Langsung ke konten utama

De Javu dengan Hyperemesis Gravidarum


Setiap kali tahu kalau ada teman, keluarga atau kenalan saya yang hamil, saya selalu menanyakan pertanyaan yang sama, “mual atau muntah enggak di awal kehamilan?”

Ternyata dari banyak perempuan hamil yang saya tanyai tidak semuanya mengalami mual dan muntah di awal kehamilan. Ada yang serasa tidak hamil karena tidak merasakan mual dan muntah, rasanya biasa saja bahkan cenderung jadi doyan makan. Kalaupun ada yang mual dan muntah kebanyakan hanya terjadi di pagi hari saja selanjutnya tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Dan hanya 1-2 orang saja yang bercerita kalau mual dan muntahnya agak parah. Tidak banyak yang tahu tentang kemungkinan perempuan hamil terserang hyperemesis gravidarum.

Hyperemesis gravidarum adalah morning sickness yang parah yaitu ketika perempuan hamil mengalami mual dan muntah lebih dari 5 kali dalam sehari dan rasa mual berlangsung terus menerus sepanjang hari sehingga makanan susah masuk. Saya pernah menulisnya di sini.


Dapat dipastikan perempuan yang terserang hyperemesis gravidarum tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena biasanya tubuh akan terasa lemas karena menahan mual dan muntah. Asupan makanan pun akan terganggu karena rasa mual. Dampak terparahnya adalah dehidrasi pada ibu hamil.

Menceritakan tentang hyperemesis gravidarum benar-benar membawa saya ke kenangan saat hamil  ikhsan dan ikhfan. Rasanya bera..aat banget melewati trimester pertama kehamilan karena sepanjang hari saya merasaka mual dan muntah lebih dari 5 kali. Dan itu berlangsung setiap hari sampai usia kehamilan saya menginjak 5 bulan. Hadew pokoknya masa-masa penuh perjuangan. Jadi perlu persiapan mental yang kuat untuk menjalani.

Ah, tidak dinyana sekarang saya serasa mengalami de javu pengalaman menjalani hyperemesis gravidarum lagi.

Ketika mendapati tespcak bergaris dua, mata saya langsung terpejam. Perasaan bahagia dan deg-degan bakal mengalami hyperemesis gravidarum bercampur aduk di dada saya. Dapat dipastikan saya akan mengalaminya lagi.

Tebakan saya tidak meleset. Pengalaman 5 tahun lalu ketika hamil ikhfan sekarang saya alami kembali. Tapi dengan berbekal pengalaman di kedua kehamilan saya terdahulu, sekarang saya lebih bisa me-manajemen mual dan muntah. Beberapa tips yang saya tulis di sini, bener-bener membantu sehingga saya tidak mengalam dehidrasi.

Kalau dulu ketika hamil ikhsan dan ikhfan saya harus berjuang kuat supaya bisa berangkat kantor di pagi hari, tapi sekarang saya diberi kemudahan oleh Allah karena tidak harus berangkat kantor di pagi hari. Kebetulan sekali status saya sebagai mahasiswa tidak mengharuskan ke kampus setiap hari. Jadi hal itu benar-benar meringankan saya karena masa “sehat” saya tanpa mual yang hebat dimulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Setelah itu bisa dipastikan saya akan terserang mual dan muntah sepanjang malam setiap hari.

Tapi perjuangan lain tetap ada karena tumpukan tugas kuliah dan persiapan penelitian tesis menghadang saya. Saya akui, saya tetap tidak bisa maksimal melakukan aktivitas saya sebagai mahasiswa. Pokoknya beda-lah sama teman-teman mahasiswa lain yang bebannya tidak sama dengan saya.

But life must go on..

Saya yakin, pasti bisa melawan hyperemesis gravidarum dan menjalani kehamilan ini dengan sehat dan bahagia. Kalau kita sendiri yang tidak berjuang untuk melawan, maka rasa mual dan muntah akan menguasai hari-hari kita. Bayangkan saja sesutu yang indah-indah seperti lucunya bayi yang nanti akan lahir dari rahim kita, bakalan seru poto-poto dengan bayi kecil yang lucu terus rumah bakalan lebih rame dan sebagainya.
Bagi saya,obat anti mual tidak signifikan membantu menghilangkan mual.

Jadi temen-temen yang mungkin sedang hamil dan mengalami hyperemesis gravidarum seperti saya, yuk saling menularkan semangat untuk menjalani kehamilan dengan rasa bahagia. Jangan lupa minta dukungan dari suami, keluarga dan teman karena dukungan mereka akan mengalirkan energi positif kepada kita sebagai ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum.

saat mual tidak menyerang,tetap bisa tersenyum. Tapi kalau mual datang, muka saya kucel kayak kertas diremas

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
ikhfan mau punya adik?? selamat ya
entik mengatakan…
@mba fitri : hehehe..iya mbak. Minta doanya ya mbak, supaya kehamilanku sehat
Ladubkanblog mengatakan…
Alhamdulillah...selamat, ikut senang mbak...semoga sehat sehat selalu...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.