Senin, 29 Agustus 2016

pacaran sama suami

Setelah menikah dan punya anak, meluangkan waktu untuk sekedar nge-date berdua sama mas memang jadi sesuatu yang ga gampang dilakukan. Rasanya rada gimana gitu, meninggalkan anak-anak di rumah trus kita malah makan atau jalan berdua. Rada ada perasaan "bersalah" kepada anak-anak.

Saya menyadari banget bahwa saya dan mas butuh waktu berdua saja untuk saling ngobrol atau sharing perasaan kita. Ya...kayak jaman-jaman sebelum nikah dulu, istilahnya pacaran. Yes,we need it.
Kami notabene hanya punya waktu bersama setelah pulang kantor, dengan catatan mas tidak sedang tugas luar kota. Waktu sepulang kantor itu pun harus kami bagi dengan ikhsan-ikhfan. Alhasil kadang dalam sehari kami ga sempat ngobrol berdua. Apalagi kalau mas ada tugas luar kota sampai berhari-hari, dan waktu total waktu di rumah hanya tersisa 5 hari saja dalam sebulan.
gambar diambil dari https://destiniplestari.wordpress.com
Dan gini nih, pacaran dengan suami ala saya...
Kalau badan lagi fit dan ga terlalu capek, kadang saya dan mas bangun jam 4 pagi kemudian lanjut ngobrol sampai adzan subuh. Kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa. Saya dan mas merasa kegiatan ngobrol adalah kegiatan wajib kami.
Materi obrolan kami pun sebenarnya ringan-ringan saja, seperti seputar kerjaan kantor, perkembangan anak-anak dan rencana renov rumah. Kadang kalau selera humor mas sedang tinggi, obrolan di subuh hari itu diisi dengan banyolan-banyolan mas yang langsung bikin saya ngakak.

Selain itu acara me time, kadang kami curi-curi waktu staycation di hotel semalam. Ternyata seru juga lho, acara ngobrol bebas kayak jalan tol dan ga ada gangguan dari anak-anak hehe...

Nah seringnya sih, kami makan siang berdua dan cari menu-menu kesukaan kami. Misalnya pas istirahat makan siang, kami janjian makan bareng.
Nyari resto trus kami foto-foto selfie kayak anak muda yang lagi pacaran. Wah, serasa jadi booster bagi kami yang udah lebih 11 tahun menikah. Bener-bener bisa me-refresh pernikahan kami.
 
jarang banget bisa dapat caption berdua sama mas
Menurut saya komunikasi adalah pondasi yang paling penting dalam pernikahan. Persepsi yang berbeda tentang suatu masalah yang dihadapi, terkadang bisa menjadi bibit pertengkaran diantara pasangan suami istri jika tidak dikomunikasikan dengan baik.

Nah belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan itu yang paling susah dilakukan. Terkadang intonasi yang agak tinggi pun bisa membuat pasangan berpersepsi kita marah padanya padahal di dalam hati ga ada niatan marah.
Kadang juga perbedaan pendapat tentang pengasuhan anak juga bisa bikin rame kalau ga ada kata sepakata diantara suami-istri tentang bentuk pola pengasuhan anak. Kalau kita ga bisa komunikasi yang baik, perbedaan pendapat bisa jadi jurang diantara suami-istri.

poto dulu baru makan
Saya juga masih terus berproses untuk belajar berkomunikasi yang baik dengan suami. Supaya tidak sering terjadi suasana ga enak karena salah satu dari kita marah. Salah satunya dengan memperbaiki kuantitas dan kualitas komunikasi kami.
Ngedate berdua adalah salah satu cara kami menambah waktu untuk mengobrol secara intens. Yah, kayak pacaran tapi dengan suami sendiri. Biar rasa cinta dan sayang diantara kami semakin bertambah, bener ga??

Nah selain ngedate, saya sering juga kirim sms yang rada-rada romantis gitu ke suami. Apalagi kalau dia udah berhari-hari tugas luar kota. Kiriman puisi kerinduan lewat sms, bisa bikin dada suami yang baca deg-degan deh. Tujuan saya sih sederhana, buat nyalurin rasa kangen dan ngikat suami kalau di rumah ada istri yang menunggu dengan penuh cinta. Yah, maklum di perantauan kan jauh sama istri dan anak-anak.

Urusan saling menelpon adalah wajib hukumnya bagi kami. Minimal sehari sekali kami harus saling telponan. Padahal tadi pagi ketemu dan cium tangan, tapi kalau pas saat makan siang pasti salah satu diantara kami ada yang telpon.

Memang beda sih, gaya pacaran anak muda dengan gaya pacaran suami-istri. Kalau saya sih, yang paling menyenangkan adalah bisa bergandengan tangan saat berada di ruang publik. Rasanya bener-bener seperti pasangan cinta hehe...
Tiap pasangan juga punya style sendiri-sendiri untuk membangun komunikasi pasangan dan memupuk cinta dengan pasangannya.

Nah bagaimana dengan teman-teman? share dunk di kolom komentar...


7 komentar:

Elsa mengatakan...

alhamdulillah masih bisa mengusahakan waktu untuk pacaran sama suami ya mbak
meskipun sama sama sibuk

inne ria mengatakan...

Alhamdulillah ya mbak masih bisa pacaran sama suami.
ini memang penting banget supaya kita nggak kebablasan sibuk sama urusan masing-masing.
Hidup emak2 itu keras, jenderal! hehehe

Harmonis dan bahagia selalu ya, mbak.. :*

fitri anita mengatakan...

hampir sama kayaknya ...kadang ambil cuti sehari buat ngedate..cuma sekedar nonton,makan

pergi ber2 ya pas harus ke semarang pas kaka ipar sakit itu, 2 malam rasanya galau, mungkin karena ga biasa ninggalin anak lgsung ber2,biasanya yang ada dirumah salah satu.

bedanya, suami susah bgt diajak foto bareng, apalagi selfie ber2 he he he

Orin mengatakan...

iya buuuu, haruslah ya pacaran sm suami, biar tetep mesraa hehehehe

Nur Rochma mengatakan...

Wah asyik dong. Saya kalau sedang berduaan sama suami dan ketahuan anak-anak,uh mereka bersorak. Padahal cuma ngobrol berdua, duduk berdekatan. Ternyata ada yang cemburu: anak-anak.

icha mengatakan...

aku sama suamikuuuuuuuu juga sukkkak ke perpus kalau lg ada byk yg harus dikerjain di komputer hehe klo dirumah gak kelar2

Levina mengatakan...

Iya, ada beberapa pasangan yang suka melakukan seperti ini yak. Pacaran lagi. Hehe. Suka kepikiran sama anak-anak tapinya...