Kamis, 22 Desember 2016

selamat hari Ibu

Setiap orang pasti punya kenangan tentang Ibu. Ada juga yang mengidolakan Ibu-nya dan pengen seperti Ibu-nya setelah berkeluarga kelak. Ibu memang orang pertama yang kita kenal di dunia. Bukankah  dari air susunya kita dapat bertahan hidup dunia? cara Ibu mengajarkan kita tentang kehidupan juga berbeda-beda. Begitu juga dengan Ibu saya.

Setelah saya menjadi Ibu, saya baru tahu alasan mengapa dulu alm. Ibu sangat-sangat cerewet mengatur anak-anak dan keluarga. Ibu saya adalah perempuan bekerja yang multi tasking. Jaman saya kecil, Ibu selalu memasak sendiri untuk keluarga dan menyediakan aneka cemilan sebelum berangkat ke kantor. Pokoknya Ibu memastikan di rumah tersedia makanan untuk anak-anak baru beliau berangkat kantor.

Selasa, 20 Desember 2016

Nonton film “SING”


Mengawali liburan akhir tahun ini, hari minggu kemarin saya mengajak Ikhsan dan Ikhfan nonton film SING di bioskop. Awalnya cuma bertiga aja karena mas suami lagi keluar kota, tapi trus teringat sahabat saya yang juga dekat sama Ikhsan Ikhfan untuk ikutan gabung nonton biar lebih seru. Akhirnya saya ngajak tante Rini untuk ikutan.


Saya memilih menonton di CGV Blits di Jwalk yang jam 11 siang. Seneng nonton di sana karena menurut saya ini bioskop ramah buat penonton anak. Tidak terlalu penuh sehingga nanti kalau pas film sudah diputar dan Ikhfan mulai berjalan-jalan di antara kursi penonton tidak ada yang protes hehe...
Untuk bekal, saya sudah nyiapin makan siang adek Ikhfan, biar dia tidak begitu rewel kalau di pertengahan film merasa lapar. Kalau untuk kakak Ikhsan, ntar cukup beli popcorn aja di sana.

Nah, ini saya tulis garis besar review film SING yang kemaren kami tonton.

Kamis, 15 Desember 2016

Sapaan Hangat di Pagi Hari



Ada orang yang bilang jika kita mengawali hari dengan senyum maka hari kita akan indah tapi jika kita mengawali hari dengan marah maka it will be a bad day. Pernah ngalami ga? Ketika bangun pagi dan mood kita bagus, rasanya hati ini enteng aja mengawali aktivitas. Tapi kalau kita bangun kesiangan, uring-uringan dan tergesa-gesa berangkat beraktivitas, biasanya ada saja barang yang ketinggalan dan rasa hati jadi “kemrungsung”.
 
Kejadian ketinggalan barang karena tergesa-gesa dan hati kemrungsung sudah beberapa kali dialami mas suami dan ikhsan. Yang pertama karena ikhsan keasyikan liat film kartun menjelang berangkat sekolah ga terasa sudah jam setengah tujuh. Karuan aja bapaknya bersiap ngebut. Begitu mobil berangkat, saya baru ngeh kalau tas sekolah Ikhsan ketinggalan. Waduh..., saya telp mas suami kalau tas Ikhsan ketinggalan dan saya minta berhenti akan saya susulkan. Akhirnya saya pun jadi ikut tergesa-gesa dan ngebut mbawain tas. Untungnya baru jalan sekitar 1 km dari rumah jadi masih bisa kesusul.

Sabtu, 05 November 2016

Outbond di Kebun Buah Naga Bona Mitra Multifarm


Hari Kamis 3 November kemarin, sekolah Ikhfan, TKIT Baiturahim ada minitrip untuk mengenal tentang tanaman buah naga ke Taman Buah Naga Bona Mitra Multifarm di daerah Lempongsari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Lokasinya di sebelah Utara Monjali, depannya Hotel Hyatt Jogja. Mumpung punya waktu kosong, saya dengan senang hati mengantar Ikhfan. Terus terang saya belum pernah tuh masuk kebun buah naga yang tanamannya berbentuk kayak kaktus raksasa itu tapi buahnya manis banget. Jadi Penasaran.

Jumat, 28 Oktober 2016

perempuan dan me time



Saya menyadari sebagai seorang perempuan dan juga ibu saya harus bisa menjadi perempuan yang multitasking. Ada banyak tanggungjawab yang tersampir di pundak saya. Tanggung jawab sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pekerja, juga sebagai anak yang harus mengurus eyang (bapak saya). Kayaknya banyak dewh yang harus dikerjakan dalam sehari. 

Aktivitas dan tanggungjawab yang banyak itu terkadang bikin stres juga lho. Misalnya saja urusan sepele seperti menyiapkan menu makanan harian untuk orang rumah. Saya kadang mentok ga dapat ide mau menyajikan apa di meja makan untuk sarapan. Untuk urusan masak memasak saya bisa tapi ga jago, hanya standar bisa dimakan hehe.

Senin, 24 Oktober 2016

Belajar Positif Parenting [PART 2]


Melanjutkan postingan positif parenting PART 1 disini, saya posting lanjutannya.
Setelah membulatkan niat dan komitmen untuk menjadi orang tua yang baik dengan menerapkan positif parenting, kita harus lebih banyak membaca dan mencari informasi seputar positif parenting. Ga mungkin kan, cuma ada niat tanpa ilmu untuk menerapakan positif parentng? kayaknya susah banget deh. Nah ini  ada  beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika ingin menerapkan positif parenting: 

Jumat, 14 Oktober 2016

Belajar Positif Parenting [Part 1]



Kemarin Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 saya mengikuti sebuah Talkshow menarik tentang positif parenting di Fakultas Psikologi UGM dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa. Talkshow kemarin terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama paparan tentang emosi dalam keluarga yang disampaikan Prof Subandi dan good parenting yang disampaikan Prof. Noor Rahman. 

Sedangkan sesi kedua menghadirkan 2 keluarga (keluarga Pak Broto dan keluarga Anto) yang menerapkan dua pola asuh yang berbeda pada anak-anak mereka yang “menghasilkan” produk anak dengan prestasi yang berbeda. Sesi yang kedua sangat menarik karena salah satu keluarga yang hadir adalah keluarga Antok. Anto pernah hadir dalam acara Kick Andy, menceritakan tentang proses pemasungan dirinya karena dianggap depresi dan membahayakan masyarakat sampai akhirnya Anto dapat terbebas dari pasung dan depresi. Selain terbebas dari pasung, Anto juga sukses dapat kuliah dan berkreasi dengan batik. Proses panjang sekitar 3 tahun berhasil dilewati Anto.

Kamis, 29 September 2016

Mengenal Megacolon Konginetal (Hirzprung Disease)

Saya bahagia sekali ketika mendengar kabar keponakan saya yang berprofesi sebagai bidan melahirkan anak keduanya dengan normal dan selamat. Saya dapat status baru yaitu “eyang” karena menurut adat Jawa, secara garis keturunan anak dari keponakan saya adalah cucu dari kakak saya sehingga bayi itu juga dianggap cucu saya.

Satu hari setelah mendengar kabar kelahirannya, saya langsung meluncur ke rumah sakit untuk menengok. Pengen buru-buru melihat cucu baru. Cucu saya ini terlahir laki-laki dengan berat badan kurang lebih 3 kg, lahir secara spontan. Ibu dan bayi sehat semua. Melihat bayi, tangan saya gatal ingin menggendong dan ketika saya gendong keponakan saya menyeletuk,
“Wah, bulik (tante) masih wangun (=pantas) punya bayi lagi lho..”
“Masa sih?” tanya saya sambil mengayun-ayun si kecil Fadli yang menatap saya dengan pandangan lucu.
menggendong Fadli yang berumur 1 hari

Jumat, 23 September 2016

Menjadi Orang Tua yang Bijak Ber-internet



Saya adalah generasi tahun 90an, saat-saat awal yang namanya internet mulai dikenal oleh anak-anak muda di Indonesia. Di tahun pertama saya SMA, saya mulai mengenal yang namanya email atau surat elektronik, website dan chating-chating ala IMRC maupun YM. Cara menggunakan internet saya peroleh dari teman-teman dan juga pernah sekali ikutan workshop gratisan tentang internet. 
 
Waktu itu, bisa menggunakan internet tuh sesuatu banget deh karena belum banyak anak-anak muda sebaya saya yang bisa pake internet. Jadi rasanya seneng banget sampai mungkin terlalu seneng sampai tiap hari ada perasaan pengen menyambangi warnet untuk sekedar chating lewat MIRC.

Kala itu belum ada smartphone dan penggunaan handphone pun masih terbatas kalangan tertentu saja, jadi warnet menjadi idola orang-orang yang ingin menggunakan internet- termasuk saya. Namun selang 15an tahun, keadaan sudah sangat berbeda. 

Selasa, 20 September 2016

Perpustakaan yang cozy

Sudah lama banget saya pengen singgah di perpustakaan daerah Jogja yang bernama Grhatama Pustaka. Dari jauh gedungnya terliat bagus dan keren, jadi bikin penasaran aja buat masuk. Biasanya kalau denger kata perpustakaan, yang ada dalam pikiran kita adalah gedung yang "kaku" dan rak yang penuh buku trus jadi bikin males masuk. Beda banget kalau disuruh masuk toko buku.

Minggu kemarin, saya dan Ikhsan menyempatkan diri masuk ke Grhatama Pustaka yang lokasinya dekat dengan Jogja Expo Center. Yuk mari kita lihat-lihat ke dalam..

Gedung Grhatama Pustaka tampak dari depan

Senin, 29 Agustus 2016

pacaran sama suami

Setelah menikah dan punya anak, meluangkan waktu untuk sekedar nge-date berdua sama mas memang jadi sesuatu yang ga gampang dilakukan. Rasanya rada gimana gitu, meninggalkan anak-anak di rumah trus kita malah makan atau jalan berdua. Rada ada perasaan "bersalah" kepada anak-anak.

Saya menyadari banget bahwa saya dan mas butuh waktu berdua saja untuk saling ngobrol atau sharing perasaan kita. Ya...kayak jaman-jaman sebelum nikah dulu, istilahnya pacaran. Yes,we need it.
Kami notabene hanya punya waktu bersama setelah pulang kantor, dengan catatan mas tidak sedang tugas luar kota. Waktu sepulang kantor itu pun harus kami bagi dengan ikhsan-ikhfan. Alhasil kadang dalam sehari kami ga sempat ngobrol berdua. Apalagi kalau mas ada tugas luar kota sampai berhari-hari, dan waktu total waktu di rumah hanya tersisa 5 hari saja dalam sebulan.
gambar diambil dari https://destiniplestari.wordpress.com
Dan gini nih, pacaran dengan suami ala saya...

Selasa, 23 Agustus 2016

Ikhfan dan asma (mengontrol asma-1)


Kali ini saya ingin bercerita tentang perkembangan ikhfan dan asma. Alkhamdulillah sejak kontrol rutin sebulan sekali ke dokter Spesialis paru anak, sudah tiga bulan ini serangan asma tidak datang. Lega dan senang melihat Ikhfan dapat beraktifitas normal tanpa serangan asma.

Beberapa orang memang kadang sempat ga percaya kalau saya mengatakan ikhfan adalah penderita asma.
“Masak sih? Lha wong badannya gendut gitu. Biasanya anak yang punya asma tuh badannya kecil dan susah makan lho.” Komentar beberapa teman dan guru Ikhfan di sekolah.

gini nih, kalau Ikhfan pas sehat
Memang bener sih, saya juga banyak menemui anak-anak yang terkena asma memang rata-rata ga doyan makan dan badannya kecil. Di keluarga saya dan mas juga ada saudara yang punya asma sejak kecil sampai dewasa badannya kecil. Kalau saya lihat sih karena mereka di waktu kecil sangat sering terkena serangan asma dan serangan sesak nafas itu tidak segera mereda. Padahal ketika orang sedang sesak nafas, jelas nafsu makan ilang wong untuk banyak bicara aja kadang nafasnya ga kuat.
Nah kalau dalam sebulan selalu terkena serangan dan jangka waktu serangan asma itu membaik butuh waktu 1 minggu an lebih. Lha nafsu makan baliknya juga  1 minggu an lebih, selanjutnya ketika nafsu makan mulai membaik, eh serangan asma datang lagi. Makanya dimaklumi kalau beberapa anak yang punya asma berat badannya ga banyak.

Pada Ikhfan, karena sejak bayi Ikhfan mendapat ASI eksklusif dan MPASI home made membuat dia mempunyai nafsu makan yang bagus. Ikhfan tidak terlalu picky eater, apa pun menu yang saya hidangkan pasti dimakan. Walaupun Ikhfan hampir tiap bulan terkena serangan asma, tapi jangka waktu pulihnya Ikhfan dari serangan itu lumayan pendek. Hanya sekitar 2 hari saja Ikhfan susah makan, meski masih batuk-batuk Ikhfan sudah mau makan seperti biasa.

Saat Ikhfan menjelang 3 tahun, saya mulai getol mencari informasi seputar asma pada balita. Awalnya saya agak pasif, dalam artian setiap kali serangan asma datang, saya bawa Ikhfan ke dokter SPA. Diberi obat dan dalam seminggu membaik. Tapi..ii bulan depannya ikhfan kena serangan lagi. Begitu terus.
Penjelasan dari dokter standar saja bahwa serangan asma datang pasti ada pemicunya, jadi supaya serangan tidak datang harus dicoba menghindari pemicunya.
Saya yang harus mencari tahu apa pemicunya dan menghindari paparan pemicu itu terhadap Ikhfan.
Memang sih, kalau serangan asma datang kemudian diberi obat dari dokter SPA, biasanya serangan itu akan membaik.
Tapi saya mikir, masak ya setiap bulan terkena serangan??

Minggu, 14 Agustus 2016

11 tahun

Mendapat sms yang puitis di tengah malam buta memang akhirnya membuat saya melayang. Ini nukilan isi sms yang saya terima:
"14 Agustus 2005:
Saat dua hati menyatu, tuk arungi hidup di jalan-Nya
Allah kan berkahi mereka
Kala dalam doa, kala dalam asa
Menjadilah mentari bening pagi
yang terangi bumi, terangi hati
Menjadilah keheningan malam
Kala berjuta insan larut dalam doa"

#happy anniversary sayang..."

Senin, 25 Juli 2016

ultah Ikhfan ke-4

Walau telat, tapi saya tetep mau posting tentang ultah ikhfan...
Tanggal 20 Juli 2016 kemarin ikhfan genap berusia 4 tahun. Ah, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ikhfan kini bukan lagi Batita. Sudah bertambah usia dan kami semua bersyukur atas pertumbuhan dan perkembangannya.Walau Ikhfan sering terserang asma, Alkhamdulillah berat badannya bagus dan perkembangan motorik kasar dan halusnya juga bagus.

Perkembangan yang saya amati, Ikhfan adalah peniru bahasa yang hebat. Dia cepat sekali menangkap inti pembicaraan orang lain yang didengarnya dan kemudian menirukan kata-kata atau kalimatnya.
Efeknya saya dan mas kalau bicara di hadapan Ikhfan harus lebih hati-hati, jangan coba membahas orang lain karena Ikhfan mungkin akan mengulang pembicaraan kami di hadapan orang lain.
wkwk....bahaya kan kalau didengar orang lain.

Ikhfan sangat ekspresif dalam mengungkapkan perasaan atau emosinya. Kalau ga suka, ya dia akan teriak atau bahkan memukul. Sebaliknya kalau dia suka atau senang, Ikhfan akan memeluk dan mengucapkan kata-kata yang halus.
Saya kudu berkali-kali memberitahu Ikhfan, jika sedang tidak suka sama sesuatu atau marah jangan langsung berteriak atau memukul karena kalau dipukul sakit rasanya. Kadang satu dua kali, Ikhfan masih ingat. Selebihnya ya teriak lanjut mukul.
Solusinya ya, saya kudu ekstra sabar ketika Ikhfan mukul. Saya memberitahu untuk tidak memukul dengan intonasi yang tidak marah dan selanjutnya Ikhfan saya peluk. Saya menyadari, mungkin sekarang ikhfan sedang melalui masa-masa tantrum. Postingan berikutnya deh, saya bahas tentang tantrumnya Ikhfan.

Jumat, 15 Juli 2016

Saya dan Kamera Ponsel

Hari gini siapa sih yang ga pengen eksis dan narsis di dumay? kayaknya orang dari berbagai kalangan dan beragam usia pengen eksis di semua jenis medsos. Saya tanpa malu akhirnya ikutan mengajungkan ibu jari untuk mengakui bahwa saya juga terbawa pusaran arus "eksis dan narsis di dumay".

Awal saya mulai belajar ngeblog tahun 2007 yang lalu, untuk urusan posting poto, saya mengandalkan kamera digital dengan megapixel dibawah 8. Sebenarnya hasilnya ga maksimal, tapi karena waktu itu belum banyak tandingan foto-foto diatas 8 megapixel, jadi saya pede abis meng-upload foto

Dulu objek jepretan saya dengan kamera digital adalah ikhsan -anak pertama saya-. Kamera yang ukurannya kecil itu selalu siaga di dekat saya, untuk saya pake setiap melihat tingkah ikhsan yang saya anggap lucu dan layak untuk diabadikan. Pokoknya setiap tingkah ikhsan saya jepret. Trus hasilnya dipilih-pilih dan dijadikan bahan postingan di blog.
Kadang hasilnya ngeblur, tapi berhubung caption-nya saya suka, ya tetep aja saya posting hehe... ini dia salah satu foto yang nekad saya upload di blog tanggal 31 maret 2008.

nge-blur, tapi karena caption-nya ikhsan lagi belajar berdiri ya tetep di upload ;)

Rabu, 22 Juni 2016

Lava Tour Merapi- (late post)

Sebenarnya saya sudah lama pengen ngajak Ikhsan-Ikhfan naek jeep terbuka dan menikmati lava tour di lereng gunung merapi. Tapi kok selalu saja gagal. Klise memang, kalau saya bilang waktunya selalu berbarengan dengan acara lain.

Nah akhirnya awal bulan Mei kemarin, saya dan mas bener-bener menunaikan janji kami pada Ikhsan-Ikhfan untuk nyobain lava tour. Dan di minggu pagi kami bersiap dan meluncur ke arah kaliurang. Berharap sampai base camp jeep lava tour merapi di museum gunung merapi jam 9an.
Ikhsan-Ikhfan sudah girang bukan kepalang membayangkan bakal naek jeep model offroad yang biasa mereka lihat di teve.
 "Pasti seru ya bu..." ikhsan-ikhfan gantian berseru kepada saya.
"Yup, kita akan off-road-an anak-anak..."

Senin, 23 Mei 2016

ikhfan dan tanda-tanda serangan asma

Beberapa waktu yang lalu saya sempat posting cerita tentang asma yang diderita ikhfan (3,5 th) disini. Sekarang saya pengen ngelanjutin cerita seputar asma pada ikhfan.
Asma sebagian besar disebabkan karena faktor keturunan dari orang tua. Pemicunya bisa karena alergi terhadap makanan atau hal lain.  Pada Ikhfan, sampai sekarang yang saya duga sebagai pemicu serangan asmanya adalah virus flu. Jadi kalau ada orang yang lagi flu di sekitar ikhfan pasti dalam hitungan hari Ikhfan akan tertular. Kalau di rumah ada yang flu entah itu mas, kak ikhsan, eyang atau asisten, saya pasti akan langsung beli masker dan "memaksa" yang sakit flu untuk pake masker.
Rasanya parno banget kalau itu virus lari-lari dan masuk ke tubuh Ikhfan.

Jumat, 22 April 2016

Menjadi Manajer Rumah Tangga


Saya dibesarkan oleh orang tua yang sangat peduli tentang pentingnya pendidikan bagi anak. Ibu adalah orang pertama yang selalu mendorong saya untuk memperoleh pendidikan yang baik. Saya selalu ingat kata-kata motivasi Ibu kepada saya,”Jadi anak perempuan harus sekolah yang baik. Kamu harus kuliah di universitas negeri karena ibu tidak punya cukup uang untuk membayar kuliah di universitas swasta. Perempuan harus punya penghasilan sendiri, supaya posisi kamu ketika berumah tangga tidak dipandang rendah oleh suami dan keluarganya. Kalau kamu punya penghasilan sendiri, kamu bisa berbagi penghasilan dengan suamimu.”


Ibu memang bekerja sebagai pegawai negeri di instansi pemerintah. Ibu adalah perempuan yang kuat yang pernah saya kenal. Sejak saya kecil, saya jarang atau hampir tidak pernah mendengar ibu mengeluh masalah keuangan ataupun kerepotannya mengurus 4 orang anak dengan jarak usia 2 tahun, yang terpaksa tidak punya pembantu sejak adik bungsu saya berusia 4 tahun. Ibu tetap bisa membagi waktu antara pekerjaan di kantor dengan mengurus rumah. Ibu juga masih sempat mengajari kami mengerjakan PR atau menemani mengulang pelajaran di sekolah.

Di keluarga kami, Ibu adalah orang yang pertama bangun pagi dan tidur paling akhir. Menyiapkan sarapan dan menyediakan lauk untuk siang sampai malam untuk kami dilakukan pagi sebelum Ibu berangkat kantor. Bahkan di malam hari, Ibu masih sibuk membuat lauk yang tahan sampai beberapa hari, seperti srundeng kelapa, kering tempe atau peyek kacang, untuk persediaan lauk.


Ketika saya mulai masuk SMP, Ibu beberapa kali mengalami pendarahan dan harus opname di RS. Kami, anak-anaknya tidak tahu persis sakit yang diderita Ibu karena Bapak dan Ibu tidak pernah memberitahu kami. Kami cuma diberitahu kalau Ibu butuh istirahat sebentar dan besok akan pulih lagi. Yah, kami juga tidak banyak bertanya karena pada kenyataannya setelah Ibu pulang dari RS, Ibu tetap melakukan aktivitas seperti biasa- mengurusi rumah- seolah tidak pernah sakit. Ibu tidak mengeluh sama sekali. Ibu adalah wanita yang paling kuat menahan rasa sakit di tubuhnya.

Jumat, 08 April 2016

ngedate bareng ikhsan-ikhfan

Kalau liat anak cewek lewat di depan saya rasanya penge..een juga punya anak cewek. Membayangkan lucu kalau didandanin macam-macam dan kalau dah agak gedean bisa diajak jalan bareng. Hehe..., itu di angan-angan. Tapi anugerah Allah memang sama nikmatnya. Punya dua anak laki-laki ternyata "klik" ajah saya ajak jalan atau ngedate.
Beberapa kali saya memang jalan hanya dengan ikhsan-ikhfan minus bapaknya karena seringnya di waktu weekend mas sedang tugas keluar kota, jadi di rumah hanya ada kami bertiga.
Kalau udah hari sabtu, emang bawaannya gatel pengen jalan-jalan. Apalagi si kakak ikhsan, baru jumat malem saja sudah ribut ngerancang besok sabtu-minggu mau jalan-jalan kemana?

Saya sih seneng-seneng aja :). Apalagi adek ikhfan dah agak gedean jadi dah ga terlalu repot diajak jalan-jalan tanpa asisten.
Tujuan jalan-jalan saya sama anak-anak, memang ga jauh-jauh dari rumah, masih area jogja dan mencoba berbagi moda transportasi yang ada. Kadang saya ajak ikhsan ikhfan naek bus transjogja, becak, taksi, mobil sendiri dan kadang juga naek motor bertiga. Tergantung kita mau kemana. Biasanya saya bikin kesepakatan sama kakak ikhsan, kita mau jalan kemana dan mau naek apa. Jadi konsekuensinya dari "deal" itu harus ditanggung bersama. Kalau adik ikhfan sih ngikut aja.

Acara ngedate bertiga bareng anak-anak, bener-bener saya rasakan manfaatnya. Kami jadi lebih kompak dan anak-anak ternyata kalau dihadapkan pada situasi yang "memaksa" mereka harus mandiri dalam artian melakukan kebutuhan mereka sendiri ternyata mereka mampu. Beberapa kali adik ikhfan bersedia makan  sendiri di restoran dan kakak ikhsan juga mau diminta membantu membawa barang-barang kebutuhan adiknya plus jagain adiknya kalau saya lagi repot mbayar ini-itu di tempat tujuan jalan-jalan.
Ternyata anak-anak kalau diberi kepercayaan, mereka senang karena mereka dianggap "ada" dan merasa dibutuhkan. Saya pun merasa senang karena dengan mengajak mereka ngedate, ternyata ikhsan-ikhfan sudah mulai bisa belajar memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Jadi, bagi saya ngajak jalan anak-anak tanpa asisten memang perlu, untuk memberi keseimbangan psikologis bagi mereka karena kalau di rumah masih banyak kebutuhan mereka yang selalu "terlayani" oleh saya atau asisten saya di rumah. Selain itu saya bisa lebih dekat dengan mereka karena jumlah waktu yang saya habiskan di rumah untuk bekerja terkadang menyita waktu saya bersama mereka.

Kamis, 17 Maret 2016

ikhfan dan asma



Ikhfan lahir pada tanggal 20 juli 2012 dengan berat badan 3,4 kg dan sehat. Sejak ikhfan lahir, saya berniat memberinya ASI eksklusif. Alkhamdulillah dengan ASI eksklusif, berat badannya bertambah dengan cepat. Tidak ada keluhan kesehatan berarti sampai ikhfan berusia sekitar 10 bulan. Waktu itu,  ikhfan terserang batuk, mungkin tertular kakak ikhsan yang sedang flu. Saya kira itu hanya flu biasa, jadi saya tidak memberi obat. Saya hanya memperbanyak pemberian ASI dengan harapan batuknya agak mereda. Itu adalah pertama kali ikhfan terserang flu.

Walau ASI yang saya berikan lebih banyak dari biasanya ternyata batuknya bertambah parah. Di malam hari batuknya semakin menjadi dan ikhfan jadi semakin rewel. Nafas ikhfan jadi pendek-pendek dan berbunyi. Hanya bisa tidur dengan digendong dan tidak bisa ditidurkan telentang.
Saya mulai tidak tenang dan curiga batuk ikhfan bukan sekedar batuk flu biasa. Saya dan mas memutuskan besok pagi membawa ikhfan ke dokter spesialis anak.

Keesokan harinya ketika dokter memeriksa dada ikhfan dengan stetoskop langsung mendiagnosa ikhfan terserang asma dan kejadian tadi malam ketika nafasnya pendek-pendek seperti tersengal-sengal itu adalah serangan asma. Saya sempat diingatkan dokter kalau tadi malam sebenarnya kondisi yang “rada gawat” untuk ikhfan jika tidak segera diberi pertolongan nebulizer karena serangan asma pada bayi bisa berakibat gagal nafas. Tapi beruntung ikhfan kuat bertahan.
Poong...rasanya saya seperti ditampar dengan pernyataan dokter. Jujur waktu itu saya tidak punya informasi dan pengetahuan tentang serangan asma pada bayi.

Selasa, 01 Maret 2016

cerita di sepenggal siang


Duduk di bawah pohon rimbun di gedung pusat kampus sambil menikmati angin yang bertiup nakal bersama Abi adalah saat-saat kunanti. Sesekali kulihat sudut mata  Abi mengerling menatapku tetapi buru-buru dibuangnya jauh.

 “Akan seperti apakah kita 10 tahun lagi Er? Masihkah kita bisa memandang langit yang sama ditemani buaian angin yang nakal ini?” Mata Abi menerawang jauh.

Aku hanya terpekur diam.

“Entahlah, semoga saja langit akan tetap di sana untuk kita 10 tahun lagi,” jawabku sekenanya.

“Er...,” panggil Abi.

Aku menoleh dan menunggu kalimat selanjutnya. Yang kudapat hanya diam. Aku tetap menunggu. Lima menit berlalu, perkataan Abi terhenti. Abi selalu seperti ini, selalu ada yang ingin diungkapkan tetapi batal diucapkan.

“Bi..., tadi mau bilang apa?” akhirnya aku tidak tahan untuk bertanya.

“hmm... ,” Abi masih bimbang. “kamu akan tetep jadi tempat aku berbagi kan?”

Aku terdiam tapi mengangguk mantap. “Pasti, Bi..”

Angin mulai bertiup nakal lagi mempermainkan ujung poniku sementara Abi memandang daun-daun kering yang ikut diterbangkan angin.

“Er, lihatlah daun-daun itu. Mereka berkejaran ditiup angin. Pergi menurutkan angin menyuruh mereka pergi. Awalnya mereka bersama namun ketika angin datang, mereka terpisah. Mungkin nanti saat angin menginginkan mereka bertemu, mereka akan bertemu juga. Walau mereka tetap ingin bersama namun nasib membawa mereka ke tempat yang berbeda. Mereka berpisah tanpa ada kesedihan.” Abi terdiam lagi.

“Er, mungkinkah kita seperti mereka?”

Kamis, 25 Februari 2016

anak batita, dimasukin sekolah atau enggak?



Ketika menginjak umur 3 tahun, ikhfan saya masukkan ke playgroup. Sejak itu dia sering jadi “pusat perhatian” guru-gurunya di sekolah karena setiap kali ditanyai ikhfan selalu menjawab dan akhirnya bercerita versi anak-anak yang bikin guru-gurunya senang bercampur geli.
Biasanya acara “menginterogasi” ikhfan direkam video dan  dikirim via WA ke saya. Saya kadang cerita juga sama teman kantor kalau saya dapat kiriman video rekaman ikhfan yang lagi cerita di sekolah. Teman kantor saya jadi heran kok gurunya ikhfan segitu perhatiannya sama ikhfan. Kok saya sering dapat kiriman video atau foto kegiatan ikhfan di sekolah dari gurunya sehingga saya tau progress ikhfan di sekolah.
Intinya dia heran kok saya bisa dapat banyak informasi tentang apa saja yang dilakukan ikhfan di sekolah. Guru-guru ikhfan juga selalu lapor kejadian di sekolah. Membandingkan dengan dia yang ga selalu dapat laporan dari guru anaknya.


Alasan saya memasukkan ikhfan ke playgroup tidak karena latah dengan lingkungan yang banyak menyekolahkan anak batita ke playgroup yang fullday atau halfday.
Ada juga yang komentar, “kok ikhfan disekolahin? udah ga ada yang momong di rumah ya?”
Saya jawab, saya punya asisten di rumah yang menginap dan menyekolahkan anak karena ga ada yang jagain di rumah bukan alasan saya. Memang di kantor saya, permasalahan klise ibu-ibu bekerja di kantor adalah urusan asisten di rumah untuk jagain anak. Kalau ga punya asisten maka pilihannya adalah memasukkan anak ke sekolah fullday.

Kamis, 21 Januari 2016

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan.
Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega.

Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba.

Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sudah sejak ikhsan berumur 2 tahun. Dokter anak yang sering menangani ikhsan mendiagnosa ikhsan mengalami fimosis.
Fimosis ini adalah kondisi dimana kulup melekat pada kepala p**** dan menutup lubang p****. Akibatnya, urin tidak dapat keluar normal dan kepala p**** tidak dapat dibersihkan.
Fimosis bisa memicu timbulnya infeksi yang disebut balanitis atau infeksi di kepala p****. Fimosis juga bisa membuat anak kesakitan saat berkemih.
Pada ikhsan, sejak didiagnosa fimosis, ikhsan sering panas dan ketika berkemih p**** akan "melembung". Dokter menyarankan ikhsan untuk segera sirkumsisi/khitan dengan bius total karena usianya dibawah 9 tahun sehingga dianggap belum bisa kooperatif jika sirkumsisi dilakukan dengan bius lokal.

Saya dan mas rada ngeri kalau khitan dilakukan dengan bius total. Alasan ini kadang ga rasional bagi orang lain tapi kami tetep aja takut dan ngeri walau kami harus nanggung risiko ikhsan jadi sering panas karena terjadi infeksi. Maaf ya kak ikhsan...
(yang ini jangan ditiru ya.., karena sebaiknya memang anak yang terkena fimosis harus segera dikhitan supaya tidak sering terjadi infeksi).