Langsung ke konten utama

Outbond di Kebun Buah Naga Bona Mitra Multifarm


Hari Kamis 3 November kemarin, sekolah Ikhfan, TKIT Baiturahim ada minitrip untuk mengenal tentang tanaman buah naga ke Taman Buah Naga Bona Mitra Multifarm di daerah Lempongsari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Lokasinya di sebelah Utara Monjali, depannya Hotel Hyatt Jogja. Mumpung punya waktu kosong, saya dengan senang hati mengantar Ikhfan. Terus terang saya belum pernah tuh masuk kebun buah naga yang tanamannya berbentuk kayak kaktus raksasa itu tapi buahnya manis banget. Jadi Penasaran.


Pemberitahuan dari sekolah kami diminta kumpul di depan sekolah paling lambat jam 08.10 WIB dengan kendaraan sendiri-sendiri. Saya memutuskan naek sepeda motor aja. Ternyata wali murid yang naik motor dengan memboncengkan anak-anaknya banyak juga jadi ketika kami jalan serasa konvoi kendaraan bermotor yang mengangkut anak-anak TK. Seru berada dalam rombongan konvoi ini. Ikhfan yang saya bonceng di belakang dengan mba fitri (asisten saya) selalu bertanya,”Ibu, temen-temenku masih keliatan ga? Kita ketinggalan ga?”

Jarak yang kami tempuh mungkin sekitar 5an km. Sekitar 20 menit kami sampai di tujuan, selanjutnya kami diminta parkir masuk ke dalam kebun. Dan di depan kami terhampar kebun yang ditanami buah naga luas sekali. Di depan kebun disediakan  Joglo yang bisa dimanfaatkan pengunjung. 

joglo di depan kebun, foto agak gelap karena mendung

Saya terheran-heran juga, ternyata di daerah Monjali yang notabene “daerah perkotaan” ada kebun buah naga yang menurut informasi dari pemandu luasnya 2 hektar. Saya membayangkan berjalan sampai ujung belakang kebun bakalan gempor kaki saya tapi anak-anak TK beda. Mereka langsung saja berlarian di lorong-lorong kebun. Jiah...nyata beda energi antara anak-anak dan emak-emak.

Sebelum acara dimulai, saya sudah memulai duluan dengan sesi foto-foto selfie hehe... Pagi itu udara Jogja agak mendung jadi cocok banget jalan-jalan di kebun karena tidak terlalu panas dan udaranya juga adem sejuk.

Acara pagi itu dibagi dua, untuk para wali murid ada diskusi parenting di joglo dan anak-anak TK akan diajak berkeliling kebun didampingi pemandu untuk mengenal tanaman buah naga mulai dari pembibitan, perawatan sampai memetik buah naga langsung dari pohonnya. Selain itu anak-anak nanti juga boleh kasih makan ikan di kolam yang guede dan diakhiri dengan makan buah naga fresh from pohon. Hmm...jadwal acara yang seru.

Pihak pemandu yang dipimpin oleh Ibu Agustin mengumpulkan anak-anak untuk dibagi 3 kelompok. Masing-masing kelompok akan dipandu oleh 2 orang pemandu. Ibu guru langsung cepat membagi anak-anak jadi 3 kelompok. Saya ikutan kelompok Ikhfan. Saya milih ikut jalan-jalan ke kebun dulu baru nanti gabung acara parenting di joglo.

Sambil berjalan menyusuri lorong-lorong kebun, kami mendengar penjelasan pemandu bahwa ada 3 jenis tanaman buah naga yaitu tanaman buah naga merah, putih dan kuning. Buah naga di kebun ini adalah tanaman yang organik karena menggunakan pupuk kandang untuk pemupukannya. Untuk tumbuh dan bisa berbunga, tanaman buah naga ini membutuhkan waktu sekitar 9 bulan. 

Kontrol penyiraman juga dilakukan, jika musim hujan tidak perlu disiram. Kata pemandu, tanaman ini mudah tumbuh. Jadi kalau berminat menanam sendiri di rumah bisa beli bibitnya di sini. Tapi kalau saya pilih beli buahnya saja, gampang ga repot nunggu 9 bulan sampai tanamannya berbuah.

Tanaman ini termasuk tanaman musiman. Mulai berbuah antara bulan september sampai april. Sekali berbuah akan terus berbuah. Dan lucunya, bunga hanya mekar di malam hari, kalau pagi hari bunganya akan menutup. Bunganya berwarna putih dan ada di ujung batang pohon buah naga. Dalam satu batang terkadang ada 2-3 bunga bakal calon buah. Jadi kalau dihitung kira-kira satu pohon akan menghasilkan 10 kg buah naga untuk sekali panen. Di kebun ini mungkin ada lebih dari 1000 pohon buah naga. Harga 1 kg buah naga merah sekitar Rp 30.000 - 35.000ribu di pasaran. Jadi silahkan dihitung sendiri ya...

Di tengah kebun, pemandu mempersilahkan anak-anak untuk memberi makan ikan di dua kolam besar yang berisi ikan nila. Wah, yang namanya anak-anak, acara kasih makan ikan jadi acara seru karena mereka teriak-teriak heboh ketika ikan-ikan naik ke permukaan air untuk berebut makanan yang dilempar ke kolam.
Selanjutnya kami diajak melihat cara budidayanya. Ternyata untuk budidaya, cukup memotong sebagian batang kemudian ditunggu sampai getahnya hilang dan ditanam di polybag. Untuk ngecek batang yang kita tanam di polybag tumbuh atau tidak adalah dengan melihata apakah ada akar yang tumbuh. Kalau ada akarnya, berarti bisa dilanjutkan nanamnya karena diperkirakan tanaman akan bisa tumbuh. Kalau berminat bisa langsung beli bakal tanaman buah naga di polybag itu.  Kalau males melakukan perawatan dan ga kuat nunggu 9 bulan sampai tanaman berbuah, ada juga tanaman buah naga yang di pot ditambah sudah berbuah yang bisa dibeli. Kalau kemarin dibandrol harga 1,5 juta sudah diantar ke rumah.
Setelah itu kami bebas jalan-jalan dan foto-foto di area kebun.

Selanjutnya kami balik ke joglo untuk mencicipi buah naga organik yang fresh dari pohon. Ketika kami kembali ke joglo irisan buah naga sudah terhidang di piring. Warna merahnya memikat hati dan menggoda untuk segera disantap. Dan rasa manis langsung menguasai lidah. Rasa manisnya ada sedikit kecut segar. Berbeda dengan buah naga yang saya makan sebelumnya. Menurut informasi rasa manis yang berbeda itu karena buah naga yang dihasilkan di kebun ini 100 persen organik. Sip bener deh..

irisan buah naga yang siap disantap
Oya, kebun buah naga bona mitra multifarm ini menyediakan paket wisata outbond di sini. Daftar paket wisata per november 2016 dibandrol mulai harga Rp. 8.000 per orang.
Ada enam paket wisata yang bisa dipilih pengunjung;
Paket 1 dengan harga Rp 8.000 per orang akan mendapatkan fasilitas mengenal buah naga dan cara budidaya, gratis irisan buah naga dan feed the fish.
Paket 2 dengan harga Rp 15.000 per orang akan mendapatkan fasilitas mengenal buah naga dan cara budidaya, gratis 1 cup jus buah naga per orang dan feed the fish.
Paket 3 dengan harga Rp 20.000 per orang akan mendapatkan fasilitas mengenal buah naga dan cara budidaya, gratis irisan buah naga, gratis 1 cup jus buah naga dan feed the fish.
Paket 4 dengan harga Rp 30.000 per orang akan mendapatkan fasilitas praktek menanam sayur organik dalam polybag, mendapat 1 polybag sayur organik, gratis 1 cup jus buah naga dan feed the fish.
Paket 5 dengan harga Rp 60.000 per orang akan mendapatkan fasilitas melukis caping, mendapat 1 buah caping dan gratis 1 cup jus buah naga.
Paket 6 (outbond) dengan harga Rp 35.000 per orang akan mendapatkan fasilitas permainan edukatif mengasah kreatifitas, kekompakan, dinamika kelompok, permainan tradisional dan gratis 1 cup jus buah naga.
Itu daftar harga per november 2016, kemungkinan harga bisa berubah. Kalau berminat maen ke sana bisa menghubungi contact personnya Ibu Agustin 081325058883. Ditanggung puas jalan-jalan di kebun plus bisa poto-poto. Sayangnya belum tersedia resto yang menyediakan makanan yang bisa dibeli langsung.
Nah, ga afdol kalau saya belum menampilkan foto-foto lain di sana.
di joglo


ikhfan-pak tani cilik
cara memetik buah naga pake gunting

bareng ibu-ibu guru cantik



Komentar

Fitri3boys mengatakan…
seru ya jalan2nya...

nuah naga merah kesukaan kita dirumah nih
monda mengatakan…
waaah senangnya main ke kebun naga
pengen deh ikut ke situ juga,
aku kan suka banget buah naga
Fadli mengatakan…
Asik ya mbak, anak-anak bisa bermain sambil belajar banyak...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…