Langsung ke konten utama

cerita siemen pertama-ku

sekarang kemana pun pergi, setiap orang pasti bawa hape. Tidak hanya satu tapi terkadang dua masih ditambah gadget lain seperti tablet maupun netbook. Saya teringat 12 tahun yang lalu ketika saya belum punya ponsel. Waktu itu rasanya santai aja ga punya hape. Ga sms atau telpon lewat hape belum merupakan sesuatu yang aneh. Nah kalo sekarang, hape tertinggal di rumah aja sudah bingung banget, kayak separuh hidup ga kebawa ajah ;)

Pengalaman saya punya hape pertama, waktu awal jadi pegawai kantoran. Ada orang yang berbaik hati mau memberi saya hape bermerek siemen C35. Alasannya biar mudah menghubungi saya sewaktu-waktu kalau kangen. Aih, tapi waktu itu saya masih sok gengsi menolak pemberian hape dari cowok ganteng yang sekarang jadi bapakna anak-anak. Heran dewh dulu kok gengsinya tinggi banget nolak pemberian hape gratisan...akhirnya si siemen c35 tidak jadi milik saya. Ketika dulu mas menanyakan alasan saya menolak hape pemberiannya, alasan saya sederhana, saya belum membutuhkan hape untuk saat itu. (alasan yang sok anti perkembangan teknologi banget dewh...)

Sampai sekarang saya masih sering geli sendiri dengan kejadian penolakan hape itu hehe....

si siemen C35 yang tidak jadi milik saya karena sok gengsi ;(
gambar diambil dari http://www.handsetdetection.com

Tapi ternyata seiring waktu dan perkembangan teknologi akhirnya membawa saya di posisi terpojok untuk memiliki hape.

Saya mendapat tugas dari kantor untuk pergi ke kupang selama 1 minggu. Waaa... kali ini saya benar-benar mengakui kalau ternyata jarak yang jauh membutuhkan teknologi untuk "mendekatkan". Ketika berada di tempat jauh, bertelpon atau ber-sms benar-benar membuat kita tidak merasa jauh dengan orang-orang terdekat kita.

akhirnya saya menghapus alasan saya "belum membutuhkan hape". Saat ini saya butuh yang namanya hape, alat kecil yang bisa untuk berteleponan dan berkirim pesan. Untuk hape pertama, pilihan saya jatuh pada siemen A55 warna biru tua.
gambar diambil dari http://www.mobilmania.cz

si siemen A55 ini menemani saya di kupang selama 1 minggu. Waktu itu bisa berteleponan dan ber-sms-an dengan mas yang ada di jogja merupakan moment yang menyenangkan...
Siemen A55 menjadi hape pertama saya sampai 3 tahun....

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita Hape Pertama

Komentar

EventJogja mengatakan…
wah hp jadul penuh kenangan ya, kenangan yg ga bisa dilupakan :D
vera mengatakan…
hp pertamaku apa ya namanya...aku lupaaa....soalnya dulu keukeuh pengen hp baru tp uang cuma ngepas buat beli nokia/siemen seken. akhirnya beli hp baru yg merknya antah berantah itu hihihi...
Lidya Fitrian mengatakan…
malu-malu untuk menerimanya ya mbak :)
Keke Naima mengatakan…
suami saya tuh dulu yg penggemar siemen :)
Fitri3boys mengatakan…
wah wah kalau ibu 3 boys gak nolak sie kalau dikasi hape apalagi yg kasih cowok ganteng he he he he
Istiadzah mengatakan…
hahhha sok2an gengsi siiih. :D

Makasih ya mak udah ikutan GA saya :))

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…