Langsung ke konten utama

melangsing

beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel di tabloid nakita yang menggelitik hati dan pikiran. Artikelnya tentang melangsing bagi ibu-ibu yang badannya melar karena hamil. Wah cocok dengan kondisi saya ni hehe... Maklum selama hamil ikhfan kemaren, berat badan saya sempat naik hampir 20an kg. Wah penampilan dah kayak gajah bengkak ajah, lha jarum di timbangan selalu menunjuk di kisaran angka 70an kg. Pokoknya oh maigod dewh..
Berat badan saya sebelum hamil ikhfan di kisaran 50an kg dan sampai saat akan melahirkan, BB saya tepat 70kg. Ikhfan lahir dengan berat 3,4 kg dan berat badan saya setelah lahiran 65kg. Jadi cuma turun 5 kg saja ;(

Urusan berat badan bagi perempuan kayaknya bisa jadi urusan yang krusial juga. Kalau naik 1 kg aja hebohnya ga ketulungan tapi kalao turun 1 kg rasanya bahagiaaa banget. Bener ga? hayo para perempuan ngaku hehe..
Apalagi kalau ada temen yang ngomentari kita agak kurusan wah, pasti langsung senyum-senyum. Di kantor saya, ada beberapa temen yang sudah coba aneka macem cara untuk diet. Ada yang pake diet khusus ga makan makanan tertentu, tusuk jarum, sampai rajin aerobik seminggu 3-4 kali. Hasilnya ga begitu memuaskan. Turun 1 kg eh, bulan depan naek 1,5 kg.
Temen-temen kantor juga punya kelompok senam aerobik. Saya juga ikut gabung. Jadwal senam seminggu sekali. Banyak yang kepengin melangsing tapi ternyata susah. Jadi sebenarnya ada ga ya cara melangsing yang membahagiakan? no diet, no pills & no needles?

Setelah membaca artikel di nakita itu, saya menemukan jawabannya. Ternyata ADA cara melangsing yang tetep membuat kita love food & stay slim. Caranya dengan memprogram ulang pikiran kita. Bagi kita yang gemuk lantaran hamil, terkadang dulu saat hamil pikiran kita seakan "mengijinkan" kita untuk banyak makan atau makan apa pun yang kita inginkan. Alasan klasiknya, makan demi si calon jabang bayi. Tapi termyata itu adalah pendapat yang tidak tepat.

Bagi saya, masa-masa hamil memang masa penggemukan. Sebenarnya saya tidak terlalu banyak makan, tapi tetep saja berat badan naik rata-rata 2 kg tiap bulan. Padahal saya mual dan muntah hebat yang bikin ga selera makan, tapi ya badan tetep melar sampai 20an kg.
Jadi bersyukur dewh, ibu-ibu yang kala hamil cuma naik 10an kg, dijamin tidak bermasalah dengan berat badan yang berlebih. ;)

beberapa point di artikel nakita tentang melangsing yang saya ingat adalah
(1) makan ketika lapar fisik
kita boleh makan apa saja pada saat lapar fisik bukan lapar emosi. Jadi ketika perut benar-benar sudah terasa lapar barulah kita makan. Kita harus bisa membedakan mana lapar fisik dan mana lapar emosi.

(2) makan yang diinginkan
Makanlah makanan yang memang kita inginkan. Jangan karena ada teman yang mau nraktir kita bakso, trus kita mau saja dan selanjutnya kita teteap makan bekal makan siang. Nah lho, jadi makan dua kali to? jelas bakal terjadi penggemukan.

(3) makan dengan sadar
rutinitas sebagai ibu dan perempuan bekerja memang benar-benar menguras waktu dan tenaga. Kita harus pandai mengatur waktu termasuk waktu untuk diri sendiri. Me time termasuk waktu untuk makan. Mungkin kita pernah merasakan makan terburu-buru karena sebentar lagi anak bangun dan tanpa sadar sesi makan diperlakukan hanya sebatas menunaikan kewajiban saja. Kita jelas tidak bisa menikmati makan dan bisa berdampak kegemukan. Mengapa? karena suapan demi suapan masuk begitu saja ke dalam tubuh.
Akibatnya tubuh tidak sempat mengirimkan sinyal kenyang, padahal mungkin saja tubuh sudah cukup makan.

Saya seringkali mengalami hal ini, maklum saya tidak tidak punya asisten di rumah, jadi kalau sudah di rumah, urusan anak nomer 1 dan urusan makan jadi nomer terakhir.

(4) berhenti ketika netral
Nah, ini yang kadang sulit dilakukan. Berhenti makan ketika merasa sudah netral, sudah hilang sinyal laparnya. Seringnya kan kita makan dan berhenti setelah kenyang. Kalau belum kenyang, belum selesai acara makannya. Sudah makan nasi, ada cemilan masih ambil ya kan? jadi mari kita eat less & keep energetic...

(5) move more, perbanyak jumlah langkah
bagi ibu-ibu yang punya babysitter atau asisten, terkadang membuat kita kurang bergerak. Anak lebih sering bermain dengan pengasuh.
Jika kita tidak punya waktu khusus untuk olahraga, kita dapat move more dengan memperbanyak jumlah langkah kaki dan beraktivitas dengan anak. Ini akan membantu kita untuk melangsing.

Poin yang terakhir ini sudah berdampak nyata pada saya. Hikmah dari tidak punya asisten di rumah, semua pekerjaan rumah tangga saya kerjakan sendiri termasuk mengasuh ikhfan. Saat di kantor ikhfan saya titipkan tetangga dan ketika istirahat siang, saya sempatkan menengok ikhfan.
Mulai pulang kantor, saya terus bergerak mulai membereskan rumah sambil mengasuh duo ikhsan-ikhfan. Heboh, melelahkan plus menyenangkan.
Hasilnya, tubuh saya melangsing dengan sendirinya. Berat badan saya sudah hampir sama seperti sebelum hamil. Baju-baju lama pun sudah muat lagi. Dan yang terkena dampak melangsing bukan hanya saya saja, tapi mas juga ikutan turun berat badan karena dia dapat jatah nyuci baju-baju orang serumah plus cuci piring hehe...

Doh hebohnya kalau ga punya asisten. Tapi banyak hikmahnya, kita serumah jadi kompak, anak-anak lebih deket dengan kita dan yang tak kalah penting saya bisa melangsing tanpa diet ;)

saya mulai melangsing & ikhfan mulai menggemuk. Amien....

Komentar

puteriamirillis mengatakan…
hai mbak entiiikkk...apa kabar?
wah asyik nih melangsing diterapkan ah, tipsnya...:)
Akira's Blog mengatakan…
Ouw... aku malah pas hamil sempat mencapai hampir 80 kg. :D
Sekarang? Entah. Gak punya timbangan. Soal melangsing, yang ngefek di aku cuma satu: olahraga. Kalo laennya gak bisaaaa. Gak ngefek.... Mau ngatur makan, gak bisa krn ngantornya malem.
Lidya Fitrian mengatakan…
semoga dietnya berjalan dengan lancar ya mbak
Fitri3boys mengatakan…
hiks awal lahir aku melangsing, sekarang menggemuk karena makannya rajin buat ASI supaya banyak.
Nophi mengatakan…
betul mbak...
ASIX juga bikin melangsing loh, pengalamanku sih :p
entik mengatakan…
@mba putri: ai..ai mba, iya lagi dalam fase proses melangsing semoga sukses hehe...

@mba retma: olahraga emang efeknya besar. Menyehatkan dan bisa melangsingkan

@mba lidya: hehe.. diet yang disengaja mba...
entik mengatakan…
@mba fitri: iya pas kasih ASIX, berat badan turunnya cepet, tapi sekarang ya ga lagi

@mba nophi: betul..sepakat. kasi ASIX emang bikin melangsing

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…