Langsung ke konten utama

Idul Fitri 1441 H

Selamat Idul Fitri 1441 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Idul Fitri di tahun 2020 ini terasa sangat berbeda. Kita merayakan Idul Fitri di tengah pandemi corona sejak Presiden mengumumkan kasus positif pertama di Indonesia bulan Maret 2020. Anjuran untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19 dengan tinggal di rumah, memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain telah merubah semua aktivitas harian semua orang, tak terkecuali saya dan keluarga.

Sejak kantor memberikan kebijakan Bekerja Dari Rumah tanggal 18 Maret 2020, saya, mas suami dan anak-anak berkativitas dari rumah. Di masa-masa awal, rasanya bosan dan susah mengatur ritme aktivitas. Menemani anak-anak belajar, memasak dan mengerjakan pekerjaan kantor menjadi hal yang susah-susah gampang dilakukan di rumah. Setiap kali buka laptop, ada aja yang ngerecoki hehe...
Tapi tetap jadi hal yang seru karena 24 jam kumpul sama anak-anak. Waktu kerja juga jadi lebih fleksibel.

Ramadhan dan Idul Fitri

Memasuki bulan Ramadhan, anak-anak mulai saya kondisikan dengan ritme aktivitas baru yaitu sahur dan sholat tarawih. Sholat tarawih kami lakukan di rumah secara berjamaah. Kadang-kadang jam 8 malam baru mulai tarawih karena nunggu si adik irham bobok. Malah sempat kami tarawih jam 10 malem, untungnya si kakak ikhsan dan ikhfan belum ngantuk.
Ramadhan tahun ini juga bisa berhemat karena anak-anak "nerimo" dengan makanan yang saya sajikan di rumah. Ga minta jajan atau makan di luar. Saya jadi lebih sering masak sendiri. Jarang banget beli makanan matang. Belanja stok makanan seminggu 2 kali  dan pilih-pilih warung yang ga ramai untuk menghindari kerumunan.
Di lebaran ini kami tidak pakai baju baru. Anak-anak juga tidak merengek-rengek minta baju baru. Alhamdulillah...
Masih bisa pakai baju lebaran tahun kemarin. 

Semoga kita semua bisa menjalani kehidupan dengan ikhlas di masa pandemi ini. Jangan lupa tetap bahagia walau harus banyak menghabiskan waktu di rumah. Banyak hikmah yang bisa kita ambil, seperti kebersamaan dengan keluarga adalah sesuatu yang berharga.

Mohon Maaf Lahir Batin dari Jogja


with 3 boys

Komentar

fitri3boys mengatakan…
tetap bahagia ya lebaran dirumah bersama cogan2...he he he

entik mengatakan…
@mba fitri: alhamdulillah iya mba..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…