Langsung ke konten utama

perempuan dan me time



Saya menyadari sebagai seorang perempuan dan juga ibu saya harus bisa menjadi perempuan yang multitasking. Ada banyak tanggungjawab yang tersampir di pundak saya. Tanggung jawab sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pekerja, juga sebagai anak yang harus mengurus eyang (bapak saya). Kayaknya banyak dewh yang harus dikerjakan dalam sehari. 

Aktivitas dan tanggungjawab yang banyak itu terkadang bikin stres juga lho. Misalnya saja urusan sepele seperti menyiapkan menu makanan harian untuk orang rumah. Saya kadang mentok ga dapat ide mau menyajikan apa di meja makan untuk sarapan. Untuk urusan masak memasak saya bisa tapi ga jago, hanya standar bisa dimakan hehe.

Kalau mau beli, terkadang bosen juga dengan menu yang dijual warung makan. Nah lho, kalau setiap hari bingung menyajikan menu makanan bisa stres juga kan? Tambah stres kalau menu yang disajikan pada ga dimakan sama orang rumah, trus akhirnya dibuang. Hua...sedih banget dan besoknya jadi ilang deh mood buat masak.

Belum lagi urusan anak-anak yang riwil atau pas kurang sehat. Bakalan kudu ekstra nyiapin batrei tenaga karena kudu begadang njagain anak yang rewel. Urusan kerjaan yang hetic ditambah jadi supir antar jemput urusan eyang kontrol ke dokter, pengajian atau pertemuan keluarga. 

Seringnya semua urusan rumah harus saya pegang sendiri karena mas suami sering tugas keluar kota dan dalam sebulan hanya menyisakan beberapa hari saja di rumah.Yah, pada intinya aktvitas saya yang segunung itu butuh balancing. Bagi saya, me time adalah booster mood saya supaya saya tetap bisa bermuka manis di hadapan suami dan anak-anak plus dapat tambahan tenaga untuk sabar dan berpikir positif menghadapi masalah dalam keluarga atau kantor.

Me time bagi saya, artinya  melakukan aktivitas yang menyenangkan diri sendiri dan sendirian aja. Pokoknya pede banget pergi sendirian hehe... 

Ini beberapa hal yang biasa saya lakukan kala me  time:
1.     Baca koran/tabloid/novel
Bisa baca koran baru di hari terbitnya adalah kebahagiaan bagi saya, karena ga setiap hari bisa baca koran/tabloid di kala anak-anak masih pada “on”
Nyuri-nyuri baca adalah me time yang menyenangkan. Sekarang masih ada 2 novel yang nunggu untuk dibaca. Tunggu waktunya tiba ya.., pasti tuh novel saya lalap habis.

2.     Pergi ke spa/salon
Saya hobinya nyobain tempat spa baru, karena biasanya spa baru ngasih diskon. Paling sering cari promo perawatan body spa atau perawatan rambut. Saya sampai punyai beberapa kartu member spa yang berbeda-beda. Senengnya kalau  perawatan di spa tuh, si mbak kapster akan jadi pendengar yang baik tentang omongan kita, malah kadang dapat support juga dari si mbak kapster.
Memang sih, harus pilih-pilih curhatan apa yang mau diomongin pas di spa. Tapi lumayan bisa nge-refresh badan dan pikiran.

3.     Ikut seminar/talkshow/arisan ilmu KEB
Kalau ada seminar, talkshow atau arisan ilmu yang temanya menarik dan waktunya cocok biasanya saya akan cap cus ikutan. Selain dapat ilmu pasti akan dapat kenalan teman baru di acara itu atau bahkan ketemu temen yang udah lama ga ketemu. Kalau ketemu teman lama bawaannya hepi karena bisa ngobrol dan cerita heboh hehe..
Kaya kemarin waktu saya ikutan Talkshow parenting di fakultas psikologi UGM, tanpa sengaja saya ketemu teman kuliah yang sudah lama ga ketemu. Sebut saja Rita. Seneng deh kita bisa ngobrol banyak dan sharing tentang pola asuh dan positif parenting. Dalam pandangan saya, teman saya yang ini adalah perempuan yang kuat karena dia yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus tetap bisa beraktivitas kerja di kantor, menyelesaikan S2 dan tetap concern dengan pengasuhan anaknya yang berkebutuhan khusus itu. Saya salut sekali. Ketemu dia jadi dapat booster semangat sebagai perempuan harus kuat ;)

ketemu Rita setelah beberapa lama tak bersua

seseruan ketemu emak-emak blogger di arisan ilmu Jogja

4.     Pergi ke toko buku/perpustakaan
Kalau ke toko buku atau perpustakaan ada kalanya saya mengajak Ikhsan- anak saya yang paling gede- untuk menemani saya. Lumayan bisa baca-baca buku bagus dan bisa berinternetan gratis.

di perpustakaan daerah Jogja
5.     Silaturahmi ke rumah teman
Di setiap jenjang pendidikan saya punya teman dekat mulai dari SD, SMP,SMA sampai kuliah. Nah, kalau saya mulai suntuk dengan aktivitas sehari-hari biasanya saya akan mencoba menghubungi teman-teman lama saya yang dulu.
Bertemu teman lama, ngobrolin masa lalu dan masa sekarang bener-bener membahagiakan karena pada saat ngobrol itu kita sesaat melupakan beban hidup kita. Benar ga?

Ketemu Herdiana, temen dekat saya kala SMP isi obrolan kita bakalan seru. Nih orang heboh kalau kasih booster semangat untuk cari beasiswa kuliah lagi di luar negeri hehe..., Nyerah deh Yan, kalau disuruh kuliah di luar negeri, ga tega ninggalin Jogja.
Herdiana yang asli lampung selalu menggunakan bahasa jawa kalau ketemu saya. Bahasa jawa-nya pun lancar kayak orang Jawa. Bu dokter ini baru saja nyelesain kuliah S2 di Australia dan di sana dapat bonus hamil dan melahirkan. Sempat nengokin dan gendong si bayi kelahiran Australia ini
nengokin bayi Herdiana(temen SMP) yang baru saja pulang dr Australia
Ketemu Ressy, sohib saya sewaktu di SMA bisa nge-refresh pikiran karena kita ngobrolin apa aja mulai dari anak, suami, kerjaan dan tentang kita sendiri sebagai perempuan. Saya juga berdecak kagum kalau mendengar ceritanya merintis bisnis online sabuk bonceng Zatra. Bener-bener dari nol sampai sekarang bisa memproduksi sendiri dan punya distributor di seluruh Indonesia. Sekarang sabuk bonceng Zatra jadi produk yang masuk sepuluh besar di BukaLapak.com
Bener-bener wau deh... Satu ilmu yang saya dapat dari Ressy, bahwa kita harus fokus dengan pekerjaan kita, apa pun itu. Dengan fokus, hasil yang akan kita dapatkan akan maksimal.

ketemu Ressy (teman SMA) ownernya Sabuk Bonceng Zatra                     

6.     Nge-blog
Saya mulai mengenal blog tahun 2007 yang silam. Nulis di blog adalah saat yang menyenangkan untuk menuangkan apa yang ada di kepala tanpa perlu melewati sensor editor bahasa yang resmi. Jadi kalau terlintas ide mau nulis, bisa langsung cepet dituangkan di blog.
Kadang kala isi blog adalah curcol saya sebagai perempuan dan emak-emak. Senengnya tuh, kalau postingan kita banyak yang baca dan komen. Dapat kepuasan batin plus dapat teman dumay baru.

bagaimana dengan teman-teman? apakah butuh me time seperti saya? sharing dong...

Komentar

Sabuk Bonceng Anak Zatra mengatakan…
Wuiihhhhh... si Ibu Me Time nya banyaaakk bgttt...kapan2 nge spa berdua yaaa, ak jg suka..xixixi...
Fitri3boys mengatakan…
iya dunk..tetep harus me time bu, saya suka juga ke salon Bu, tera,khir kesalon pas puasa lalu di weekend pertama, rasanya sumpek mau marah2 ,,daripada puasa marah2 khan mending nyalon ...

satu lagi saya hobi bgt me time jalan2 sendirian ke ITC ambass, sejak mas jek masi bayi nih kebiasannya, kalau ini pas bener2 jenuh dan mau sendirian aja....

Anisa AE mengatakan…
Enak banget mbak mie time nya

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad