya ingat dsa ikhfan yang memberi masukan bahwa dalam menu MPASI harus seimbang dalam artian jangan lupa memasukkan sumber makanan yang mengandung karbohidrat, supaya grafik berat badan-nya bisa naik dengan stabil.
Misalnya kalau mau kasih buah, kita bisa mix antara alpukat yang berkabohidrat dengan pepaya atau bubur beras+apel, ubi+buah, labu+buah, kentang +buah. Alhasil kita bisa mendapatkan lebih dari 10 macem puree dan bubur susu dengan nge-mix bahan yang ada. Itu bikin anak ga bosen dengan menu yang sama setiap harinya.

Saya lebih senang memberi MPASI homemade untuk ikhfan. Hanya sesekali saja saya kasih yang instan kalau kepepet ga ada waktu buat bikin. ;)
Dan ternyata ikhfan sangat menikmati menu-menu MPASI made in ibuna. Ikhfan akan menemukan puree/bubur susu yang sama, 4-5 hari lagi. Jadi lumayan variatif. Rata-rata ikhfan selalu habis kalau makan, bikin yang nyuapin seneng hehe...

Saya mencoba membiasakan ikhfan untuk makan sambil duduk (tidak digendong) dan di dalam rumah. Awalnya agak susah, tapi sekarang ikhfan sudah terbiasa. Dia tahu kalau saatnya makan maka dia akan didudukkan di kereta atau di kursi favoritnya. Dan, ikhfan ga minta gendong. Butuh 15-20 menit untuk nyuapin ikhfan.
Mba nur-asisten saya- juga jadi gampang kalau nyuapin ikhfan.

Sekarang ikhfan sudah makan 3 kali sehari dengan bermacem-macem variasi puree dan bubur susu. Semoga ga bosen ya le.. Maem yang banyak dan sehat terus ya... 







Komentar

Fitri3boys mengatakan…
wah hebat deh, congrats ya dah sukses ASIXnya.....

Ikhfan ganteng bgt dan montok deh
Elsa mengatakan…
ikhfan hebat yaa
maem nya banyaaakkk
sebentar lagi pasti tambah besar, tambah tinggi, dan tambah ganteng pastinya
Nophi mengatakan…
wah senang ya mbak.. alhamdulilah udah lulus hehe.. aku masih kurang 2bln lagi nih.. insya allah semoga lulus juga,
stoknya bnyak ya.. aku cuma sekitar 10botol :p
Dewi Indrasta mengatakan…
yang pasti, beruntung sekali Ikhfan mendapatkan asi eksklusif...
marsudiyanto mengatakan…
Wah, jagoannya sudah semakin besar, semakin kuat dan semakin variatif asupannya...
joogja circles mengatakan…
Asi eksklusif ya mbak, hebat. Insyaallah sehat. amin.
keke naima mengatakan…
selamat ya berasil lulus ASIX :)
jus manggis murah mengatakan…
duh makin pinter aja dede nya
distributor jelly gamat mengatakan…
duh selamat ya udah lulus. dede ikhfa mudah2an jadi anak paling soleh, amin

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…