Jumat, 30 Agustus 2019

Tips mengatasi sibling rivalry pada Si Anak Tengah


“Ibu ga sayang aku...,” Ikhfan menangis sambil teriak.

Saya terhenyak. Kaget campur bingung. Ikhfan si anak tengah ini sekarang lebih sering tantrum sejak kelahiran irham. Mulai sering tidak akur dengan kakak sulung. Tidak jarang masalah sepele dijadikan alasan untuk marah dengan kakak. 
Sampai pernah suatu saat kakak menangis di pojokan karena ikhfan terus saja membentaknya tanpa sebab. Selain dengan si kakak, saya adalah “sasaran empuk” tantrum-nya. Tempat yang paling enak untuk melampiaskan tantrumnya adalah IBU. Telat menyiapkan jus jambu kesukaannya bisa jadi alasan untuk marah sama saya.

Hadew... sekarang saya mulai posing dengan keadaan ini dan mulai menerka, apakah ini yang dinamakan sibling rivalry?
Secara umum, pengertian Sibling rivalry adalah persaingan antar saudara untuk memperebutkan perhatian dan kasih sayang orang tua. Biasanya persaingan terjadi setelah kehadiran adik baru. Persaingan antar saudara yang dimaksud adalah kompetisi antara saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih dan perhatian dari satu atau kedua orang tuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih.

Kelahiran adik baru adalah momen saat perhatian orang tua terutama ibu terbagi. Di masa awal kelahiran adik bayi, hampir seluruh waktu dan perhatian ibu tercurah pada adik bayi. Nah, masa inilah masa rawan si kakak merasa perhatian orang tua terhadapnya mulai “tercuri”. Biasanya si kakak akan semakin “bertingkah” untuk mendapatkan perhatian orang tua. Walaupun saat si adik masih di perut, kita sudah memberi pengertian bahwa nanti akan ada adik bayi dan harus disayangi tapi saat si bayi benar-benar keluar, “janji” si kakak untuk menyayangi dan berbagi kasih sayang kadang mulai tergoyahkan.

Banyak cerita juga, kalau ada si kakak sengaja memukul adik bayinya sampai menangis yang tentu saja hanya untuk menarik perhatian orang tuanya. Saya sendiri mengalaminya. Saat masih di rumah sakit, Ikhfan dengan sengaja mendorong boks bayi irham dengan kencang sampai irham terbangun dan menangis. Kami sudah memperingatkan ikhfan supaya tidak mengulanginya karena berbahaya dan kasihan adik bayi yang terbangun dengan kaget. Tapi ikhfan dengan sengaja mengulanginya terus. Tampaknya supaya orang-orang di ruang perawatan saya berbicara dan memperingatkannya. Maklum karena waktu itu seluruh perhatian orang ada pada saya pasca SC dan adik bayi. Hadew…
ikhfan-irham
Bagi sebagian besar orang masih beranggapan bahwa sibling rivalry adalah sesuatu yang wajar dan sering terjadi pada anak-anak usia 5-11 tahun.  Saya sering mendengar cerita beberapa teman kalau anak mereka sering berantem satu sama lain dan mudah tantrum. 

Secara umum komentar mereka adalah,” ah memang biasa anak-anak seperti itu. Nanti kalau ga ketemu saudaranya dicariin, tapi kalau udah ketemu malah berantem.”
Apakah teman-teman sering mendengar komentar seperti itu?

Saya sendiri tidak begitu nyaman dengan kondisi rumah yang penuh dengan tantrum dan sebangsanya itu karena setiap saat ada saja anak yang berteriak dan mengamuk tantrum. Nah tantrum adalah salah satu  bentuk sibling rivalry. Pada setiap anak bentuk sibling rivalry akan berbeda-beda. Beberapa kasus dapat berupa:

1.    Tantrum (baca: tantrum pada anak )
2.    Berantem dengan saudara yang lain;
3.    Ingin menang sendiri (egois) dan tidak mau berbagi;
4.    Susah diatur;
5.    Mengompol di malam hari;

Sebenarnya ada sisi positif dari sibling rivalry ini, yaitu anak belajar untuk:
1.    menyelesaikan masalah dengan saudaranya;
2.    mengolah emosinya;
3.    mempererat rasa persaudaraan.
Tapi jika tidak dikelola dengan baik, sibling rivalry yang berlebihan mempunyai sisi negatif seperti perilaku agresif: berteriak terus-menerus, melempar barang, menyakiti secara fisik, atau menghina secara berlebihan. Apabila tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan kemarahan pada saat dewasa. Selain itu hubungan dengan saudara akan buruk sampai mereka dewasa dan anak tidak belajar mengolah emosi serta solusinya.

Menurut saya, Sibling rivalry pada anak tengah seperti yang terjadi pada ikhfan adalah spesial. Anak tengah merasakan kegalaun dua kali yaitu “merasa” harus bersaing memperebutkan perhatian orang tua dengan kakak dan adik bayinya. Si kakak yang usianya lebih tua biasanya sudah memasuki tahap “menerima keadaan” bahwa dia harus berbagi dengan adik-adiknya. Tetapi si anak tengah yang biasa menjadi anak terkecil merasa “kaget” dengan perubahan keadaan bahwa dia harus berbagai perhatian orang tua dengan kakak adiknya.
Secara teori, sibling rivalry biasanya muncul ketika selisih usia saudara kandung terlalu dekat, karena kehadiran adik dianggap menyita waktu dan perhatian terlalu banyak orang tua. Jarak usia yang lazim memicu munculnya sibling rivalry adalah jarak usia antara 1-3 tahun dan muncul pada usia 3-5 tahun kemudian muncul kembali pada usia 8–12 tahun.

Pada kasus saya, sebenarnya rata-rata jarak usia ikhsan-ikhfan-irham adalah 5 tahunan. Persepsi saya, dengan jarak usia yang tidak dekat bisa meminimalkan sibling rivalry  disertai tantrum tapi ternyata tidak. Sibling rivalry saya rasakan dua kali yaitu di masa ikhsan (saat lahirnya ikhfan) dan masa Ikhfan (saat lahirnya irham). Semuanya mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga pendekatannya berbeda pula.

Pada masa Ikhsan, periode sibling rivalry-nya pendek. Hanya sampai saat Ikhfan berusia 3 bulanan saja. Rasa “benci” terhadap adiknya berubah sayang dan berakhir dengan kekompakannya dengan Ikhfan. Terapi yang saya berikan hanyalah pelukan erat saat Ikhsan tantrum dan melibatkan ikhsan dalam perawatan ikhfan bayi. Ditambah intensitas saya mengajak Ikhsan mengobrol dan bermain bersama, saya tambah.

Nah, sekarang saat masa sibling rivalry Ikhfan, saya merasa rada kewalahan karena bentuknya berbeda dengan masanya ikhsan. Pada saat irham lahir ikhsan sudah memasuki masa pra-remaja dan sudah mempunyai banyak aktivitas di luar rumah, jadi tidak begitu terpengaruh dengan lahirnya adik bayi. Sedangkan Ikhfan yang berusia 6 tahun merasa sangat “kaget” dengan hadirnya adik bayi. Ikhfan yang biasanya bermanja-manja dengan saya sekarang harus rela berbagi waktu dan perhatian saya dengan bayi irham.

Di awal kelahiran bayi irham, ikhfan sudah mulai bertingkah. Frekuensi tantrum-nya meningkat. Pada saat saya menyusui atau mengurusi bayi irham, maka saat itulah ikhfan mulai tantrum. Masalah sepele bisa jadi masalah besar bagi ikhfan.

Periode 3 bulan pertama saya sangat tertolong dengan kehadiran mas suami yang selalu siaga. Mas suami memberi perhatian lebih pada ikhfan untuk mengalihkan “kecemburuannya” pada bayi irham saat saya meyusui atau mengganti popoknya. Ikhfan menjadi lebih nyaman karena si bapak memberi banyak waktu dengan bermain dan mengobrol bersamanya.

Selang waktu berlalu, bayi irham semakin besar dan mas suami mulai sibuk keluar kota (baca: jarang di rumah). Saya juga semakin “terengah-engah” membagi waktu antara kantor dan rumah karena tidak punya pembantu yang menginap. Dan ternyata si Sibling rivalry dan tantrum mulai menghinggapi ikhfan lagi.

Saya harus berjuang lagi untuk mengalahkan si Sibling rivalry dan tantrum.  Mulai membaca referensi dan memilah hal-hal yang bisa diterapkan pada kasus ikhfan.

Untuk teman-teman yang sedang mengalami hal serupa ini mungkin bisa mencoba beberapa tips yang sedang saya lakukan (tips ini sedang in progress saya lakukaan saat saya menulis postingan ini sehingga hasilnya belum bisa saya tulis) : 
1.    memperlakukan anak sesuai karakternya;
2.    meluangkan waktu bersama masing-masing anak secara rutin untuk membangun rasa percaya diri dan kedekatan secara personal dengan orang tua;
3.    berperilaku dan bertutur kata secara baik terutama saat anak sedang tantrum;
4.    lebih banyak melakukan sentuhan fisik seperti menyentuh tangan, memeluk, dan membelai anak;
5.    membimbing anak untuk menyatakan perasaan dan pendapatnya dengan cara yang baik (tidak dengan cara tantrum);
6.    memberikan pujian saat anak-anak rukun dengan menggunakan kalimat yang jelas supaya anak-anak tahu perilaku apa yang baik dan dipuji tersebut.

Itu beberapa hal yang masih saya usahakan untuk dilakukan. Semoga memberi hasil yang maksimal. Kalau sudah ada progress-nya pada ikhfan akan saya share di postingan selanjutnya. Minta doanya semoga si sibling rivalry dan tantrum segera berlalu dari ikhfan.

masa saat tantrum tidak datang

Tidak ada komentar: