Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Cara Mengelola Emosi pada Ibu

“Kakak,..Ibu sudah bilang jangan rebut mainan adikmu. Tuh Adikmu nangis. Ayolah, jangan bikin Ibu marah. Ibu capek...”

Si kakak bukannya nurut, tapi malah semakin bikin ulah. Hadew... ini emosi Ibu jadi seperti roler coaster rasanya. Mencoba menahan untuk tidak marah, tapi rasanya beraa..aat sekali.
Pernah dengar kalimat seperti itu keluar dari mulut seorang Ibu? Atau mungkin teman-teman pernah mengalaminya sendiri?

Saya yakin kejadian semacam itu pernah dialami seorang Ibu, apalagi jika kondisi fisik Ibu dalam keadaan lelah. Saya sendiri juga tidak memungkiri pernah mengalaminya.
Merawat dan mendidik anak-anak bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun terkadang sebagian Ibu seringkali merasa marah terhadap suami dan anak-anak padahal mungkin mereka tidak punya kesalahan pada Ibu. Setelah marah pada anak, kemudian ada rasa penyesalan di hati. Duh, rasanya emosi seperti roller coaster saja.

Tips mengatasi sibling rivalry pada Si Anak Tengah

“Ibu ga sayang aku...,” Ikhfan menangis sambil teriak.

Saya terhenyak. Kaget campur bingung. Ikhfan si anak tengah ini sekarang lebih sering tantrum sejak kelahiran irham. Mulai sering tidak akur dengan kakak sulung. Tidak jarang masalah sepele dijadikan alasan untuk marah dengan kakak. 
Sampai pernah suatu saat kakak menangis di pojokan karena ikhfan terus saja membentaknya tanpa sebab. Selain dengan si kakak, saya adalah “sasaran empuk” tantrum-nya. Tempat yang paling enak untuk melampiaskan tantrumnya adalah IBU. Telat menyiapkan jus jambu kesukaannya bisa jadi alasan untuk marah sama saya.
Hadew... sekarang saya mulai posing dengan keadaan ini dan mulai menerka, apakah ini yang dinamakan sibling rivalry?

Membuat Anggaran Keuangan Keluarga (part 3)

Setelah melakukan evaluasi isi dompet, selanjutnya kita bisa membuat anggaran keuangan keluarga. Sebelumnya mari kita pahami apa itu anggaran? 

Baca: Merencanakan Keuangan Keluarga
Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun untuk seluruh kebutuhan pembayaran keluarga dan juga memenuhi rencana di masa depan. Contoh sederhana adalah membuat rencana pengeluaran dalam bentuk membagi penghasilan kita kedalam berbagai pos-pos pengeluaran/kebutuhan rumah tangga.
Kenapa sih kita butuh membuat anggaran? Ribet amat..

Cara Merencanakan Keuangan (part 2)

Melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang pentingnya perencanaan keuangan keluarga, sekarang saya mau nulis tentang cara merencanakan keuangan keluarga.

Baca : Perencanaan Keuangan (part 1)

Setelah kita mempunyai daftar tujuan (kebutuhan) keuangan, langkah selanjutnya adalah membuat tahapan supaya tujuan tersebut bisa tercapai. Setiap orang akan mempunyai daftar tujuan keuangan yang berbeda-beda tapi secara umum tujuannya adalah terpenuhinya kebutuhan saat ini dan kebutuhan di masa datang. Contoh kebutuhan saat ini adalah pengeluaran rutin rumah tangga dan uang sekolah bulanan anak sedangkan kebutuhan yang akan datang seperti kebutuhan dana pendidikan anak, naik haji dan dana pensiun.
Untuk membuat perencanaan keuangan langkah apa saja yang harus kita lakukan terlebih dahulu?

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…

Seputar Menggendong Bayi

Tiga kali melahirkan dan punya bayi, rasanya saya selalu ingin memperpanjang masa saat anak-anak menjadi bayi. Menggendong bayi itu rasanya menyenangkan. Setelah melahirkan anak ketiga, saya baru “ngeh” kalau ternyata menggendongbayi ada ilmunya. Enggak cuma sekedar menggendong saja. Ilmu menggendong bayi yang saya peroleh dari ibu mertua atau orang-orang di sekitar saya, yaitu kalau menggendong bayi paling nyaman ya pakai kain jarik. Bayi sebelum usia 6 bulan harus digendong dengan posisi kaki bayi lurus. Alasannya kaki bayi belum kuat kalau digendong dengan posisi kaki mengangkang dan nanti pertumbuhan kaki bayi akan terganggu.
Terus ada juga yang memberi nasehat kalau anak bayi jangan sering-sering digendong nanti takutnya bayi bakal “bau tangan” atau lebih senang digendong, manja dan tidak mandiri. Temen-temen ada ga yang dapet wejangan kayak saya pas sehabis melahirkan?? Cung tangan dan toss...