Langsung ke konten utama

ketemu dokter gigi untuk pertama kali...

Urusan dengan gigi, terkadang harus berakhir di ruang praktek dokter gigi untuk "dieksekusi". Saya sejak kecil sebenaranya ngeri kalau harus masuk ke ruang prakter dokter gigi. Merinding liat kursi dan alat-alatnya. Mungkin saya punya pengalaman ga mengenakkan dengan gigi ketika saya berumur 8 atau 9 tahun. Kala itu gigi geraham saya berlobang dan sering sekali sakit . Akhirnya saya dibawa bapak ke dokter gigi. Berhubung lobang sudah sangat besar, kayaknya gigi geraham saya tidak memungkinkan untuk diselamatkan dan saya harus merelakan untuk dicabut. Huaa....takut dan ngeri waktu itu dan sampai sekarang saya masih ingat perasaan takut itu.
Walau dokter gigi sudah menenangkan dengan kata-kata lembut, dibilangnya ga bakal sakit dan besok sudah bisa langsung makan seperti biasa, tapi yang namanya anak-anak, rasa takutnya ga ilang-ilang.

Dan setelah dicabut, selama seminggu saya masih merasakan nyut-nyut pada bekas gigi yang dicabut dan belum bisa makan dengan enak. Sejak itu saya takut banget sakit gigi, dan dengan kesadaran sendiri rajin menyikat gigi. Bapak dan ibu dulu ga begitu gencar mengingatkan anak-anaknya untuk sikat gigi. Tampaknya acara sakit gigi jadi hal yang biasa di keluarga kami kala itu.

Karena pengalaman itu, sekarang saya menerapakan wajib sikat gigi pada ikhsan-ikhfan minimal sehari 3 kali. Sebelum tidur wajib sikat gigi dan tidak ada acara minum susu sebelum tidur. Kalau mau minum susu ya sebelum sikat gigi.



Kadang ajakan sikat gigi sebelum tidur bisa berjalan dengan ok tanpa berdebat dengan si kakak ikhsan, terkadang harus pake acara penolakan ikhsan dengan berbagai alasan. alasan yang paling sering adalah sudah ngantuk berat dan ga kuat untuk gosok gigi.  Saya mencoba mengatasinya dengan membawa sikat gigi dan tempat kumur ke tempat tidur dan menunggu ikhsan sikat gigi di sana. Saya tidak memaksa ikhsan untuk selalu sikat gigi di kamar mandi ketika mau tidur.
Kadang juga ikhsan beralasan masih mau makan cemilan jadi menunda acara sikat gigi padahal udah ngantuk. Lucu juga sih, kalau disuruh sikat gigi, alasannya ngantuk tapi kalau ngemil jadi ga ngantuk.

Nah, kalau si adek ikhfan lebih gampang diajak sikat gigi sebelum tidur. Ikhfan memang sudah terbiasa tidak minum susu sebelum tidur dan kalau malam terbangun tidak minta susu tapi air putih. Saya selalu sikat gigi bareng ikhfan sebelum tidur. Dan ikhfan selalu senang kalau lihat mulut saya penuh busa ketika sikat gigi. Sejak ikhsan masuk SD, ikhsan susah diajak sikat gigi bareng saya. Yang mau sikat gigi bareng saya malah ikhfan.
Semoga kebiasan sikat gigi sebelum tidur yang sudah terbentuk ini dapat terus terjaga.

Seperti yang saya tulis di atas, urusan gigi terkadang harus berakhir di tangan dokter gigi. Nah, beberapa waktu yang lalu gigi ikhsan yang bawah mulai goyang, tapi ikhsan selalu saja takut kalau melihat giginya copot. Padahal sudah beberapa kali giginya copot dan sebenarnya tidak banyak darah yang keluar. Tapi dasar sudah parno dengan gigi yang mau copot, jadi setiap ada giginya yang goyang selalu dieman-eman, jangan sampai copot. Sampai kalau makan harus hati-hati banget supaya jangan nyenggol gigi yang goyang.

Dan gigi bawah yang goyang kali ini sampai tumbuh gigi baru di belakangnya. Hampir 1 bulan saya membiarkannya, sampai gigi baru yang tumbuh hampir sama tingginya dengan gigi yang goyang. Mau saya cabut sendiri, ikhsan sudah teriak-teriak menolak mentah-mentah.

Akhirnya saya mencoba merayu ikhsan ke dokter gigi untuk mencabut gigi yang goyang itu. Takutnya nanti kalau ga dicabut, pertumbuhan gigi barunya jadi ga sempurna dan susunannya jadi ga rapi. Berhari-hari merayu, akhirnya malam minggu kemarin saya berhasil merayu ikhsan dan mengajaknya ke poli gigi RSCC.
Ikhsan bersedia diajak ke dokter gigi dengan iming-iming mendapat uang 50 ribu dari saya.

Ternyata ketakutan ikhsan dicabut gigi di dokter gigi hilang semua karena bu dokter gigi sangat ramah dan meyakinkan ikhsan kalau gigi yang akan dicabut tidak akan sakit hanya akan terasa dingin saja. Bu dokter gigi menjelaskan secara detil cara perawatan gigi dan peristiwa ganti gigi pada anak usia 7-13 tahun adalah normal. Menggosok gigi secara rutin dan sebelum tidur akan mencegah timbulnya karang gigi dan gigi berlubang. Ikhsan manggut-manggut mendengar penjelasan bu dokter gigi.

hu..uuh saya juga lega karena proses mencabut gigi yang sudah goyang itu hanya butuh beberapa detik saja tanpa tangisan ikhsan.
Ikhsan juga tampak lega, "ternyata ga sakit bu..., cuma berasa asin aja," kata ikhsan.
Lebih senang lagi, karena bu dokter gigi memberi ikhsan hadiah sebuah penggaris lucu.

Dan sampai rumah, urusan mengajak sikat gigi ikhsan sebelum tidur tidak lagi sesusah waktu-waktu kemarin. jadi sebenarnya mengajak anak ke dokter gigi, bukan sesuatu yang "mengerikan" seperti saat saya masih kecil dulu.

Sebaiknya memang memeriksa gigi secara rutin ke dokter gigi sangat baik untuk menjaga kesehatan gigi kita, tapi itu masih jadi pe-er buat saya hehe... karena butuh niat yang gede untuk ngejalaninnya.

So far.. edukasi tentang perawatan gigi dengan menjaga kebersihannya sudah saya ajarkan kepada ikhsan-ikhfan sejak gigi mereka mulai tumbuh. Harapan saya kebiasan menjaga kebersihan gigi akan melekat pada mereka sampai dewasa dan bisa menular kepada orang-orang di sekitarnya.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menjadi contoh bagi mereka bahwa saya juga rutin menggosok gigi saya, jadi menurut saya cukup adil ketika saya meminta ikhsan-ikhfan untuk sikat gigi pagi, sore dan sebelum tidur. Saya sering menggosok gigi dan memperlihatkan di depan ikhsan-ikhfan cara menggosok gigi yang benar.
Semoga saja, gigi mereka tetap bersih, sehat dan tidak berlobang sampai mereka dewasa ;)

 #jadi mari menjaga kebersihan dan kesehatan gigi kita ;)


proses mencabut gigi yang hanya beberapa detik

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
kk Ikhsan pinter ya..kk Fai malahan belum berani ke drg nih
entik mengatakan…
hehe..iya mba fitri, Kalau alasan ke dokter gigi mau mencabut gigi yang goyang sih ga begitu mengerikan tapi kalau urusa giginya seputar gigi yang berlubang lah itu yang rada "mengerikan" hehe...
Pengobatan Keputihan mengatakan…
harus menjaga pola makan ya mbak
Nur Susianti mengatakan…
Kalau dokter giginya menyenangkan memang anak-anak jadi ga tajut ke dokter gigi ya. Ponakan yg umur 5 tahun minggu lalu ke dokter gigi di puskesmas, dan dokter giginya baik sekali :)
tapi ada bagusnya mba
setalah dicabut gigi kan jadi rajin sikat gigi sekarang :D
Nophi mengatakan…
Aku was was nih mbaaa, dengan giginya Kynan, soalnya ada teman yang gigi anaknya depan bagus tapi gerahamnya ada yang lubang gituuu
Saya pernah sekali ke dokte gigi untuk mencabut gigi yang udah goyang
Lidya Fitrian mengatakan…
jadikan kegiatan rutin mengosok gigi bersama ya mbal
meski saya sudah besar perasaan takut sama dokter gigi itu selalu ada..hhe

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad