Langsung ke konten utama

pacaran sama suami

Setelah menikah dan punya anak, meluangkan waktu untuk sekedar nge-date berdua sama mas memang jadi sesuatu yang ga gampang dilakukan. Rasanya rada gimana gitu, meninggalkan anak-anak di rumah trus kita malah makan atau jalan berdua. Rada ada perasaan "bersalah" kepada anak-anak.

Saya menyadari banget bahwa saya dan mas butuh waktu berdua saja untuk saling ngobrol atau sharing perasaan kita. Ya...kayak jaman-jaman sebelum nikah dulu, istilahnya pacaran. Yes,we need it.
Kami notabene hanya punya waktu bersama setelah pulang kantor, dengan catatan mas tidak sedang tugas luar kota. Waktu sepulang kantor itu pun harus kami bagi dengan ikhsan-ikhfan. Alhasil kadang dalam sehari kami ga sempat ngobrol berdua. Apalagi kalau mas ada tugas luar kota sampai berhari-hari, dan waktu total waktu di rumah hanya tersisa 5 hari saja dalam sebulan.
gambar diambil dari https://destiniplestari.wordpress.com
Dan gini nih, pacaran dengan suami ala saya...
Kalau badan lagi fit dan ga terlalu capek, kadang saya dan mas bangun jam 4 pagi kemudian lanjut ngobrol sampai adzan subuh. Kemudian dilanjutkan aktivitas pagi seperti biasa. Saya dan mas merasa kegiatan ngobrol adalah kegiatan wajib kami.
Materi obrolan kami pun sebenarnya ringan-ringan saja, seperti seputar kerjaan kantor, perkembangan anak-anak dan rencana renov rumah. Kadang kalau selera humor mas sedang tinggi, obrolan di subuh hari itu diisi dengan banyolan-banyolan mas yang langsung bikin saya ngakak.

Selain itu acara me time, kadang kami curi-curi waktu staycation di hotel semalam. Ternyata seru juga lho, acara ngobrol bebas kayak jalan tol dan ga ada gangguan dari anak-anak hehe...

Nah seringnya sih, kami makan siang berdua dan cari menu-menu kesukaan kami. Misalnya pas istirahat makan siang, kami janjian makan bareng.
Nyari resto trus kami foto-foto selfie kayak anak muda yang lagi pacaran. Wah, serasa jadi booster bagi kami yang udah lebih 11 tahun menikah. Bener-bener bisa me-refresh pernikahan kami.
 
jarang banget bisa dapat caption berdua sama mas
Menurut saya komunikasi adalah pondasi yang paling penting dalam pernikahan. Persepsi yang berbeda tentang suatu masalah yang dihadapi, terkadang bisa menjadi bibit pertengkaran diantara pasangan suami istri jika tidak dikomunikasikan dengan baik.

Nah belajar berkomunikasi yang baik dengan pasangan itu yang paling susah dilakukan. Terkadang intonasi yang agak tinggi pun bisa membuat pasangan berpersepsi kita marah padanya padahal di dalam hati ga ada niatan marah.
Kadang juga perbedaan pendapat tentang pengasuhan anak juga bisa bikin rame kalau ga ada kata sepakata diantara suami-istri tentang bentuk pola pengasuhan anak. Kalau kita ga bisa komunikasi yang baik, perbedaan pendapat bisa jadi jurang diantara suami-istri.

poto dulu baru makan
Saya juga masih terus berproses untuk belajar berkomunikasi yang baik dengan suami. Supaya tidak sering terjadi suasana ga enak karena salah satu dari kita marah. Salah satunya dengan memperbaiki kuantitas dan kualitas komunikasi kami.
Ngedate berdua adalah salah satu cara kami menambah waktu untuk mengobrol secara intens. Yah, kayak pacaran tapi dengan suami sendiri. Biar rasa cinta dan sayang diantara kami semakin bertambah, bener ga??

Nah selain ngedate, saya sering juga kirim sms yang rada-rada romantis gitu ke suami. Apalagi kalau dia udah berhari-hari tugas luar kota. Kiriman puisi kerinduan lewat sms, bisa bikin dada suami yang baca deg-degan deh. Tujuan saya sih sederhana, buat nyalurin rasa kangen dan ngikat suami kalau di rumah ada istri yang menunggu dengan penuh cinta. Yah, maklum di perantauan kan jauh sama istri dan anak-anak.

Urusan saling menelpon adalah wajib hukumnya bagi kami. Minimal sehari sekali kami harus saling telponan. Padahal tadi pagi ketemu dan cium tangan, tapi kalau pas saat makan siang pasti salah satu diantara kami ada yang telpon.

Memang beda sih, gaya pacaran anak muda dengan gaya pacaran suami-istri. Kalau saya sih, yang paling menyenangkan adalah bisa bergandengan tangan saat berada di ruang publik. Rasanya bener-bener seperti pasangan cinta hehe...
Tiap pasangan juga punya style sendiri-sendiri untuk membangun komunikasi pasangan dan memupuk cinta dengan pasangannya.

Nah bagaimana dengan teman-teman? share dunk di kolom komentar...


Komentar

Elsa mengatakan…
alhamdulillah masih bisa mengusahakan waktu untuk pacaran sama suami ya mbak
meskipun sama sama sibuk
inne ria mengatakan…
Alhamdulillah ya mbak masih bisa pacaran sama suami.
ini memang penting banget supaya kita nggak kebablasan sibuk sama urusan masing-masing.
Hidup emak2 itu keras, jenderal! hehehe

Harmonis dan bahagia selalu ya, mbak.. :*
Fitri3boys mengatakan…
hampir sama kayaknya ...kadang ambil cuti sehari buat ngedate..cuma sekedar nonton,makan

pergi ber2 ya pas harus ke semarang pas kaka ipar sakit itu, 2 malam rasanya galau, mungkin karena ga biasa ninggalin anak lgsung ber2,biasanya yang ada dirumah salah satu.

bedanya, suami susah bgt diajak foto bareng, apalagi selfie ber2 he he he
Orin mengatakan…
iya buuuu, haruslah ya pacaran sm suami, biar tetep mesraa hehehehe
Nur Rochma mengatakan…
Wah asyik dong. Saya kalau sedang berduaan sama suami dan ketahuan anak-anak,uh mereka bersorak. Padahal cuma ngobrol berdua, duduk berdekatan. Ternyata ada yang cemburu: anak-anak.
icha mengatakan…
aku sama suamikuuuuuuuu juga sukkkak ke perpus kalau lg ada byk yg harus dikerjain di komputer hehe klo dirumah gak kelar2
Levina mengatakan…
Iya, ada beberapa pasangan yang suka melakukan seperti ini yak. Pacaran lagi. Hehe. Suka kepikiran sama anak-anak tapinya...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad