Langsung ke konten utama

kumpul-kumpul keluarga

tanggal 30 maret kemarin, kami diundang eyang untuk kumpul di rumah eyang di condongcatur. Ceritanya eyang pengen nraktir semua anak cucunya. Mbak ratna -kakak saya- yang di solo dateng bareng kedua jagoannya (naufal & fariz) minus suaminya yang lagi ngajar di wonogiri, Mba mah - kakak saya- dari semarang datang sendirian dan kelik -adik saya- dari semarang datang bareng istrinya (tante tatik) minus si kecil lesya yang rada capek jadi ditinggal di rumah biyungnya di magelang.
Saya datang bareng 2 krucil saya (ikhsan & ikhfan) minus mas yang lagi tugas di aceh.

Eyang ngajak makan di Boyong Resto di daerah Pakem. Disana udaranya adem karena udah deket dengan kaliurang. Kita memilih makan di gubug dan duduk lesehan sambil melihat ikan-ikan nilai yang guede-gede di bawah gubug. Kebetulan hari itu hari minggu jadi ada live musicnya. ada kelompok band yang bernyanyi lagu-lagu slow rock tempo dulu. Pengunjung juga boleh request lagu.
Ikhsan-ikhfan seneng banget liat performance band-nya. Ikhfan langsung joged-joged setiap kali band-nya mulai bernyanyi. Keren dewh.. apalagi suara sound sistem-nya bagus jadi makin tambah keren ndengernya.

Menu-menu andalannya adalah aneka ikan bakar atau goreng. Hmmm...lumayan yummy.. Anak-anak pada habis banyak makannya.

Jadi, saya pajang aja foto-foto pas kita makan-makan kemaren ya....

ini dia, si eyang yang nraktir kita ..., makacih eyang

sebelum makan, pose dulu

ikan-ikan yang berenang di bawah gubug

menu makan yang kita pesan

fariz & ikhsan - dua jagoan cucu eyang yang kompak pake baju kembar-

ini dia ikhfan -cucu eyang yang paling muda umurnya-

ikhfan maunya makan dan minum terus hehe...

saya -tante tatik -mba ratna- mba mah
cisss....senyum bareng

sebelum pulang, pose lagi...

sekali lagi, terimakasih buat eyang yang sudah nraktir kami semua... besok-besok lagi ya eyang....
walau tidak semua datang, tapi sungguh kebersamaan yang sebentar itu sudah cukup me-refresh semuanya. Keep in touch ya...adik kakak dan ponakan-ponakan saya..




Komentar

dey mengatakan…
Kumpul keluarga itu, gak tergantikan nilainya ya mbak.
Vera mengatakan…
Seruuu ya kumpul2 gt palagi ditrakterrr
Fitri3boys mengatakan…
kumpul keluarga sambil makan2 selalu menyenangkan ya...
Lidya Fitrian mengatakan…
kumpul-kumpul keluarg apasti makan2 ya mbak :) seru
Keke Naima mengatakan…
kelihatannya enak restorannya

kumpul keluarganya seru :)
entik mengatakan…
@mba dey: bener mba.. kumpul keluarga memang jadi momen yang spesial karena kita ga mesti tiap bulan bisa kumpul-kumpul

@Vera: betul... seneng kalau ditraktir bisa makan sepuasnya dan gratis
entik mengatakan…
@mba fitri & mba lidya:yup bener seru dan menyenangkan mba..

@mba chi: resto-nya memang enak suasananya...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad