Langsung ke konten utama

ultah Ikhfan ke-4

Walau telat, tapi saya tetep mau posting tentang ultah ikhfan...
Tanggal 20 Juli 2016 kemarin ikhfan genap berusia 4 tahun. Ah, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Ikhfan kini bukan lagi Batita. Sudah bertambah usia dan kami semua bersyukur atas pertumbuhan dan perkembangannya.Walau Ikhfan sering terserang asma, Alkhamdulillah berat badannya bagus dan perkembangan motorik kasar dan halusnya juga bagus.

Perkembangan yang saya amati, Ikhfan adalah peniru bahasa yang hebat. Dia cepat sekali menangkap inti pembicaraan orang lain yang didengarnya dan kemudian menirukan kata-kata atau kalimatnya.
Efeknya saya dan mas kalau bicara di hadapan Ikhfan harus lebih hati-hati, jangan coba membahas orang lain karena Ikhfan mungkin akan mengulang pembicaraan kami di hadapan orang lain.
wkwk....bahaya kan kalau didengar orang lain.

Ikhfan sangat ekspresif dalam mengungkapkan perasaan atau emosinya. Kalau ga suka, ya dia akan teriak atau bahkan memukul. Sebaliknya kalau dia suka atau senang, Ikhfan akan memeluk dan mengucapkan kata-kata yang halus.
Saya kudu berkali-kali memberitahu Ikhfan, jika sedang tidak suka sama sesuatu atau marah jangan langsung berteriak atau memukul karena kalau dipukul sakit rasanya. Kadang satu dua kali, Ikhfan masih ingat. Selebihnya ya teriak lanjut mukul.
Solusinya ya, saya kudu ekstra sabar ketika Ikhfan mukul. Saya memberitahu untuk tidak memukul dengan intonasi yang tidak marah dan selanjutnya Ikhfan saya peluk. Saya menyadari, mungkin sekarang ikhfan sedang melalui masa-masa tantrum. Postingan berikutnya deh, saya bahas tentang tantrumnya Ikhfan.
Balik ke ultah Ikhfan kemaren, saya dan mas memang tidak berniat merayakannya. Beda dengan jaman kakak Ikhsan dulu yang setiap tahun pasti ada acara perayaan ultah dengan mengundang teman-temannya Kalau ikhfan sekarang yang penting niup lilin dan dapat kado ajah. Ga minta ngundang teman-temannya.

Sebenarnya saya hampir lupa hari ultah ikhfan kalau kakak ikhsan tidak mengingatkan saya. Di pagi tanggal 20 Juli 2016, kakak ikhsan mengingatkan saya untuk membeli kado buat ikhfan.
Wups.., hampir lupa kalau hari itu adalah hari ultah ikhfan yang pas barengan dengan hari anak nasional hehe...
Akhirnya siang hari pas saya istirahat kantor, saya ngajak kakak ikhsan yang kebetulan libur sekolah untuk beli kado surprise dan kue tatrt kecil untuk adiknya.

Da...an setelah nunggu mas yang pulang rada malam, akhirnya ikhfan bisa meniup kue ultahnya yang keempat. Yeay..., senengnya. Selamat ulang tahun adik ikhfan..
Teriring doa semoga Allah menjadikanmu anak sholih, diberi kesehatan dan jadi penyejuk keluarga. Semoga ibu dan bapak diberi kekuatan dan kemampuan untuk mendidikmu menjadi anak yang sholih. Amien..

senyum simpul di depan kue ultahnya yang mungil
senengnya dapet kado dari ibu-bapak & kakak ikhsan
happy birthday adik ikhfan......

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
happy milad ya Ikhfan....wah asik bgt deh ultahnya ya ramai2 dengan keluarga,,,,

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad