Rabu, 22 Juni 2016

Lava Tour Merapi- (late post)

Sebenarnya saya sudah lama pengen ngajak Ikhsan-Ikhfan naek jeep terbuka dan menikmati lava tour di lereng gunung merapi. Tapi kok selalu saja gagal. Klise memang, kalau saya bilang waktunya selalu berbarengan dengan acara lain.

Nah akhirnya awal bulan Mei kemarin, saya dan mas bener-bener menunaikan janji kami pada Ikhsan-Ikhfan untuk nyobain lava tour. Dan di minggu pagi kami bersiap dan meluncur ke arah kaliurang. Berharap sampai base camp jeep lava tour merapi di museum gunung merapi jam 9an.
Ikhsan-Ikhfan sudah girang bukan kepalang membayangkan bakal naek jeep model offroad yang biasa mereka lihat di teve.
 "Pasti seru ya bu..." ikhsan-ikhfan gantian berseru kepada saya.
"Yup, kita akan off-road-an anak-anak..."
Perjalanan menuju kaliurang lancar, walau ini terhitung longweekend. Perkiraan saya, kalau berangkat lebih pagi, bisa langsung dapat jeep dan jalan. Jadi masih punya waktu untuk mampir jalan ke kaliurang cari jadah tempe atau mampir warung kopi klothok.

Base camp jeep ada di beberapa titik. Ada banyak baliho yang bertuliskan base camp jeep lava tour di sepanjang jalan kaliurang sebelum loket retribusi masuk kaliurang, jadi kita bisa milih mau yang mana. Base camp ada di hotel griya persada, jadah tempe mba carik kaliurang atau di museum gunung merapi.
Kebetulan kami memilih di museum gunung merapi karena pengen masuk ke museum juga.

Memasuki halaman museum gunung merapi, saya lega karena melihat banyak jeep terparkir. Itu artinya masih banyak yang free jadi bisa langsung jalan nih batin saya senang. Setelah parkir mobil, mas segera berjalan ke arah loket jeep. Saya dan ikhsan-ikhfan menunggu di parkiran.
Tak berapa lama mas balik dengan wajah kecewa, katanya semua jeep di base camp museum gunung merapi yang jumlahnya sekitar 30an jeep sudah dibooking sampai jam 1 siang. Weitss...??? alamat gagal nih rencana naek jeep terbuka. Ikhsan-Ikhfan langsung "berwaa...aaaa" bersama-sama.
"gimana nih?" mas meminta pertimbangan saya.

Memandang dua bocah laki-laki yang kecewa bingits kalau gagal naek jeep, akhirnya saya membujuk mas untuk booking jeep setelah jam 1 saja. Sambil nunggu jam 1, kami masuk ke museum gunung merapi. Dan makan siang di rumah saja. Maklum jarak rumah ke kaliurang cuma sekitar 13an km dan kalau lewat jalan tembus, cuma butuh waktu 20an menit saja.

Tarif lava tour untuk jarak pendek Rp. 300.000 (1,5 jam) dan Rp. 350.000 untuk jarak jauh (2 jam). Kalau jarak jauh nanti tour akan sampai di bunker kaliadem dan desa tempat tinggal mbah Maridjan (juru kunci gunung merapi yang meninggal karena terkena awan panas tahun 2010). Kami ambil yang jarak pendek, rutenya kaliadem, batu alien, museum mini dan muter2 desa petung-desa yang penduduknya sudah kosong dan direlokasi di tempat yang lebih aman.
Sudah terbayang keseruan naek jeep terbuka menikmati tiupan angin lereng gunung merapi dan melihat hijaunya pepohonan...

Sambil menunggu jam 1, kami masuk ke museum gunung merapi. Harga tiket masuknya Rp. 3000 per orang. Disana kita juga dapat melihat film tentang sejarah dan pengetahuan tentang meletusnya gunung merapi. Kalau mau lihat film kita harus nambah tiket nonton Rp. 15.000.

Kami berkeliling melihat museum yang menampilkan informasi seputar gunung berapi di dunia. Disana juga ada maket gunung berapi seluruh Indonesia, contoh-contoh batuan gunung berapi juga banyak foto beberapa dekade saat gunung Merapi meletus.
Ada yang menarik juga karena disana di-display beberapa barang yang terbakar akibat erupsi gunng Merapi tahun 2010 yang lalu. Dan Ikhsan pun sangat heran melihat sepeda motor yang tinggal kerangkanya.
" kok motornya bisa gosong ya bu?" tanya Ikhsan penasaran.
" Ya, karena motornya kena awan panas yang disebut wedhus gembel. Panasnya bisa diatas 300 derajad celcius."
Ikhsan manggut-manggut.

barang pecah belah yang tersisa dari abu vulkanik letusan merapi tahun 2010


contoh aneka macam batuan gunung berapi

peta lokasi gunung-gunug berapi di dunia

maket gunung merapi yang kita temui di pintu utama masuk museum
 
Setelah puas muter di museum gunung merapi, kami memutuskan untuk pulang dulu ke rumah untuk makan siang dan sholat dhuhur. Hanya 20an menit kami sudah sampai rumah. Dalam perjalanan pulang, Ikhfan sudah tertidur di mobil. Ikhsan langsung mengultimatum kalau adik ikhfan harus dibangunkan sebelum jam 1 karena dia ga mau gagal naek jeep.
Saya tertawa sambil menenangkan Ikhsan kalau rencana naek jeep tetap akan terlaksana.

Setelah sholat dhuhur dan makan siang, saya membangunkan Ikhfan yang masih terlelap. Ternyata ga perlu waktu lama untuk membangunkan Ikhfan, karena Ikhfan langsung bangun dan berteriak pengen segera naek jeep hehe..
Langsung deh kita cap cus menuju museum gunung merapi. Ikhfan jadi terpaksa makan di mobil karena udah setengah satu lewat. Tapi nih anak terima aja disuapin di mobil ;)

Melihat ke langit arah gunung merapi, saya rada khawatir juga karena mendung terlihat menggelayut. Ah, semoga saja tidak hujan batin saya.
"Ibu, nanti kalau hujan gimana? kita tetap naek jeep to?" tanya Ikhsan was-was.
"Ya, semoga aja ga hujan kak," sahut saya.
"Kalau hujan, nanti kita bakal kehujanan, lha kan jeep-nya ga ada atapnya?"
"Iya juga ya kak?" saya menimpali.

Sampai di museum merapi, ternyata kita dah ditunggu oleh sebuah jeep dengan driver yang sudah separuh baya- namanya pak Gik-. Pak Gik bertugas sebagai driver sekaligus pemandu wisata kita. Dan perjalanan pun dimulai. Mas mengambil tempat duduk di depan sementara saya dan ikhsan ikfan duduk di jok belakang.
Di Jalur lava tour, jumlah jeep yang hilir mudik sangat banyak. Bisa dibayangin jalan-jalan desa di lereng merapi sekarang ramai dengan jeep wisata yang membawa wisatawan. Menurut pak Gik, kalau ditotal mungkin ada sekitar 350an jeep dari beberapa komunitas lava tour. Apalagi kalau pas masa liburan datang, jumlah jeep kurang untuk memenuhi keinginan wisatawan lava tour. Harus booking jauh-jauh hari.

Tujuan pertama kami adalah batu alien. Sebuah batu yang berukuran sangat besar, mungkin seukuran ruah. Batu itu keluar dari mulut gunung merapi saat erupsi tahun 2010 lalu. Samapi di area batu alien, jumlah jeep yang parkir banyak banget dengan kondisi jalan yang off road. Kami terguncang-guncang di atas jeep, dan pak Gik sangat mahir memainkan setir berbelok-belok diantar jeep yang terparkir di area batu Alien. 
Awan mendung sudah mulai menghitam dan gerimis mulai turun.
Kami masih sempat foto-foto di sana, sebelum hujan turun semakin deras.

parkiran jeep yang berjubel di areal batu Alien





pak Gik, yang antusias memberi penjelasan kepada mas

Belum puas berkeliling dan foto-foto di batu alien, hujan deras pun turun. Ya..akhirnya dengan terpaksa kami segera berlari menuju jip. Untungnya jeep yang kami tumpangi sudah ditutup terpal sebelum berangkat tadi, jadi kami terlindung dari hujan.
Kami disarankan memakai jas hujan, karena jeep hanya tertutup atapnya, dari samping kiri kanan jeep air hujan bisa dengan leluasa masuk. Huhu...jas hujan yang tersedia hanya 3, saya, mas dan ikhsan yang memakai. Ikhfan yang duduk di tengah diantara saya dan ikhsan tidak kebagian jas hujan dan saya pun lupa membawakan jaket untuk ikhfan.

Hujan semakin deras dan udara lereng gunung merapi semakin dingin dan menusuk. Pak gik tetap mengendarai jeep menerobos derasnya hujan menyusuri rute lava tour. Kami diajak menyusuri jalanan dusun petung, dusun tertinggi di lereng gunung merapi yang telah ditinggal penghuninya. Singgah di museum mini yang menyisakan rumah, tulang hewan dan sisa-sisa keganasan wedhus gembel (awan panas).
Karena hujan cukup deras, kami memutuskan tidak turun dan meminta pak gik terus menjalankan jeep saja. Memang seru sekali menaiki jeep menyusuri jalan pedesaan yang off road di tengah hujan deras. Ikhsan ikhfan sangat menikmati perjalanan ini.



Perjalanan lava tour diakhiri dengan menikmati sensasi melewati sungai. Wau..seru karena tenaga jeep sangat kuat membelah aliran sungai. Deburan air sungai membasahi tubuh kami yang tertutup jas hujan.
Dan tak terasa 1,5 jam sudah kami menikmati sensasi lava tour. Setelah sungai, rute selanjutnya adalah kembali ke base camp jeep di museum gunung merapi. Hujan tinggal gerimis saja.
Saya tidak mengambil foto ketika hujan turun karena harus berjibaku melindungi ikhfan dari terpaan air hujan.

Puas menikmati perjalanan lava tour, saya mengusulkan untuk mampir di warung kopi klothok untuk sekedar menikmati secangkir wedang jahe dan pisang goreng hangat. Jika masih belum habis, kita bisa menikmati sajian aneka sayur lodeh khas desa dan melihat langsung dapur ala desa warung kopi klothok.

Warung kopi klothok ada di jl. kaliurang km 20an dekat Pakem sebelum RS Panti Nugroho tepatnya di sebelah timur indomaret selatan RS Panti Nugroho. Berada di tengah sawah menambah suasana yang tercipta sungguh adem.
Disana kita akan menemukan menu aneka macem sayur lodeh, aneka lauk (tempe, tahu, telor, ayam, daging) dan yang paling spesial adalah jadah dan pisang goreng. Minuman jahe, jeruk dan teh juga tersedia. Harganya juga termasuk ramah di kantong.

suasana dapur ala desa yang menyatu dengan tempat makan

jadah dan pisang goreng plus wedang jahe langsung tandas

kami dapat tempat duduk di joglo yang menghadap persawahan

playground yang luas di pinggir sawah mengundang ikhsan ikhfan berlari-lari di sana

seseruan bareng

Dan perjalanan kami pun berakhir di warung kopi klothok. Yup..semua puas. Nah, bagi yang belum nyobain, silahkan nyoba karena bakalan menikmati sensasi yang menyenangkan ketika berkendara dengan jeep terbuka di lereng gunung merapi, karena kami rasanya ingin mengulang lagi sensasi itu ;)


2 komentar:

fitri anita mengatakan...

Ibu 3 boys udah coba ikutan lava tour tapi sama teman2 kerja, pengen ngajak 3 boys waktu ke yogya eh kok gak pada mau..next time insya allah mau merasakan keseruan lava tour merapi berssma keluarga kyk ikhsan dan ikfan..

nh18 mengatakan...

Menghabiskan waktu bersama keluarga memang tiada habisnya ...
Saya baru tau kalau ada sebuah atraksi wisata yang namanya Lava Tour ...
berarti kita seolah menyusuri jalannya lava ketika gunung berapi tersebut meletus ya Mbak ?

Salam saya