Langsung ke konten utama

masjid Muhajirin Perumnas Condongcatur


foto ini saya ambil di depan masjid muhajirin perumnas condongcatur, sleman, yogya, ketika sholat jumat tanggal 11 Juli 2014. Karena mesjid ini adalah mesjid paling besar di lingkungan tempat tinggal saya, jadi ketika sholat jumat, jamaahnya tumplek sholat disini. Bisa dilihat jumlah motor yang diparkir, halaman mesjid tidak mampu menampungnya, jadi parkiran motor meluber sampai pinggir jalan.
spanduk pengajian akbar yang diadakan mesjid lain pun dipasang di depan mesjid muhajirin. Itu karena jamaah masjid Muhajirin lumayan banyak jadi diharapkan baca spanduk itu dan bisa datang ke acara pengajian akbar di masjid Quwatul Islam.



Komentar

Fitri3boys mengatakan…
sukses Ganya ya jeng
Santi Dewi mengatakan…
saya tuh paling senang jika melihat hari Jumat masjid penuh oleh para laki2
MF Abdullah mengatakan…
Subhanallah... :)
Sukses untuk GA-nya, Semoga beruntung dan menjadi pemenang... Amin... :D

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Taqabbal Yaa Kariem..
Mohon Maaf Lahir dan Batin :)
dunia kecil indi mengatakan…
Good luck untuk lomba fotonya. Selamat lebaran, maaf lahir batin ya :)
The Ordinary Trainer mengatakan…
Juri datang membawa form penilaian
Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba foto di blog The Ordinary Trainer
Semoga Sukses
# 102
herbalku mengatakan…
wah iya tuh penuh gituu tumplek semua ,,haha
vimax asli mengatakan…
your article is this very helpful thanks for sharing...:)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…