Selasa, 09 Mei 2017

Family trip: Batavia-Ancol

Hari kedua, anak-anak langsung bangun pagi dan semangat untuk pergi ke Ancol. Jam 7 pagi mereka sudah mandi dan siap untuk sarapan. Baiklah, mari kita mulai hari ini dengan semangat anak-anak...
Selesai sarapan, mas suami order go car dan tak berapa lama pun kami meluncur menuju Ancol. Hanya 15an menit kami sudah masuk gerbang Ancol. Tujuan pertama kami adalah Sea world. Walau belum ada jam 9, ternyata pengunjungnya sudah banyak.
 
Cerita perjalanan hari pertama ada di sini

Dengan tiket seharga 110 ribu per orang kami masuk Sea World. Ketika masuk, tangan kami dicap oleh petugas supaya nanti bisa keluar-masuk Sea World secara bebas dalam hari itu dengan sekali beli tiket. Begitu masuk kami langsung disambut oleh suasana redup-temaram dan aneka aquarium dengan bermacam-macam jenis ikan laut.


Wah, Ikhsan-Ikhfan seneng sekali liat ikan-ikan laut di aquarium yang besar-besar. Pas jam setengah sebelas diumumkan oleh petugas bahwa akan ada acara feeding time untuk kura-kura dan ikan hiu. Waa....ini saat yang ditunggu-tunggu. Di kolam terbuka, ada 4 ekor kura-kura yang menunggu saatnya diberi makan. Petugas dari sea world menyiapkan potongan-potongan ikan yang nantinya ditusuk dengan stik panjang dan diberikan pada kura-kura. Pengunjung dapat bergantian memberikan potongan ikan dengan stik itu kepada 4 kura-kura di kolam terbuka.





Pengunjung anak-anak segera berebutan untuk meminta stik, termasuk Ikhsan Ikhfan. Saya dan mas suami pun ikutan meminta stik untuk memberi makan kura-kura. Eh, ternyata seru juga lho hehe...
Setelah kura-kura, sekarang giliran ikan hiu kecil yang diberi makan. Nah, giliran ikan hiu, pengunjung hanya bisa melihat saja.

Selesai melihat feeding time kura-kura dan hiu, yang paling ditunggu adalah feeding time untuk ribuan ikan di kolam utama oleh 2 penyelam profesional. Masih ada waktu 15an menit sebelum acara feeding time di kolam utama dimulai, dan kami memutuskan untuk masuk kolam utama dulu. 

Bentuk aquarium yang seperti terowongan itu memang jadi ikon Sea World. Begitu masuk terowongan, kami disambut oleh aneka macam ikan laut yang berenang bersliwieran. Ikan pari terlihat sangan besar dan berenang ke sana-ke mari. Wow...sangat mengesankan.

Keluar dari terowongan kolam utama, kami langsung mencari tempat di depan kolam utama untuk melihat acara feeding time. Kami duduk lesehan di lantai yang dihampari karpet empuk. Tak berapa lama, 2 orang penyelam datang dan langsung dikerubungi ikan-ikan yang jumlahnya sangat banyak. Sampai penyelamnya ga kliatan. Sembari melihat penyelam memberi makan ikan-ikan, sang pembawa acara memberikan informasi mengenai nama/jenis ikan yang ada di dalam aquarium utama. Pembawa acara pun membagi-bagi stiker Sea World bagi pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan. Stiker ini hanya dibagi saat pertunjukan feeding time dan tidak dijual bebas. Nah, kebetulan ketika ada pertanyaan, siapa pengunjung yang datang dari luar Jakarta, mas suami langsung mengajunkan jari dan menjawab, “dari Jogja..”
Yeay, langsung diberi stiker 2. “jauh sekali pak..” begitu komentar pembawa acara sembari memberikan stiker Sea World. Kami hanya tersenyum saja...
 
lesehan di depan kolam utama yang padet pengunjung
Puas di Sea World, kami lanjut jalan ke pantai Ancol. Keluar dari Sea World, kami menuju halte bis Wara-Wiri yang disediakan gratis sebagai shutlle bus. Hanya menunggu sebentar, bis yang menuju pantai sudah datang. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit, kami sudah sampai di pantai. Dan sisa siang itu kami habiskan di pantai sambil makan siang. 

Puas dan akhirnya menjelang sore kami putuskan balik ke hotel karena melihat adik Ikhfan sudah mengantuk. Beruntung lokasi hotel hanya 3 km dari Ancol jadi kami tidak butuh waktu lama sudah sampai hotel. Begitu masuk kamar langsung tidor semua.

Hari Ketiga
Di hari ketiga, kami mencoba naik bemo dan jalan-jalan di sekitar hotel di area Pluit. Ikhsan –Ikhfan heran banget dengan moda transportasi yang satu ini. Jumlah roda hanya 3, seperti becak tapi kok seperti mobil? Bisa muat banyak orang?

Ya, baiklah mari kita coba naik bemo muter sampai taman Pluit. Ternyata seru juga naik bemo bagi orang yang belum pernah naik hehe... Suara bemo yang khas berpadu dengan semilir angin yang masuk ke dalam bemo. Sege..err.

di dalam bemo yang ternyata muat untuk kami berempat
Setelah puas naik bemo, kami segera balik ke hotel dan cek out karena jadwal penerbangan ke jogja jam 1 siang dari cengkareng. Alhamdulillah perjalanan ke bandara tidak macet dan sampai bandara masih ada banyak waktu.

Ini kali pertama bagi saya dan anak-anak masuk bandara lewat terminal 3 ultimate. Aih, keren juga nih terminal buat poto-poto heheh...  Di sini ruang tunggunya sangat luas dan nyaman. Adik Ikhfan tidak bosen menunggu karena bisa lari-larian dengan bebas. Jadwal penerbangan kami delay 15 menit, tapi waktu menunggu tidak kerasa karena ruang tunggu yang luas dan kursinya banyak. Kita malah poto-poto karena kece abis ni  terminal. Seperti bandara-bandara luar negeri.






Ketika akhirnya ada pengumuman bahwa penumpang penerbangan ke jogja dipersilahkan masuk lewat pintu 16, kami bergegas masuk. Huhu..usai sudah 3 hari yang menyenangkan bareng Ikhsa-Ikhfan dan mas suami suami. Semoga besok-besok ada kesempatan lagi untuk familiy trip.


Ah, akhirnya kami pulang  ke Jogja....


2 komentar:

fitri anita mengatakan...

he he keren euy..jalan2 naik BEMO ..

Sea World anak2 pasti suka yak....

Fanny f nila mengatakan...

Udh lama ih g ke sea world.. Trakhir pas anakku yg pertama msh bayi :p .. Adeknya malah blm prnh pergi kesana.. Tiketnya udh segitu ya mba.. Lumayan jg kalo mau pergi sekeluarga :D. Tp sbnrnya worth it sih.aku juga suka kok ama koleksi ikan2 di sana