Langsung ke konten utama

Saya dan Kamera Ponsel

Hari gini siapa sih yang ga pengen eksis dan narsis di dumay? kayaknya orang dari berbagai kalangan dan beragam usia pengen eksis di semua jenis medsos. Saya tanpa malu akhirnya ikutan mengajungkan ibu jari untuk mengakui bahwa saya juga terbawa pusaran arus "eksis dan narsis di dumay".

Awal saya mulai belajar ngeblog tahun 2007 yang lalu, untuk urusan posting poto, saya mengandalkan kamera digital dengan megapixel dibawah 8. Sebenarnya hasilnya ga maksimal, tapi karena waktu itu belum banyak tandingan foto-foto diatas 8 megapixel, jadi saya pede abis meng-upload foto

Dulu objek jepretan saya dengan kamera digital adalah ikhsan -anak pertama saya-. Kamera yang ukurannya kecil itu selalu siaga di dekat saya, untuk saya pake setiap melihat tingkah ikhsan yang saya anggap lucu dan layak untuk diabadikan. Pokoknya setiap tingkah ikhsan saya jepret. Trus hasilnya dipilih-pilih dan dijadikan bahan postingan di blog.
Kadang hasilnya ngeblur, tapi berhubung caption-nya saya suka, ya tetep aja saya posting hehe... ini dia salah satu foto yang nekad saya upload di blog tanggal 31 maret 2008.

nge-blur, tapi karena caption-nya ikhsan lagi belajar berdiri ya tetep di upload ;)


Saya pede aja ngeliatnya, abisnya foto di blog teman-teman kalau itu juga ga jauh beda dengan foto yang saya punya. Teknologinya masih segitu aja. Belum marak smartphone di pasaran. Belum ada ponsel yang ada kameranya. Jadi kala itu punya kamera digital serasa udah punya senjata ampuh buat jepret-jepret setiap momen hehe...

Sejak aktif nge-blog, kebutuhan mendapat hasil foto yang bagus jadi sesuatu yang penting. Kenapa? Ya karena foto jadi salah satu bahan posting blog yang penting. Postingan yang didukung foto yang keren dan bagus jelas akan membuat postingan kita lebih menarik jika dibaca orang.
Kalau postingan saya di blog dapat banyak kunjungan dan komentar dari viewer. wah..., rasanya hepi banget. Rasanya puas, tulisan saya dibaca orang dan dikomentari. Apalagi kalau ternyata postingan saya itu ternyata sama dengan yang dialami oleh teman blog yang kasih komentar. Alamat dapat teman baru yang senasib hehe...

Awalnya saya hanya punya 2 media sosial yaitu blog dan facebook. Blog saya gunakan untuk memposting tentang parenting dan tumbuh kembang anak-anak saya. Sedangkan facebook sebagai sarana "eksis dan narsis" saya secara pribadi. Kalau punya foto yang keren, pasti deh hasrat untuk meng-upload ke facebook besar hehe...

Setelah kenal facebook, saya tertarik juga untuk punya IG dan twitter. Setelah punya beberapa akun medsos, ternyata kebutuhan kamera yang berkualitas bagus sangat penting. Di IG, postingan foto yang keren jelas akan memperbesar kita mendapat follower yang banyak. Sebagai blogger, keberadaan medsos sangat penting karena postingan di blog biasanya saya share di akun medsos saya yang lain.
Follower, like dan komentar yang banyak atas postingan kita di medsos jelas bikin hepi dan bisa jadi alasan dapat job dari dumay ;)

Nah, untuk mendapatkan foto dan momen yang keren memang kita butuh kamera yang standby di tangan. Jaman sekarang kamera ponsel yang jadi pilihan. Kamera digital saya anggap kurang praktis untuk dibawa kemana-mana.
Ponsel yang saya miliki sekarang, kualitas kameranya kurang keren deh. Maklum cuma 8 MP. Untuk mendapat hasil foto yang lumayan ok, saya harus make over foto pake apliksi. Rada rempong, tapi demi foto yang layak buat di upload di medsos ya tetep saya lakukan ;)

Ini salah satu foto saya bersama Alvin Adam ketika mengikuti pelatihan Master of Ceremony di bogor. Hasilnya nge-blur. Sayang deh karena sebenarnya dapat capture momen yang keren tapi fotonya jadi kurang keren hehe...
ini foto bareng alvin adam pake ponsel saya
Dan foto dibawah adalah foto yang telah saya make over pake aplikasi. Jadi lumayan cerah tapi rasanya kurang puas deh. Lama-lama saya merasa rada ribet juga setiap kali mau posting musti make over foto dulu. Kalau kebetulan bareng temen yang bawa kamera ponsel yang bagus, saya juga sering nebeng foto trus minta dikirimin ke saya. Hadew bangets deh. Kayaknya kejadian nebeng foto ga cuma saya aja deh yang ngalamin. Hayo.. cung jari yang suka nebeng foto kamera teman!" hehe....

poto setelah di make over pake aplikasi beauty plus

Beberapa kali saya meminta suami untuk membelikan ponsel baru dengan fasilitas kamera yang bagus seperti ASUS Zenfone baru miliknya. Masih belum dikabulkan dengan alasan masih bisa pake aplikasi make over foto atau pinjem kamera ASUS Zenfone miliknya. Huaa...aaaa jadi pengen mewek deh. Padahal pengen banget punya kamera ponsel yang bagus.

Beberapa kali pinjem kamera ASUS Zenfone milik suami, saya lihat kelebihan kamera ASUS Zenfone lebih cerah apalagi kalau digunakan untuk mengambil objek foto di malam hari atau yang cahayanya kurang. Setingan mode cahayanya dapat disesuaikan. Foto ini saya buat untuk perbandingan antara kamera ASUS Zenfone dengan kamera ponsel milik saya. Saya mengambil objek rumah saya di malam hari.

ini hasil jepreran kamera ponsel saya yang hasilnya gelap habis ;(
kalau ini hasil jepretan ponsel suami -Asus Zenfone-
Hasil jepretannya benar-benar nyata bedanya. Saya suka banget. Alhasil saya sering pinjem ponsel ASUS Zenfone milik suami karena jatuh cinta sama kameranya.
Kamera depan ASUS Zenfone juga bagus banget untul selfie maupun wefie. Bener-bener mengakomodir buat orang seperti saya yang suka poto-poto dan ngeksis di dumay.
hasil jepretan Asus Zenfone buat wefie emang cerah abis deh

ini foto diambil suami jam 5 pagi ketika matahari belum muncul dan hasilnya tetep cerah
walupun modelnya yang satu masih kucel karena abis bangun tidur dan saya dah bersiap ngantor ;)
Sekarang di era dunia yang ramai dengan medsos, keberadaan kamera ponsel memang jadi sesuatu yang penting deh. Saya juga ga bisa memungkiri kalau ternyata punya kamera ASUS Zenfone (walaupun minjem punya suami), bawaannya pengen jepret-jepret terus hehehe.... Jadi kamera ASUS Zenfone itu jadi barang penting buat saya.
Ya iyalah, itu kan sarana buat ngeksis dan narsis di dumay..., iya ga?

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

Komentar

Ratna Dewi mengatakan…
Bagus ya hasil jepretan pakai Asus Zenfone, beda banget emang hasilnya jadi lebih cerah.
Fitri3boys mengatakan…
waw...good luck Ganya ya
Khoirur Rohmah mengatakan…
ga bisa diremehin nih hasil jepretan ASUS Zenfone nya :D
cakep kan ^_^
Uniek Kaswarganti mengatakan…
Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…