Langsung ke konten utama

bikin siomay sayuran

akhir desember tahun 2013 yang lalu saya mendapat undangan pertemuan darmawanita di kantornya mas. Sebenarnya saya agak males datang karena acaranya pas hari saya ambil cuti akhir tahun. Pengennya ngruntel aja di rumah sama ikhsan-ikhfan

Tapi mas ngomporin, kalau acara darmawanita kali ini adalah demo masak bikin siomay. Akhirnya saya tergoda untuk datang karena pengen tahu cara bikin siomay, maklum kami sekeluarga adalah penggemar berat siomay hehe...

Berhubung ibu-ibu yang datang tidak banyak, jadi saya bisa ikutan masak di demo itu. Saya ikutan masukkan adonan siomay ke kulit pangsit yang kemudian dikukus. Selanjutnya siomay yang sudah matang bisa langsung disantap atau digoreng sesuai selera. Nah, siomay pas acara demo darmawanita itu dicampurin sayuran dan tanpa vetsin jadi cocok banget buat camilan anak-anak di rumah. Dan kayaknya bikinnya ga susah-susah amat...

Tertantang untuk nyoba? yap... saya tertantang ;)

Akhirnya minggu kemarin, berdua dengan kk ikhsan saya belanja bahan-bahan yang diperlukan di superindo.
Ini resep dan cara bikin siomay sayuran ala saya hehe...


bahan:
1/4 kg ikan tengiri
1/4 kg tepung sagu tani
2 butir telur ayam
2 butir bawang bombay yang kecil
2 sendok makan minyak wijen
garam, merica dan gula secukupnya
5 bawang putih
1 wortel
1 ikat bayam
cara:

1. daging ikan tengiri dn ulek, bawang bombay diiris tipis.
2. wortel dan bayam diiris kecil.
3. bawang putih dan merica dihaluskan, jangan lupa dandang diolesi minyak goreng dulu supaya siomay tidak lengket pas dikukus.

4. semua bahan dimasukkan ke dalam tempat untuk diuleni sampai tercampur dan kalis. Pas adonan diuleni bisa dimasukkan gula pasir. kalau sudah kalis kemudian dibungkus dengan kulit pangsit. 1 sendok makan adonan dibungkus dengan 1 kulit pangsit.
# pas demo masak kemarin, saya sempat tanya apa tanda adonan sudah kalis? ternyata adonan dikatakan kalis kalau adonan digenggam tangan dan ditekan adonan bisa keluar ~kalau bahasa jawanya mecothot, saya ga tau bahasa indonesianya apa ya?????~

5. bila dandang sudah panas, siomay siap dikukus selama 15-20 menit
6. setelah matang, siomay bisa langsung disantap atau digoreng sesuai selera.

Saya tidak membuat bumbu kacangnya karena rada ribet dan lama. (ah, ngaku aja males hehe..).
Siomay-nya jadi 30 buah dan saya simpen di frezeer, kalau kk ikhsan pengen makan siomay saya tinggal menggoreng atau mengukusnya. Makannya dicocol pake saos tomat. Ternyata enak juga lho...
Dd ikhfan juga suka...

komentar kk ikhsan," siomay ibu rasanya paling enak sedunia..."
aih, lebay banget dewh komentar si kk ikhsan, tapi sudah bikin hati saya melambung tinggi hehe...
yipiee...berhasil.
hayo...siapa mau siomay? silahkan merapat ke sini ;)

Komentar

Lidya Fitrian mengatakan…
mau dong kk somaynya, kesukaannya alvin juga nih somay
minimazee mengatakan…
hiyaaa.. pas ndak bisa datang pertemuan kemarin.. kayaknya mudah ya mb.. kapan-kapan bs dicoba niy.. makasih mb dah nulis resepnya.. jd bs mbayangin kmrn prakteknya pasti seru ya..

Elsa mengatakan…
mbaaakkk... aku jadi kepingin nyobain bikin juga
kayaknya kok guuuampang ya
hehheee
entik mengatakan…
@mba lidya: adek alvin juga suka? hayo sini merapat, maem bareng kk ikhsan hehe..

@jeng mini:hayo, dipraktekin bikin siomay-nya ditanggung d'ra seneng

@jeng elsa: emang gampang kok jeng, bikin adonannya cuma setengah jam aja dan siap dikukus.
Fitri3boys mengatakan…
mau juga somaynya dunkkk
meyrinda mengatakan…
Mauu coba ahhh daging tenggiri bs diganti gaa
Zakia mengatakan…
wah makasih banget resepnya, kebetulan saya juga penggemar siomay..

btw untuk kulitnya apakah beli jadi mbak? maklum saya tinggal di kota kecil (Cepu-Jawa Tengah)... blom ada yg jual kulit pangsit... huhuhu *curcol :D

dibookmark dulu ah website mbak :)
Emak Riweuh mengatakan…
Somaynya pake bawang bombay ya? Nyoba bikin ah ^_^
dey mengatakan…
mau juga ... :D
Dulu pernah biki dan berhasil, tapi ngga pake sayuran. Cuma disini agak repot cari daging ikan tenggiri, harus turun gunung dulu :D
Unknown mengatakan…
gak pkai air ya mak ? telur sj?
RiskiRingan mengatakan…
nyoba ah... :)
Mira Aqila mengatakan…
Waaaaaaaaa siap dicoba nih... ikannya bisa diganti ga ya dengan ayam... lagi puasa ikan laut :)
Ika Koentjoro mengatakan…
Kulitnya beli jadi ya Mak. Oya, ikan tengirinya berarti beli yang filled ya biar lebih mudah.
Ika Koentjoro mengatakan…
Itu kulitnya beli jadivya Mak. Oya, ikan tengirinya berarti enakkan beli fillet ya, hiar tinggal uleg
entik mengatakan…
@mba fitri:mari ke sini nyobain siomay hehe...
entik mengatakan…
@mba zakia: kulit pangsitnya beli yang sudah jadi. Kalau aku pake yang mereknya '79', belinya di superindo

@emak riwueh: iya pake bawang bombay biar gurih karena ga pake vetsin
entik mengatakan…
@mba dey: klau ga ada tengiri bisa pake udang lho

@irowati: pake telur ajah ga pake air
entik mengatakan…
@riski: silakan dicoba, gampang kok

@mba mira: kalau diganti ayam, kayaknya kurang sedap dewh, enaknya pake tengiri atau udang
entik mengatakan…
@mba ika: kulit pangsitnya pakai yang sudah jadi. Aku beli yang merek '79' di superindo.
bener beli tengiri filet, kulitnya dihilangkan ya, dagingnya dikerok aja pakai pisau terus ditumbuk
Orin mengatakan…
Aaah..jadi keengen nyicip somay terenak sedunia buatan Ibuuuu

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…