Langsung ke konten utama

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, alarm badan saya mulai berbunyi.
Dimulai dengan badan yang terasa sangat cuapek dan lemas. Perut ga nyaman seperti masuk angin. Dan waktu itu kebetulan sekali asisten saya di rumah lagi sakit gigib dan mas lagi tugas ke bandung. Pulang kantor saya sudah ga kuat pegang anak-anak, cuma bisa rebahan dengan badan yang rasanya ga karu-karuan.
Kakak ikhsan dengan kesadaran sendiri mulai mencarikan minyak kayu putih dan mengambil termometer.
"ibu panas, ayo sini di tem suhunya," kata kakak dengan gaya orang dewasa.
Saya nurut aja. Ternyata suhu saya mencapai 38 derajat. Begitu tahu suhunya, kakak ikhsan sudah ribut.
"wah ibu harus minum obat. Aku kalau panasnya 38, yo mesti dah disuruh minum obat sama ibu.!"
Saya cuma manggut-manggut aja dan tersenyum ketika melihat kakak ikhsan mencari parasetamol di lemari obat. Ketika kakak ikhsan berhasil menemukannya, saya dipaksa untuk meminumnya.

Saya mulai berpikir, kalau saya kayaknya sakit beneran. Bukan hanya kecapekan dan masuk angin biasa. Di kepala sudah terbayang kalau saya sakit, bagaimana dengan rutinitas rumah? anak-anak? padahal posisi mas masih di bandung. Sementara mba fitri, asisten saya, juga masih sakit gigi dan hanya tiduran di kamar.
Huhu...

Akhirnya dengan mengumpulkan kekuatan, keesokan harinya saya nekat nyetir mobil sendiri membawa anak-anak pulang ke rumah eyang.- satu-satunya tempat yang harus saya datangi dan mintai tolong.
Sampai di rumah eyang, saya dipijit sama eyang tapi setelah dipijit suhu badannya malah naeik jadi 39 derajat. Doh...kayaknya saya butuh pertolongan dokter.

Karena dokter langganan saya deket dari rumah eyang, saya  berangkat sendiri naek motor ke sana. Alkhamdulillah ga jatuh pas naek motor wong kepala saya sudah berdenyut-denyut pusing.
Setelah diperiksa dan dikasih obat saya pulang. Tapi panas badan saya naek turun. Setelah minum obat, panas turun tetapi ketika malam hari panas naek lagi ditambah badan terasa menggigil.
Di pagi hari panasnya turun, jadi saya masih nekat antar jemput sekolah kakak ikhsan walau kalau sampai rumah badan rasanya mau pingsan saking lemesnya.

Mas akhirnya memutuskan pulang ke yogya 2 hari lebih awal setelah saya beritahu kalau saya panas. Dipaksa mas, akhirnya saya dibawa ke UGD RS. Saya diminta cek darah karena ada kecurigaan Demam Berdarah atau typus.
Begitu hasil tes darah keluar, ternyata saya positif terserang typus. Yap dan saya harus bedrest.
Ga ada pilihan, akhirnya saya mengiyakan untuk bedrest di RS. Huuhu...sedih juga harus opname di RS dengan jarum infus di tangan. Inget anak-anak di rumah cuma sama mba fitri dan eyang saja.


Saya ga pernah opname di RS karena sakit, pernah masuk RS 2 kali itu karena melahirkan ikhsan-ikhfan. Jadi ketika opname karena sakit rasanya gimana..aa gitu. Tapi hati saya jadi tenang karena ada mas.
"tenang, jeng tak openi ," kata mas menenangkan saya.
huhu...jadi melow juga, walau akhirnya saya sering ditinggal sendirian di RS karena mas harus antar jemput kakak ikhsan dan ngecek keadaan ikhfan di rumah.
Yang bikin sedih itu kalau mulai kangen sama suara celoteh ikhsan ikhfan. Di hari ketiga saya minta mas membawa ikhfan ke RS, saya kangen berat sama bocah kecil itu. Haa..dan ketika ketemu saya, ikhfan langsung jingkrak-jingkran seneng dan mengajak saya untuk foto selfie. Lucu jadinya.

5 hari di RS, ternyata saya membutuhkan waktu hampir 1 bulan untuk pemulihan karena badan rasanya lemes untuk aktivitas sebentar.
Beberapa teman menyarankan saya untuk mengonsumsi kapsul cacing (vermint) untuk mempercepat pemulihan tubuh. Saya habis 3 botol vermint selama hampir satu bulan. Alkhamdulillah bulan desember ini badan sudah terasa enak dan fit.

Sakit kemarin benar-benar membuat saya instropeksi bahwa;
* manajemen waktu untuk seorang perempuan yang punya tanggung jawab sebagai ibu dari 2 anak, istri pegawai kantoran dan anak perempuan-nya eyang harus bener-bener bagus tanpa menghilangkan tanggungjawab.
* saya harus mulai berbagi tugas di rumah dengan orang lain seperti urusan antar jemput sekolah ikhsan ikhfan dan mba fitri asisten saya. Mba fitri yang sekolah di malam hari, terkadang menguras energi saya kalau harus mengantar dan menjemputnya. Kadang terbersit juga rasa bersalah, kok saya ga bisa antar jemput sekolah anak-anak, tapi ternyata urusan antar jemput menguras banyak energi saya karena terkadang saya harus terburu-buru karena harus segera kembali ke kantor tanpa sempat makan siang.
* pola makan saya harus ditata ulang. Sarapan adalah hal yang wajib. Makan siang dan  malam juga harus teratur.
* istirahat dan menjaga stres ternyata juga berpengaruh pada kesehatan

Alkhamdulillah Allah mengingatkan saya. Jadi mari jaga anugerah kesehatan yang diberikan Allah kepada kita.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.