Jumat, 26 Mei 2017

Mengelola Uang Belanja biar Ga tekor


Urusan dapur supaya tetap mengepul sedikit banyak ada di tangan perempuan. Intinya masalah logistik keluarga di sebagian besar keluarga ada di tangan perempuan. Betul ga? Walau ga dipungkiri juga di beberapa keluarga, urusan ini dipegang oleh para suami.

Logistik makan adalah kebutuhan pokok kita, jadi mau tidak mau harus terpenuhi. Tanpa kita sadari, kebutuhan ini mengambil porsi yang cukup besar dalam pembiayaan rumah tangga. Sebagai perempuan yang memegang peran besar dalam urusan logistik, kita kudu jeli dan cermat dalam mengelola uang belanja.

Saya memakai prinsip 50-30-20 dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga. Pada bagian logistik yang termasuk kebutuhan pokok mendapat jatah 50% dari total penghasilan kami sebulan. Nah kebutuhan pokok kan ga cuma makan, ada kebutuhan lain yang perlu dibiayai. Jadi alokasi 50% itu musti dibagi-bagi lagi.


Di postingan ini, saya pengen cerita tentang mengelola uang belanja ala saya. 

Sabtu, 13 Mei 2017

Merencanakan Keuangan Keluarga



Tidak saya sangka sebelumnya bahwa ketika saya memutuskan untukmenerima lamaran mas suami dan menikah, saat itu juga saya “dilantik” jadi manajer keuangan keluarga. Keren ya? Tapi  dipercaya mas suami untuk mengelola dan mengatur keuangan keluarga kecil kami tanpa pengetahuan tentang keuangan sebelumnya adalah sebuah tantangan besar bagi saya. Dulunya sebelum nikah, saya rasanya bebas saja menggunakan uang gaji bulanan saya sesuai keinginan saya. Kalau dalam sebulan uang gaji habisa tak bersisa, biasa saja karena waktu itu saya belum punya planning keuangan terhadap hidup saya. Maklum masih single jadi rasanya masih free tanpa ikatan hehe..

Aih, ternyata ketika mas suami menyerahkan gaji bulanannya dan meletakkan tanggungjawab mengelola uang, bikin saya shock juga. Uang segini banyaknya harus bisa dialokasikan ke pos-pos kebutuhan kami berdua dan terkadang kebutuhan keluarga besar kami.

Selasa, 09 Mei 2017

Family trip: Batavia-Ancol

Hari kedua, anak-anak langsung bangun pagi dan semangat untuk pergi ke Ancol. Jam 7 pagi mereka sudah mandi dan siap untuk sarapan. Baiklah, mari kita mulai hari ini dengan semangat anak-anak...
Selesai sarapan, mas suami order go car dan tak berapa lama pun kami meluncur menuju Ancol. Hanya 15an menit kami sudah masuk gerbang Ancol. Tujuan pertama kami adalah Sea world. Walau belum ada jam 9, ternyata pengunjungnya sudah banyak.
 
Cerita perjalanan hari pertama ada di sini

Dengan tiket seharga 110 ribu per orang kami masuk Sea World. Ketika masuk, tangan kami dicap oleh petugas supaya nanti bisa keluar-masuk Sea World secara bebas dalam hari itu dengan sekali beli tiket. Begitu masuk kami langsung disambut oleh suasana redup-temaram dan aneka aquarium dengan bermacam-macam jenis ikan laut.

Senin, 01 Mei 2017

family trip : ke Batavia

Di era sekarang ketika rutinitas hidup melahirkan kejenuhan, tidak dipungkiri lagi bahwa acara refreshing bareng keluarga atau orang-orang terdekat merupakan momen yang ditunggu. Saya sendiri juga heran, mengapa sekarang rasa jenuh dan bosan gampang banget datang setelah terjebak rutinitas dan tekanan pekerjaan. Jalan bareng suami dan anak-anak ke tempat wisata bareng ternyata membuat hati sejenak refresh dari kejenuhan. So kayaknya kebutuhan akan liburan atau apalah namanya adalah suatu kebutuhan. Ya walaupun termasuk kebutuhan tersier, kalau bisa dipenuhi rasanya pua..aas banget. Tidak mengherankan ketika ada tanggal merah dan jatuh di hari jumat atau senin, jalanan menuju tempat wisata bakal macet dipenuhi wisatawan. 

Nah, long weekend tanggal 22-24 April kemarin, saya , mas suami dan ikhsan-ikhfan jalan-jalan ke Jakarta.  Kok ke Jakarta? Ga ke  daerah wisata alam aja?