Langsung ke konten utama

ikhsan-ikhfan dan air

ikhfan 3th 3bln, si anak yang paling kecil di rumah sekarang rasanya cepat sekali tumbuh menjadi besar. Saya kadang kangen masa-masa ikhfan bayi. Kangen menggendong dan mendekap tubuh mungilnya. Eh, sekarang kok ya, badannya tambah tinggi dan dah ga pantes kalau saya menggendongnya seperti bayi. Tapi dasar saya-nya yang pengen gendong-gendong ikhfan seperti bayi jadi ikhfan mau juga digendong kayak gitu hehe...

Akhir-akhir ini ikhfan dan si kakak ikhsan mulai keranjingan mainan air di sungai dekat rumah. Sungai ini biasa disebut kali kuning. Air sungai ini berasal dari gunung merapi. Rumah saya hanya berjarak 1 km dari pinggir kali kuning ini.
Karena sekarang masih musim kemarau, jadi saya memperbolehkan ikhsan-ikhfan ditemani mbak fitri (asisten saya) maen air di kali kuning. Dulu kala merapi meletus tahun 2010, air di kali kuning dipenuhi lahar dingin dan rumah saya jadi area waspada terkena banjir lahar dingin.
Setelah 5 tahun berlalu, pasir-pasir di kali kuning sudah sangat berkurang karena diambil oleh truk-truk pasir yang setiap hari datang ke kali kuning. Di musim kemarau ini, air di kali kuning sudah sangat surut, hanya semata kaki saja. Tapi airnya sungguh jernih dan bersih.

Ikhsan-ikhfan sangat senang bisa menjaring ikan di kali kuning. Ikan-ikan kecil juga udang kecil sangat mudah dijaring.
Bagi Ikhfan acara maen di kali kuning harus basah kuyup, jadi harus bawa bekal baju ganti dan handuk. Kalau kakak ikhsan sih ga sampai basah kuyup. Tapi mereka berdua sangat menikmatinya. Saya jadi teringat waktu saya kecil dulu juga seneng kalau maen ke kali.
Mas yang selalu wanti-wanti kudu ati-ati kalau pas maen di kali, selalu liat arah gunung merapi. Kalau disana terlihat mendung harus cepet-cepet pulang takut kalau tiba-tiba air datang dari atas.
Saya juga ikutan wanti-wanti si mbak tentang hal yang satu ini. Harus selalu waspada.

Ya..anak-anak memang suka dengan segala sesuatu yang berbau air...
Siapa yang mau ikut bergabung maen air di kali kuning bareng ikhsan-ikhfan, mari ke mari datang ke rumah kami di desa tanjungsari, ngaglik, sleman. Bermain air dengan seru yang murah meriah hehe....





Komentar

Fitri3boys mengatakan…
mau mau banget deh gabung main di kali kuning bareng ikhsan dan ikhfan...
Elsa mengatakan…
beruntungnya mbaaak...
aku pingin banget ajak dija main main di kali yang kecil dan bening bersih
sampe sekarang belom nemu

Gustyanita Pratiwi mengatakan…
Lg musim udang berarti y, enak dipeyek hihi
Heni Puspita mengatakan…
Rayyaan pasti suka banget nih main di sini

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad