Langsung ke konten utama

selamat hari Ibu

Setiap orang pasti punya kenangan tentang Ibu. Ada juga yang mengidolakan Ibu-nya dan pengen seperti Ibu-nya setelah berkeluarga kelak. Ibu memang orang pertama yang kita kenal di dunia. Bukankah  dari air susunya kita dapat bertahan hidup dunia? cara Ibu mengajarkan kita tentang kehidupan juga berbeda-beda. Begitu juga dengan Ibu saya.

Setelah saya menjadi Ibu, saya baru tahu alasan mengapa dulu alm. Ibu sangat-sangat cerewet mengatur anak-anak dan keluarga. Ibu saya adalah perempuan bekerja yang multi tasking. Jaman saya kecil, Ibu selalu memasak sendiri untuk keluarga dan menyediakan aneka cemilan sebelum berangkat ke kantor. Pokoknya Ibu memastikan di rumah tersedia makanan untuk anak-anak baru beliau berangkat kantor.


Sejak adik saya yang terkecil berusia 5 tahun, kami tidak punya pembantu. Alhasil semua pekerjaan rumah dilakukan oleh Ibu. Kami hanya diminta sekolah dan belajar yang baik. Tidak membantu pekerjaan rumah tidak masalah asal PR dikerjakan.

Sekarang saya jadi mahfum alasan Ibu meminta kami serius sekolah dan memberi banyak waktu untuk belajar karena ada trauma di masa kecil beliau bahwa kesempatan untuk belajar dan meneruskan sekolah hampir tidak ada karena harus membantu kedua orang tua. Dengan mencuri-curi waktu, Ibu tetap belajar dan punya semangat yang tinggi untuk melanjutkan sekolah di UGM. Namun keinginannya itu harus dibuang jauh karena orang tua Ibu mengutamakan kakak laki-laki Ibu yang kuliah di UGM. "Perempuan tidak perlu sekolah sampai perguruan tinggi," begitu alasannya.
Dari cerita beliau pada saya dulu, memberi kesan bahwa Ibu tidak ingin kejadian masa kecilnya terulang pada anak-anaknya. Ibu ingin memberi bekal pendidikan pada anak-anaknya. jadi kami berempat di-ultimatum untuk kuliah di universitas negeri di Jogja.

Keinginan Ibu terwujud walau Ibu tidak akan pernah melihat kami memakai toga wisuda karena Ibu meninggal tahun 2000 kala saya masih semester 4 di universitas.

Sekarang, saya mengambil banyak pelajaran dari Ibu seorang perempuan Jawa yang mulai berpikiran modern. Ilmu tentang mengatur rumah tangga banyak saya ambil dari Ibu seperti mengutamakan pendidikan dan ilmu bagi anak-anak juga tentang mengelola keuangan keluarga. Istilahnya ilmu jadi manajer rumah tangga.

Satu hal yang sangat saya ingat adalah permintaannya kepada anak-anak perempuannya untuk bekerja supaya mandiri secara finansial supaya kami tetap mempunyai uang untuk kebutuhan kami pribadi sebagai perempuan tanpa mengganggu suami. Dan keinginannya terwujud saya dan kedua kakak perempuan saya semua bekerja. Saya sekarang juga "mengerti" maksud Ibu dengan mandiri secara fiansial, sekarang saya jadi bisa mempunyai otoritas terhadap penghasilan saya untuk keperluan saya dan keluarga.

Baca : Menjadi Manajer Rumah Tangga

Kegigihan seorang perempuan untuk bisa menyelesaikan semua urusan domestik tanpa keluhan ditunjukkan oleh Ibu.
Ibu tetap menjalani aktivitas sebagai seorang Ibu tanpa mengeluh rasa sakit atas penyakit yang di deritanya. Ibu memang mempunyai masalah di ususnya. Beberapa kali mengalami pendarahan, tapi Ibu dan bapak tidak pernah memberi tahu kami apa penyakitnya. Mereka mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja,dan Ibu tetap menjalani perannya seperti biasa, tetap memasak, bersih-bersih rumah, senam, pengajian, arisan dan lain-lain.

Karena penyakitnya, Ibu mengambil pensiun lebih cepat alasannya supaya bisa mengurus anak-anak dan rumah. Ya, sejak itu Ibu melakukan semua pekerjaan di rumah dan memasak sendiri. Ibu mengajarkan pada kami untuk tidak memasukkan MSG pada masakan, karena menurut Ibu itu tidak menyehatkan tubuh. Nah sampai sekarang saya juga meniru Ibu dalam hal itu. Rasanya tidak tega saja kalau masukin MSG ke masakan di rumah.

Walau sekarang saya sudah tidak bisa lagi bertemu Ibu, tapi kenangan akan Ibu tentang ilmu tentang kehidupan akan selalu terbingkai manis di hati saya. Tanpa Ibu, saya tidak akan menjadi seperti ini. Rasanya saya belum sempat membalas kebaikan Ibu, tapi saya yakin Ibu tulus melakukan pengabdian untuk keluarga.

Selamat hari Ibu...
Terimakasih Ibu...
Al Fatihah untukmu Ibu....


Komentar

Fitri3boys mengatakan…
ibunya visioner ya jeng
entik mengatakan…
@mba fitri: iya, Ibu memang berpikiran visioner
DIJA mengatakan…
ibunya mama entik cantiik sekali

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…