Langsung ke konten utama

aktivitas pengisi liburan

Bulan Desember adalah bulan liburan bagi saya dan anak-anak. Setelah terima rapot, Ikhsan-ikhfan libur sekitar 2 minggu dan saya dapat libur sekitar 4 minggu stelah ujian semester ganjil. Yeay...hepi dewh rasanya bisa liburan bareng anak-anak. Baru tahun ini, saya bisa punya banyak waktu untuk libur bareng anak-anak.

Libur panjang tanpa mas suami emang jadi kurang lengkap. Jadwal tugas luar kota mas suami masih padat dan kayaknya tidak menyisakan banyak waktu untuk liburan bareng saya dan anak-anak. Nah, biar acara liburan tetep seru di rumah, saya membuat daftar aktivitas pengisi liburan setiap harinya yang bisa kami lakukan.

Mau tahu, aktivitas apa saja yang saya lakukan bersama Ikhsan-Ikhfan selama liburan?

Di awal liburan, saya dan Ikhsan membuat daftar kegiatan yang yang bisa kami lakukan di rumah atau keluar rumah. Ini daftar kegiatan yang kami rencanakan dan bisa terlaksana selama liburan kemarin:

1. bermain mencari harta karun
ini permainan paling disukai anak-anak. Cara bermainnya, anak-anak saya minta mencari bintang dengan mencari petunjuk yang saya taruh d tempat-tempat tertentu. Untuk mendapatkan petunjuk, mereka harus menjawab pertanyaan yang saya sediakan di kertas-kertas petunjuk. Jadi seperti main detektif.

Saya menaruh petunjuk di pohon-pohon pekarangan di sekitar rumah dan tetangga.
Seru karena saya harus keluar rumah dan menaruh petunjuk di tempat tertentu untuk dicari anak-anak. Saya berasa seperti jaman saya kecil dulu hehe...

oya, anak-anak harus mengumpulkan bintang sebanyak 5 untuk bisa dtukar dengan mainan pilihan mereka.

2. bermain petak umpet
Nah, kalau permainan yang satu ini adalah favoritnya adik Ikhfan. Walau kadang tidak sesuai aturan, yang penting adalah sembunyi. Kadang ikhfan malah suka jadi yang ngitung hehe... selanjutnya saya dan kakak Ikhsan yang ngumpet.
Tempat maen petak umpet kadang di luar rumah kadang di dalam rumah. Kalau di dalam rumah, Ikhfan paling suka ngumpet di kamar dan menutupi diri dengan selimut

3. sepedaan
 Acara sepedaan biasanya kami lakukan di pagi atau sore hari. Muterin kompleks rumah sampai ke sawah. Saya paling seneng ke sawah, bisa lhat padi sambil cerita ke anak-anak betapa panjang perjalanan sebutir nasi untuk bisa berada di atas piring mereka. Jadi mereka jadi ngerti mengapa saya suka cerewet kalau mereka tidak menghabiskan nasi.

4. mencoba naik bis Trans Jogja, dan becak
 Waktu Ikhsan mengajak ke Taman Pintar dan Malioboro, tiba-tiba saya punya ide untuk mengajak anak-anak mencoba naik transportasi umum. Selain males nyetir mobil dan melintasi jalur macet menuju Malioboro, sepertinya lebih enak naik trans jogja dan bisa turun di shelter pas depan kepatihan plus ongkosnya murah cukup Rp. 3.500 per orang dah bisa sampai malioboro.

kita nunggu di shelter UPN -masih sepi-
Kami bertiga naik dari shelter UPN dan naik jalur 3A dengan rute melewati malioboro dan taman pintar. Setelah nunggu sekitar 30an menit jalur 3A datang. Penumpangnya sudah ada yang berdiri. Ikhsan dan Ikhfan saya wanti-wanti harus berada di samping saya dan memegang tangan atau baju saya.
Seorang penumpang berbaik hati memberi saya kursi, mungkin kasihan melihat saya bawa anak kecil dan harus berdiri.
Alkhamdulillah lumayan bisa duduk sambil memangku adik Ikhfan. Sementara kakak Ikhsan terpaksa berdiri. Setelah sampai di shelter Manggung, kakak Ikhsan baru dapat tempat duduk. Walau penuh, tapi perjalanan sampai Malioboro tetep aja nyaman karena bisnya ber-AC dan kita dapat tempat duduk. Adik Ikhfan aja sampai tertidur.

Kami turun di shelter depan kepatihan yang berada di tengah-tengah jalan Malioboro. Saya yang hampir 2 tahun lebih tidak menginjakkan kaki di Malioboro jadi terheran-heran dengan kondisi Malioboro sekarang.
shelter depan kepatihan
Trotoar yang dulu penuh dengan parkiran motor sekarang berubah menjadi area pedestrian yang dilengkapi dengan kursi-kuri, lampu, tempat sampah dan hiasa-hiasan lain. Malioboro jadi semakin cantik dan ramah bagi pejalan kaki.

Saya menyempatkan foto-foto di area pedestrian dan berjalan masuk pasar Berinngharjo. Anak-anak belum pernah masuk ke Beringharjo. Penuh sesak dengan pengunjung tapi kami masih bisa berjalan masuk di lorong-lorong pasar.

berasa bukan duduk di pinggir jalan  
poto yang lumayan bagus hasil jepretan anak usia 4 tahun (aka adik Ikhfan)
Setelah masuk pasar, anak-anak saya ajak mencoba naik becak menuju Taman Pintar. Hua...seru banget deh naik becaknya. Teringat masa kecil saya hehe...Hanya sekitar 10 menit naik becak, kami sudah sampai Taman Pintar. Kalau masa liburan seperyi ini, Taman Pintar penuh dengan pengunjung. Saya memutuskan untuk mengajak anak-anak main di playground saja karena kalau masuk gedung oval bakalan penuh dan lama, takutnya adik Ikhfan mulai ngantuk dan saya musti gendong.






Puas main di playground, kami makan di food courd Taman Pintar. Berhubung adik Ikhfan dah ngantuk, pulangnya kami naik taksi. Baru 5 menit taksi berjalan Kakak Ikhsan dan adik Ikhfan langsung merem dan bobok. Mungkin kecapekan seharian saya ajak jalan Malioboro-Beringharjo-Taman Pintar.

5. ke pantai
Pas tanggal 25 Desember, mas suami sudah ada di rumah dan saudara-saudara saya datang berlibur ke Jogja sekalian nengokin Eyang. Mumpung pada kumpul, jadi kami ramai-ramai main ke Pantai baru. Pantai ini lokasinya di kabupaten Bantul dekat dengan perbatasan Kabupaten Kulon Progo.

Sebenarnya Pantai Baru adalah deretan beberapa pantai di daerah Bantul. Ada pantai kuwaru dan goa cemara. Ciri khasnya adalah ada banyak pohon cemara yang tumbuh di pantai jadi bisa untuk berteduh sambil mainan pasir.
Ombaknya cukup besar dan saya ga rekomendasi untuk mandi atau mainan air laut di sana. Lumayan bahaya karena terkadang tiba-tiba ombak yang datang begitu besar.

Di sini kita bisa naek ATV, makan ikan bakar sambil menikmati udara pantai yang berangin dan teduh di bawah pohon cemara.

Dan waktu 2 minggu rasanya cepat sekali berlalu. paling tidak kami melewatkan masa liburan akhir tahun 2016 kemarin dengan suka cita. Bagaimana dengan teman-teman?
ga berani terlalu dekat dengan air
naek ATV berempat
kalau udah ketemu pasir langsung mainan                  



Komentar

Fitri3boys mengatakan…
asik bgt liburannya euyyy
DIJA mengatakan…
waaah jadi penasaran sama pedestriannya malioboro
kayaknya harus kesana lagi nih

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan. Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega. Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba. Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sud