Langsung ke konten utama

senyum bertiga

mbak ratna-mbak rahma-saya

Mba ratna, mbak rakhma dan saya adalah kakak beradik. Usia kami hanya terpaut 2 tahun saja.   Semenjak kecil, ibu kami sering memakaikan kami baju kembaran. Jadi kami sering terlihat seperti anak kembar tiga.

Saat pernikahaan adik laki-laki kami di tahun 2010 yang lalu, merupakan moment kami untuk bertemu dan memakai baju kembaran seperti saat kami kecil dulu. Walau terpisah jarak dan waktu karena kami tinggal di kota yang berbeda, tapi senyum kami membuktikan bahwa hati kami selalu dekat.
 

Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Blog CIMONERS


Komentar

Fitri3boys mengatakan…
wah kompaknya..sukses jeng
Lidya Fitrian mengatakan…
senyumnya manis smeua mbak. Good luck ya
Santi Dewi mengatakan…
senangnya melihat kebersamaan yg kompak :)
nh18 mengatakan…
Terima Kasih telah berkenan untuk mengikuti lomba Foto yang diadakan oleh The Cimoners

Semoga sukses ya Mbak Entik

Salam Kami
dey mengatakan…
Kalau saudara perempuan lebih gampang ya di ajak kembaran pakai baju.
Indah Nuria Savitri mengatakan…
senyumnyaaa 0...makasih sudah ikutan lomba foto kami...salam cimoners et bon courage :)
Keke Naima mengatakan…
senyumnya manis2 semua :)
Izin menyimak aja mas :)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad